Kill Or Love

Kill Or Love
Masa Kecil, awal dari seorang polisi wanita.


__ADS_3

Tahun 2005 di sebuah hutan tropis dengan pohon yang menjulang tinggi dengan matahari bersinar dengan teriknya.


Dor.


Dor.


Seorang anak kecil berkulit putih dengan rambut lurus menghampiri pria dengan wajah yang bercodet di matanya dan jengkot tipis berwarna putih, sedang menembak sesuatu hewan buruan.


“Pier, sekarang aku berusia 10 tahun, katamu aku boleh memegang pistol?” kata Taka yang berlari menghampiri lalu menyodorkan kedua tangannya.


Pier merupakan panggilan Taka kepada ayah angkatnya.


Pier yang sedang mengarahkan pistol nya ke rusa lalu menoleh ke arahnya dan berkata “oh, Taka.”


Taka adalah nama yang di berikan oleh Ayah angkatnya, ialah Del Piero seorang pembunuh bayaran profesional.


Saat Taka masih bayi, Piero menemukannya di pinggiran sungai di dalam hutan, kemudian dia merawat Taka hingga sekarang. Del piero sudah ber umur 55 tahun, umur yang cukup tua untuk menjadi seorang pembunuh.


Kemudian Pier memberikan pistol yang di pegangnya kepada Taka dan berkata “apa kamu sudah siap?”


Saat Taka memegang sebuah pistol yang di berikan oleh Pier, Taka sangat bergembira tidak karuan.


Kenapa tidak, tahun-tahun sebelumnya Taka hanya bisa melihatnya berlatih tetapi tidak untuk menembak.


“Aku sangat siap!” teriak ku sambil melompat dengan pistol di tangannya.


Kemudian Pier menunjuk ke arah rusa yang sedang makan rumput dengan berkata “coba kamu tembak hewan di depan sana.”


Taka mendengarkan perkataan Pier dengan menodongkan pistol dengan membidik rusak tersebut.


Ayahku kemudian mengajariku cara menembak.


Dor.


Dor.


“Pier, lihat-lihat. Aku mengenainya” teriakku sambil menunjuk rusak yang terkapar di tanah.


“Tolong!!” teriak seseorang dari kejauhan.


Aku yang sedang membidik rusa lainnya terkejut mendengar suara itu lalu aku melihat ke arah Pier dan berkah “Pier, ada seseorang di sini.”


Taka sangat terkejut karena dari kecil sampai sekarang ia hanya mengenal Pier.


“Ayo, ke sana” ucap Pier.


Kemudian Taka mengangguk kan kepala.


mereka berdua berlari dengan sangat cepat ke arah sumber suara.


Di saat mereka berada tidak jauh dari sumber suara, Taka melihat terdapat 1 sepasang suami istri dan anak perempuan berusia 8 tahun di dalam hutan dengan peralatan camping di sekitarnya. Sedang di serang oleh 2 orang dengan pakaian dan penutup wajah berwarna hitam.


“Mama!” teriak anak perempuan sambil menangis karena ketakutan.


Puk.

__ADS_1


Wanita yang tidak jauh darinya kemudian memeluk anak perempuan tersebut lalu menepuk punggungnya sambil berkata “tenang, mamamu ada di sini.”


Seorang pria yang berada di depan mereka berkata kepada 2 orang berbaju hitam di depannya “kenapa kalian mengincar keluargaku! Apa kalian menginginkan harta? Baik, aku akan memberikannya. Tetapi lepaskan kami.”


Salah satu dari mereka berjalan ke arah mereka dengan mengeluarkan sebuah pisau lipat dan berkata “kami hanya melakukan apa yang telah di tugaskan.”


Pier yang melihat kejadian tersebut melihat mereka dengan sangat marah dan mengalihkan pandangannya kepada Taka lalu berkata “Taka, kamu jaga keluarga itu. Bawa mereka ke rumah , apa kamu bisa?”


Taka sedang melihat kejadian tersebut mendengar perkataan Pier lalu mengalihkan pandangannya kepada Pier.


“Serahkan mereka kepadaku, gini-gini aku sudah sering melihatmu berlatih,” ucap Taka dengan nada sombong sambil menunjuk dirinya.


“Baik, aku percaya padamu. Jangan mengecewakanku” ucap Pier dengan melihat ke arah Taka.


“Pier, kamu mau menghadapi mereka?” tanya Taka yang berada di sampingnya.


“Iya, sebisa mungkin aku akan menahan mereka” ucap Pier kepada Taka sambil melihat dua orang serba hitam tersebut.


“Baiklah” ucap Taka sambil mengangguk kan kepalanya.


Kemudian mereka berdua kembali berlari ke arah mereka.


Orang berbaju hitam yang sedang membawa pisau kemudian menyerang pria di depannya.


Cring


“Siapa!” teriak orang berbaju hitam.


Pier yang baru saja menepis serangannya dengan pisau yang di bawa olehnya kemudian berkata “sudah lama yah.”


Seseorang di belakang melihat wajah orang yang baru saja menepis serangan temannya berkata dengan terkejut “p-pier!"


Anak perempuan yang melihat pertengkaran terjadi kemudian memeluk ibunya dengan erat sambil berkata “ma-mama, a-aku takut.”


Huuuuusssttt.


“Ayoo.” Ucap taka kepada mereka dengan suara pelan supaya orang berbaju hitam tidak menyadarinya sambil melambaikan tangan kanannya.


