Kilauan Sang Penyihir: Lahir Kembali Sebagai Anak Genius

Kilauan Sang Penyihir: Lahir Kembali Sebagai Anak Genius
Bab XI : Mencari kekayaan untuk perlidungan nya


__ADS_3

Setelah dua hari semenjak aria menujukan berlian hasil mengunakan sihir yang ia dapatkan di kehidupan dahulu .


Diam-diam Aria mencoba menjual berlian yang ia hasilkan dengan kekuatan sihirnya. Ia merasa terbebani oleh keahliannya yang luar biasa dan merasa khawatir jika kemampuan sihirnya diketahui oleh orang lain. Dia mencoba salah satu sihir dari dunia nya terdahulu adalah  sihir perubah bentuk, ia mengubah dirinya menjadi seorang wanita dewasa yang mempunyai wajah cantik dan suara yang membuat menarik perhatian orang lain serta menyembunyikan identitas dari Aria yang adalah anak seorang tangan kanan raja nanti saat di pasar gelap nanti .


Aria berjalan perlahan ke kota dengan alasan ingin membeli sesuatu buat di akademi nanti . Namuin ayahnya menyuruh 2 penjaga untuk menjaga Aria . Setelah sampai kota kedua penjaga itu di beri 3 koin perak untuk tidak mengikuti Aria pergi , dengan mudah nya penjaga itu mengambil dan mengikuti perintah yang di suruh Aria . Lalu Aria ber pergi keujung ruangan sempit untuk memakai sihir perubahan dan berjalan ke pasar gelap yang terkenal sebagai tempat para penjahat beroperasi. Di sana, ia menemukan seorang pembeli yang tertarik dengan berlian yang ia jual. Aria melihat mata pria tersebut yang terlihat rakus, tetapi ia tetap tenang dan terus menjual berlian dengan harga yang tinggi. untuk harga berlian tersebut adalah 1 platina atau setara 5000 emas


Namun, ketika transaksi hampir selesai, Aria mendengar suara-suara berbisik di belakangnya. Ia segera merasa curiga dan memutuskan untuk mengakhiri transaksi dengan cepat. Setelah berhasil menjual berlian tersebut, Aria segera meninggalkan pasar gelap dengan hati yang berdebar-debar. Ia merasa lega karena berhasil menjual berlian tersebut, tetapi juga merasa khawatir karena ada orang-orang yang mencurigainya.


Aria berubah menjadi bentuk semula dan  berjalan tergesa-gesa di lorong-lorong gelap pasar gelap. Ia menatap tajam pada barang yang ada di toko-toko di sepanjang jalan. Wajahnya tampak tegang, takut ada yang menyadari keberadaannya.


Tapi tiba-tiba, seseorang meraih tangannya dari belakang. Aria kaget dan berbalik cepat. Ternyata itu adalah seorang perempuan dewasa yang membeli barang di pasar.


"Kamu mencari apa, nak?" tanya wanita itu dengan nada ramah.


Aria menunjukkan selembar kain yang ia pegang . "Saya mencari kain yang bagus untuk membuat pakaian baru."


Aria hela napas sangat lega , karena dia adalah seorang wanita , dia mungkin terlihat baik


Wanita itu tersenyum. "Bagus, kamu bisa mencarinya di toko kain yang paling terkenal di pasar ini. Itu di sudut timur pasar."

__ADS_1


Aria mengangguk dan melanjutkan perjalanannya. Dia akhirnya menemukan toko kain dan membeli kain yang bagus untuk membuat pakaian baru.


Setelah itu, Aria pergi ke penginapan di dekat pasar dan mulai membuat pakaian baru. Dia juga menghabiskan sebagian uang dari penjualan berlian untuk membeli bahan-bahan dan alat yang dibutuhkan.


Serta dia menyimpan sebagian hasil penjualan berlian, untuk masa depan nanti untuk mencegah gerak gerik sensei nya.


