Kill Or Love

Kill Or Love
Mu'House


__ADS_3

...****************...


Di pedalaman hutan, dengan cahaya matahari terbit di temani oleh suara burung bernyanyi dan daun yang bertebaran akibat tertiup oleh angin.


Di depan sebuah rumah yang terbuat dari kayu, terdapat pria tua dan pemuda berjaket hitam dengan rambut pendek dengan warna hitam saling berhadapan.


Pier memberikan sebuah ukiran nama di batang kayu kepada Taka dan berkata “ambil ini.”


Taka mengambilnya dan melihat barang yang di berikan oleh Pier lalu berkata “apa ini?”


“Jika aku tidak salah, itu merupakan nama mu yang sesungguhnya” jawab Pier.


Taka membaca huruf di ukuran kayu tersebut “David Zeo”


Kemudian Taka menatap Pier dan berkata “kenapa baru memberikan ini sekarang?”


“Aku belum tahu, apakah kamu sanggup atau tidak dengan pelatihan yang aku ajarkan. Sebab itu, aku tidak memberikan barang ini bersamaan dengan liontin di lehermu,” ucap Pier.


“Baiklah, jadi namaku David Zeo?” tanya Taka.


“Tidak, lebih baik kamu memakai nama David. Zeo merupakan nama keluargamu” jawab Pier.


Mendengar bahwa nama keluarganya adalah Zeo, Taka bertanya kepada Pier “kenapa kamu bisa tahu, jika nama keluargaku adalah Zeo?”


“Saat aku melakukan pengintaian, aku pernah mendengar nama keluargamu. Tetapi aku tidak tahu, seperti apa mereka dan bagaimana kabar dari keluarga itu,” jawab Pier.


*Mulai sekarang tokoh utama di ganti David dan Taka menjadi nama masa kecilnya yah.*


“Baiklah, Pier. Apakah kamu sungguh tidak ingin pergi bersamaku?” tanya David.


“Tidak, aku ingin menikmati masa tuaku di sini,” jawab Pier.


Pier kemudian memberikan sebuah koin hitam kepada David dan berkata “kamu pergi lah ke kota Hatse, cari toko sepatu Shoes’il yang berada di pinggiran kota dan tunjukan ini kepadanya.”


David melihat koin tersebut dan mengingat arahan dari Pier kemudian berkata “baiklah, aku akan mencari toko tersebut. Jagalah kesehatanmu, Pier.”


“Jangan mengkhawatirkan ku, tidak ada yang bisa membunuhku.” Jawab Pier.


...****************...



Beberapa saat kemudian, matahari mulai bersinar dengan teriknya.


Di sebuah rumah, di pinggiran kota Hatse. Daerah yang sepi akan penduduknya karena menjadi markas para penjahat kota Hatse.


Seorang wanita dengan rambut se bahu berwarna cream ber pakaian kaos dan celana jeans sedang berdiri di depan pagar sebuah rumah dan di belakangnya terdapat mobil truk pengangkut barang.


Dddrrriiinnnggg,


Dddrrriiinnnggg.


Dddrrriiinnnggg.


Suara handphone dari wanita tersebut lalu ia menjawabnya.

__ADS_1


“Visa, apa kamu serius pindah ke sana ?,” ucap suara di handphone tersebut.


“Tenang ma, Visa seorang polisi Jadi tidak akan ada yang berani. Lagi pula aku bisa melawan mereka,” jawab Visa.


Wanita yang menelpon Visa adalah ibunya yang bernama Clarisa dengan usia 37 tahun.


Semenjak tragedi di dalam hutan 15 tahun yang lalu di hutan, keluarga mereka yang merupakan salah satu keluarga terpandang tanpa sebab mengalami keperosotan akibat orang yang tidak di kenal, Yang menyebabkan ayah dari Visa meninggal dunia karena strees yang di alaminya.


Sebab itu Visa ingin menjadi seorang polisi yang bisa mengungkapkan siapa yang melakukan ini semua kepada keluarganya.


Visa merupakan wanita yang sudah meranjak usia 23 tahun memiliki sifat keadilan yang tinggi yang membuatnya di akui di kepolisian, tidak hanya sifatnya tetapi kecerdasannya dalam menangani sebuah kasus.


Tidak jauh dari Visa berdiri terdapat seorang pria dengan jaket bertudung sedang berjalan dari kejauhan.


David baru saja sampai di kota Hatse dan langsung mencari tempat untuk ia tinggali sementara waktu.


“Aku tidak terbiasa dengan pencahayaan di sini” ucap David di benaknya sambil memasukan kedua tangannya ke dalam saku jaket yang ia gunakan.


David ingin menyewa sebuah kamar di sebuah rumah pinggiran kota yang akan ia gunakan untuk tinggal sementara waktu.


“Barang sudah saya angkut ke dalam” ucap supir truk tersebut kepada Visa yang sedang berdiri sambil memegang handphone di telinga yang sedang berbicara dengan ibunya.


Visa kemudian menjauhkan handphone dari telinganya dan berkata “terima kasih.”