Pria yang melihat Taka lalu mengalihkan pandangan ke anaknya yang sedang ketakutan di pelukan ibunya langsung mengendong anaknya dan berlari ke arah Taka sambil berkata kepada istrinya “ayo ikuti dia.”


Kemudian berlari, Taka berlari sambil berteriak “Pier, kembalilah dengan selamat!”


Mereka berlari melewati pepohonan dan dedaunan yang tadi Taka lewati bersama Pier ketika datang.


Taka sangat terbiasa berlari sejak kecil, jadi hal ini bukanlah berat untuknya. Berlari sangat jauh itulah kemampuannya untuk saat ini.


Beberapa saat kemudian mereka sampai di sebuah gubuk yang terbuat dari kayu pohon, itu lah rumah Taka dan Pier tinggal menetap yang berada jauh di dalam hutan. Bahkan orang biasa tidak akan mudah menemukan tempat tinggal mereka.


Pria yang sedang menggendong anak perempuannya bertanya kepada Taka sambil melihat-lihat sekitar “di mana kita?.”


Taka kemudian memutar badannya ke hadapan keluarga tersebut dan berkata “kita sudah sampai.”


Pria tersebut kemudian memberikan anak perempuan nya yang sedang di gendong ke Istrinya.


Taka lalu berjalan ke sebuah gubuk dan membukakan pintu lalu berkata “silahkan beristirahat terlebih dahulu.”

__ADS_1


Kemudian mereka memasuki gubuk tersebut, sedangkan Taka menunggu Pier di luar rumah dengan menaiki sebuah pohon yang biasanya pakai untuk beristirahat saat berlatih bersama Pier.


Sesampainya Taka di atas pohon lalu mengambil pisau kecil yang tertancap di pohon tersebut dan mengasahnya.


Tidak lama kemudian.


“Hey!” teriak anak perempuan yang di selamatkan Taka.


Mendengar teriakannya, Taka yang sedang mengasah pisau kemudian mengalihkan pandangannya ke anak perempuan tersebut dan berkata “ada apa?”


“Apakah orang itu akan kembali?” tanya anak perempuan yang berada di depan pohon yang di naiki Taka.


“Dia akan kembali, tidak ada yang bisa mengalahkannya.” Ucap Taka di atas pohon sambil melihat ke arah anak perempuan tersebut


“Apa dia akan menangkap orang jahat itu?” tanya anak perempuan.


Kemudian Taka turun dari pohon dan menghampiri anak perempuan tersebut “ya, dia sangat lah jago dalam bertarung.”


Mendengar perkataan Taka anak perempuan itu kemudian melihat Taka dengan tatapan senang dan berkata “apakah besar nanti aku bisa sepertinya.”


“Bisa, jika kamu berlatih sangat keras” jawab Taka kepada anak perempuan tersebut.


Lalu pandangan anak perempuan tersebut teralihkan dengan pisau yang di bawa oleh Taka lalu bertanya sambil menunjuk pisau yang di pegang oleh Taka “bolehkah aku membawa itu?”


Taka lalu memperlihatkan pisau di tangannya dan berkata kepada anak perempuan di depannya “Ini sangat berbahaya, karena bisa membunuh seseorang.”


Seketika pohon-pohon dan dedaunan bertebaran kemana-mana yang mana di ikuti oleh suara yang bising.


Inggggnggggngggg.


Taka melihat apa yang terjadi, ternyata terdapat sebuah helikopter yang sedang terbang.


Pria yang di selamatkan oleh Taka lalu berjalan ke anak perempuannya yang berada di depan Taka “nak, ayo. Kita pulang.”


Anak perempuan itu melihat ke arah kedua orang tuanya lalu menatap Taka kembali dan mengambil pisau yang di pegang nya lalu berkata dengan ambisi sambil mengangkat pisaunya “baik, sudah aku putuskan. Besar nanti aku akan menjadi seorang polisi yang hebat, dan menjadi sepertinya. Melawan orang jahat.”


“Tunn....,” kata Taka.


Taka belum menyelesaikan perkataannya, anak perempuan tersebut sudah berlari ke arah kedua orang tuanya untuk menaiki helikopter.


“Hey, nak. Apa kamu tidak ingin ikut bersama kita” kata pria yang tidak jauh dari Taka.


Taka kemudian tidak menjawabnya tetapi menggelengkan kepalanya.


“Baiklah, terima kasih atas bantuannya. Jika saatnya tiba aku akan membalas kebaikanmu” kata pria tersebut.


Kemudian mereka menaiki helikopter, saat anak perempuan tersebut berada di dalam helikopter seketika menyadari bahwa mereka belum saling mengenal dan berteriak “namaku Vira!, namamu!”


Mendengar teriakkan anak perempuan yang berada di helikopter memberikan namanya Taka kemudian berteriak juga “Taka!”


Kemudian mereka berangkat dan Vira yang berada di dalam helikopter tersenyum mendengar nama Taka.


Taka melihat ke arah helikopter yang sedang terbang kemudian berpikir “Tunggu dulu, anak perempuan tersebut berkata ingin menjadi polisi?”


Huufftt

__ADS_1


“Biarlah, lagian kita juga tidak akan pernah bertemu kembali” kata Aka dengan pelan sambil melihat mereka menaiki helikopter.


Karena Taka berpikir bahwa ia akan tinggal di dalam hutan bersama Pier selamanya.


__ADS_2