Aria bekerja tanpa henti, kadang-kadang tidak tidur selama beberapa malam untuk menyelesaikan pakaian barunya. Setelah selesai, ia melihat hasil karyanya dengan puas. Pakaian baru ini terlihat indah dan elegan, membuatnya terlihat seperti remaja bangsawan yang mewah


Aria pun berjalan cepat menuju tempat yang lebih aman, berharap dapat menghindari bahaya yang mungkin mengancam dirinya. Tapi entah mengapa, di balik kegembiraan yang dirasakannya setelah membuat pakaian baru dan menjual berlian, Aria merasa ada yang salah. Dia merasa bahwa ada sesuatu yang mengejar dirinya dan mengancam keberadaannya.


Aria pun mempercepat langkahnya, berusaha untuk tidak berpapasan dengan siapa pun. Namun, tiba-tiba ia merasa sesuatu menariknya ke belakang. Aria merasa tubuhnya terangkat dan berputar-putar sebelum akhirnya jatuh pingsan.


Ketika kesadarannya kembali, Aria melihat dirinya terbaring di tempat tidur yang sangat nyaman. Dia merasa aneh, seakan-akan ada yang tidak beres dengan dirinya. Lalu dia memandangi sosok penjaga yang berdiri di sisinya, yang dia kenali sebagai salah satu penjaga yang diutus ayahnya tadi pagi untuk melindunginya.


"Tolong Rahasiakan ini kepada ayah ku " Menjawab perkataan penjaga tersebut , lalu  Aria mencoba untuk duduk, tapi tubuhnya terasa lemas dan lelah. Dia takut ada yang terjadi padanya, tapi dia tidak tahu apa yang terjadi. Dia menatap penjaga itu dengan pandangan bingung, tidak tahu harus berkata apa.


"Ada yang terjadi?" tanya penjaga itu.


Aria hanya menggelengkan kepala, masih mencoba untuk memahami situasi yang sedang terjadi. Dia merasa ada sesuatu yang terlupakan, tapi dia tidak bisa mengingatnya dengan jelas.

__ADS_1


Aria merenungkan semua yang terjadi pada hari ini. Hari yang penuh dengan kebahagiaan dan keberuntungan. Ia berhasil menjual barang yang sangat mahal di kota ini dan mendapatkan untung yang sangat besar. Ia berterima kasih pada keajaiban yang terjadi pada dirinya dan pada keluarganya yang di kehidupan dulu karena  memberinya informasi sihir untuk membuat berlian.yang sangat berguna untuk diriku saat ini.


Namun, di tengah kegembiraannya, dia melihat sesuatu yang tidak biasa di sudut kamar.


Sebuah kotak kecil berwarna hitam dengan huruf-huruf aneh terukir di atasnya. Aria merasa penasaran dan memutuskan untuk membuka kotak tersebut. Ketika dia membuka kotak, dia melihat sebuah buku tua berjilid kulit dan halamannya berwarna kuning kecoklatan.


Aria merasa tertarik dan mulai membaca buku tersebut. Halaman demi halaman, dia terus membaca dengan penuh konsentrasi. Di dalam buku itu, dia menemukan banyak ilmu sihir dan mantra yang belum pernah ia dengar sebelumnya.


Tidak sadar waktu berlalu, Aria akhirnya terjebak dalam membaca buku tersebut hingga larut malam. Dia baru menyadari waktu ketika tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu kamarnya.


Dalam kebingungannya, Aria mendengar suara langkah kaki di depan pintu. Ia berpaling dan melihat seorang pelayan dengan pakaian serba putih memasuki ruangan.


"Permisi, Nyonya Aria," kata pelayan itu dengan sopan. "Ayahanda Anda memanggil Anda untuk bertemu dengannya di ruang kerjanya."


Aria merasa terkejut dan bingung dengan panggilan itu. Namun, ia mengikuti pelayan itu ke ruang kerja ayahnya, berharap untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya.


Aria berjalan keruangan kerja ayah nya untuk mengetahui apa sebenarnya terjadi ? kenapa saya harus melkukan hal bodoh lagi hanya untuk negara....


Dia baru menyadari waktu ketika tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang semakin mendekat dari Aria

__ADS_1


"Aria, apa yang kau lakukan sampai larut malam begini?" tanya ibunya dengan nada cemas.


"Maafkan aku, ibu. Aku di panggil ayah untukk melakukan mempertanyakan apa yang terjadi tadi dengan ku ibu" jawab Aria sambil tersenyum ke arah ibunya.


__ADS_2