“Ma, Visa matikan dulu ya,” kata Visa kepada ibunya lewat panggilan.


“Baiklah, jaga kesehatanmu di sana” kata bu Claris.


Bu Claris sangat mengkhawatirkan anaknya, kenapa tidak. Semenjak suaminya meninggal, hanya ia yang mengurusi Visa seorang diri yang membuatnya sangat menyayangi anaknya tersebut.


Beeep.


Visa lalu menyapa pria tersebut “permisi.”


David sedang melihat sebuah rumah yang sama dengan Visa tetapi menghiraukan perkataannya kemudian berkata dalam benaknya “rumah ini pas untukku.”


Visa yang merasa bahwa ia di acuhkan lalu berkata sekali lagi “permisi, tidak sopan jika kamu tidak menjawab perkataan seseorang.”


David mendengar perkataan Visa lalu melihatnya dan berkata “apa kamu sedang berbicara denganku?”


Visa semakin kesal dengan pria tersebut karena baru menyadari bahwa ia sedang berbicara dengannya lalu berkata kepadanya dengan marah “apakah ada orang lain di sekitar kita.”


David lalu mengamati di sekeliling nya dan berkata “tidak ada.”


Visa merasa pria tersebut sedang mempermainkannya lalu berkata dengan membentak “apakah kamu tidak ingin membuka tudung mu itu!”


“kenapa aku harus membukanya?” tanya David.


“Terserah!!” teriak Visa lalu berjalan dan membuka pagar rumah tersebut.


David melihat Bisa memasuki rumah dengan berkata dalam benaknya "kenapa wanita itu?."


Saat Visa memasuki halaman rumah, ia melihat seorang pria yang berusia 50 tahunan sedang tertidur di depan pintu.


Visa lalu menyapa pria yang sedang tertidur tersebut “permisi, pak.”

__ADS_1


Visa merasa bahwa nenek masih tertidur lalu berkata sekali lagi “permisi.”


Tidak lama kemudian pria berjaket hitam bertudung memasuki halaman rumah dan berjalan ke arah pria yang sedang tertidur tersebut.


Visa kembali berkata sedikit agak keras “permisi.”


David melihat Visa sedang memanggil pria tersebut tetapi ia tidak bangun lalu menendangnya.


Bum.


“wawawa!!” teriak pria tersebut dengan kaget.


Visa langsung melihat ke arah David dan membentak “hey!!, apa yang kamu lakukan.”


“Aku sedang membangunkannya” jawab David yang masih memakai jaket bertudung.


“Apa kamu tidak memiliki sopan santun? ” bentak Visa kepada pria di sampingnya.


David merasa bahwa ia sedang di marahi oleh wanita di depannya lalu berpikir “aku membangunkan Pier seperti itu, kenapa wanita ini marah? Aku kan sedang membantunya.”


Hahaha


Pria yang bangun tidur tertawa, melihat tingkah dua orang di depannya lalu memanggil anaknya “Kiki.”


Seorang pria berambut pendek berwarna coklat dengan berpakaian olahraga berlari dan berkata “ada apa, yah.”


Kiki adalah anak dari pemilik rumah ini yang berusia 22 tahun, bekerja sebagai fotografer di sebuah perusahaan entertainment.


Pria tersebut lalu berdiri dan berjalan ke dalam rumah dan berkata kepada Kiki “ada yang ingin menyewa kamar, kamu layani mereka. aku mau istirahat di kamar.”


Kiki lalu melihat bahwa terdapat pria dan wanita lalu berkata “apa kalian pasangan?”


Visa langsung berteriak sambil melambaikan tangannya “tidak!”


Lalu menunjuk pria di sampingnya “siapa juga yang mau dengan pria aneh ini”


David menghiraukan perkataan Visa dan melihat ke arah Kiki lalu berkata “apakah ada kamar yang kosong?”


Visa yang sedang berbicara dengan kiki melihat bahwa pria di sampingnya masih memakai jaket lalu berkata “bisakah, kamu membuka tudungmu terlebih dahulu,”


David menghiraukan perkataan Visa lagi.


“Hey!” bentak Visa kepada David.


David memegangi telinganya dan melirik Visa lalu berkata “apa kamu sedang berbicara denganku?”


Visa berkata dengan nada tinggi kepada David di sebelah nya “memangnya sedang berbica dengan siapa lagi selain kamu!”


David lalu memajukan kepalanya ke depan yang menandakan bahwa Visa sedang berbicara dengan kiki.


Hahaha


“Apa ini pertengkaran sepasang kekasih” ucap Kiki sambil tertawa melihat tingkah kedua orang di depannya.


“Tidak!” teriak Visa dan David sambil melihat nya.

__ADS_1


Kiki lalu memegangi telinganya dan berkata “iya, iya.”


David memilih rumah tersebut di karenakan rumah tersebut terdapat di pinggiran kota yang mana toko shoes’il berada dan tidak banyak orang tinggal di lingkungan tersebut, sedang kan Visa memilih rumah tersebut karena harga sewa yang relatif murah.


__ADS_2