Kilauan Sang Penyihir: Lahir Kembali Sebagai Anak Genius

Kilauan Sang Penyihir: Lahir Kembali Sebagai Anak Genius
Bab III : Perjalanan ke Kota


__ADS_3

Setelah perjalanan sangat panjang dari kediamannya menuju kota yang bisa menempuh 2 jam perjalanan Aria merasa senang saat ibunya mengajaknya pergi ke kota "lihat aria itulah kota yang kita datang untuk sekarang " sambil menjuk dari kejauhan sebuah kota yang sangat indah .Aria terpesona dengan kota dari kejauhan Aria bertanya tanya di dalam hati bagimana dia membuat kota yang sangat megah begitu , karena di jaman dahulu hanya raja yang mempunyai uang banyak untuk bisa membuat kota sebesar ini , setelah sampai di gerbang kota ia melihat dengan matanya orang-orang yang berlalu-lalang di sana. Ia melihat pedagang menjajakan dagangan mereka, dan orang-orang yang sibuk dengan pekerjaan dan urusan mereka. Aria merasa begitu kecil di tengah kerumunan manusia yang tak henti-hentinya bergerak.


Aria juga kagum dengan pemandangan yang menakjubkan. Ia melihat berbagai macam bahan makanan yang dipajang dengan rapi, mulai dari sayuran segar hingga buah-buahan yang beraneka ragam. Aria merasa senang saat ibunya membeli beberapa bahan makanan, dan ia membantu ibunya membawanya ke dalam keranjang belanja.


Seiring waktu  mereka berjalan di sepanjang jalan di kota , Aria bingung melihat apa yang barusan ia lihat dengan pemandangan kota yang sibuk. Ia melihat kendaraan yang tidak mengunakan kuda  yang melintas di jalanan, serta orang-orang yang berlalu-lalang dengan sibuknya. Ibu Aria memperhatikan anaknya yang tak henti-hentinya bertanya tentang segala sesuatu yang dilihatnya, dan ia tersenyum bangga melihat rasa ingin tahu dan ketertarikan Aria terhadap dunia di sekitarnya.


Saat mereka tiba di toko perlengkapan rumah tangga, Aria melihat banyak barang-barang yang menarik perhatiannya. Ia mengamati setiap detail dari benda-benda tersebut, dari perabotan rumah tangga hingga mainan dan alat tulis. Ibu Aria membeli beberapa barang yang diperlukan, Aria masih berfikir tentang apa ia lihat di kota hari ini , karena di jaman dahulu ia tidak menemukan hal sangat berbeda dengan dunia nya dahulu .


"ibu apakah di kota ini menjualn peralatan sihir ? karena aku membaca buku kalo kita bisa mengunakan sihir " Aria bertanya kepada ibu nya


"ara anak ibu ingin mencoba mengunakan sihir ternyata ya , baik lah setelah ini kita akan menuju ke toko sihir teman ibu " ucap dia di sertai mencubit pipi Aria

__ADS_1


"ibuuu sakit tau hiks hiks " ucap Aria dengan muka cemberut


Setelah selesai di toko rumah tangga , mereka berjalan menuju ke peralatan sihir , Aria melihat keliling sepanjang jalan banyak bangunan yang tinggi dan indah yang tidak bisa bisa dia temui di kehidupan lamanya itu .


untuk sampai di toko peralatan sihir mereka menghabiskan waktu 15 menit dengan berjalan kaki ....


"Halo haloo ...  Kuwayoshi Kato dimana kamuuuuu, teman lama mu yang imut ini datang berkunjung ketoko mu " ucap ibu setelah membuka pintu


"Padahal aku datang lagi setelah tidak datang ketempat mu sejak aku menikah dengan suamiku , oh iya perkenalkan ini anak ku Aria , ayo Aria perkenalakan dirimu kepada tante imut ini " ucap ibu dan menyuruh Aria berkenalan


"Alo tante , namaku Aria Natsuki umur ku 7 tahun salam kenal ya tante" Ucap aria sambil tersenyum manis

__ADS_1


Tiba terdengar suara "mamaaaah apakah kamu sudah membuat makan siaaaang , aku sangat lapar " suara anak kecil yang nyaring terdengar dari depan pintu


"hei Ryo jaga sopan satun mu ibu sedang ada tamu " ucap Kuwayoshi sembari mencubit pipi Ryo


"aa sakit tau ibuuuuuu" ucap Ryo ...


"Ryo perkenalkan dirimu kepada tante ini , dia adalah temen baik mamah dulu di akademi sekolah " Kuwayoshi berbicara dengan nada lembut /


"Alo nama ku Ryo kato salam kenal tantee " ucap ryo dengan mendudukan badan ......


Aria sangat kaget melihat Ryo yang memiliki mana yang sangat besar ....

__ADS_1


__ADS_2