
Ibu Aria masih terus mengobrol dengan pemilik toko sihir bernama Kuwayoshi Kato. Sang pemilik toko ternyata merupakan teman sekaligus sahabat dari masa kecil Ibunya. Ibu Aria merasa senang bisa bertemu dengan teman lamanya itu setelah begitu lama tak berjumpa.
Ketika itu, Aria berdiri di samping Ibunya sambil memandangi isi toko. Ia merasa terkagum-kagum dengan segala jenis barang sihir yang dijual di sana. Semuanya terlihat sangat menarik dan membuatnya ingin segera mencobanya.Karena di dunia yang dia tempati dahulu tidak ada peralatan sihir seperti di dunia sekarang . dan aria merasa kagum dengan anak dari Kuwayoshi yang tak lain Ryo dia memiliki mana yang hampir sama dengan ibunya .dan dia memiliki wajah yang tampan
Tiba-tiba saja Aria merasakan sesuatu yang aneh. Ia merasakan ada yang mengintipnya dari balik tirai di sudut toko. Aria menggelengkan kepala, berpikir bahwa mungkin itu hanya imajinasinya saja karena di toko hanya mereka berempat saja , mana mungkin ada orang yang tiba tiba masuk ...
__ADS_1
Tak terasa matahari sudah mau terbenam , ibu aria dan aria pamit untuk pergi untuk pulang , Aria merasa senang dengan perjalanan hari ini, ia memperoleh pengalaman baru dan pengetahuan baru tentang dunia di sekitarnya yang tidak dia temukan di dunia sebelum nya . dan Ia merasa lebih dekat dengan ibunya, dan bersyukur bahwa mereka bisa berjalan bersama.pada hari ini .
Setelah mereka berjalan pulang dengan mengunakan kereta kuda lumayan lama akhirnya mereka tiba di rumah, ibu Aria segera mulai memasak dengan bahan-bahan yang telah dibeli di pasar. Aria ingin coba membantu ibunya dengan gembira, mencoba belajar cara memasak dan mengolah makanan. Mereka bekerja sama dengan baik, dan hasil masakan mereka terasa istimewa.
Saat mereka duduk bersama untuk makan malam, Aria merasa bahwa kebahagiaan yang ia rasakan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Ia merasa bersyukur atas keluarga yang ia miliki, dan merasa senang karena bisa berada di tengah-tengah mereka.
__ADS_1
Tiba tiba pikirannya terus menerus teralihkan pada Ryo, putra dari Kuwayoshi Kato yang berusia sama dengannya. Meskipun usianya sama dengan Aria, namun Ryo memiliki kekuatan sihir yang hampir melebihi kekuatan sihir Ibunya.Aria terpesona dengan Ryo
Namun, meskipun tertarik dengan kekuatan sihir Ryo, Aria merasa sedikit canggung untuk membicarakan hal itu kepada Ibunya atau bahkan kepada Ryo sendiri. Ia tidak ingin ibunya memikirkan hal hal aneh karena ucapan yang Aria ucapkan jika dia bicarakan hal ryo ...
Setelah makan malam, Aria pergi ke kamarnya untuk tidur. Ia merasa lelah setelah perjalanan hari ini, namun ia juga merasa senang karena mendapatkan banyak pengalaman baru. Ia berbaring di tempat tidurnya dan merenungkan segala sesuatu yang telah terjadi hari ini. Ia merasa bahagia dan bersyukur, dan ia merasakan bahwa hidupnya memiliki makna yang lebih dalam.
__ADS_1
Dalam keheningan malam, Aria merasakan kedamaian di dalam hatinya. Ia tahu bahwa hidupnya baru saja dimulai, dan ia merasa optimis dan penuh semangat untuk menghadapi masa depan yang menantang. Ia merasakan kilauan di dalam dirinya, seperti sebuah api yang menyala terus menerus di dalam hatinya. Aria merasakan bahwa ia siap untuk mengejar impian-impian barunya, dan siap untuk menghadapi segala rintangan yang akan datang.