
Keesokan harinya, dengan matahari pagi menyinari.
Kiki dan ayahnya sedang berada di meja makan saling berhadapan.
“Di mana para penyewa kamarnya?” tanya ayahnya.
“Itu dia” ucap Kiki sambil menunjuk ke belakang neneknya.
Tempat mereka bisa melihat semua kamar karena berada di dalam pintu masuk yang terbuka.
Visa yang baru bangun keluar kamar untuk sarapan.
Aaahhhh.
Suara Visa yang sedang berjalan sambil merengangkan kedua tangannya ke atas dan ke bawa dengan menguap.
Saat visa berada di dalam, ia melihat terdapat nenek dan Kiki lalu menyapa, “Pagi.”
Ayah Kiki yang melihat Visa berkata, “Oh, kamu sudah bangun."
Melihat ayah kiki di depannya , Visa lalu duduk di samping.
Kiki merasa bahwa Visa masih belum tahu nama dari neneknya lalu berkata sambil menunjuk ke ayahnya “ini ayahku, bernama Muki.”
Kemudian Kiki menunjuk ke arah Visa dan berkata kepada ayahnya “ini Visa.”
“Nama yang indah, ayo makan bersama” ucap pak Muki.
Kemudian mereka bertiga makan bersama, saat selesai makan pak Muki bertanya, “Dimana pria bertudung itu?”
Kiki kemudian melihat ke arah Visa.
Visa melihat bahwa Kiki sedang menatapnya dan mengangkat kedua bahunya.
Pak Muki kemudian berdiri dan berkata kepada Kiki, “Kamu layani mereka, aku akan ke ladang.”
“Tapi sebentar lagi aku ada sesi pemotretan di perusahaan” jawab Kiki.
Visa lalu bertanya kepada Kiki di sebelahnya sambil melihatnya, “Apa pekerjaanmu?”
Kiki yang sedang melihat ayahnya mendengar pertanyaan Visa lalu mengalihkan pandangannya dan berkata, "Aku fotografer, kamu ?”
“Polisi” jawab Visa.
Kiki terkejut dengan pekerjaan Visa, bagaimana seorang wanita cantik sepertinya memilih pekerjaan yang berbahaya dan berkata, “Apakah, kamu serius?”
“Ya,” jawab Visa sambil melihat pintu kamar David.
“Kenapa orang aneh itu belum keluar”kata Visa sambil melihat pintu kamar David.
“Entahlah, coba aku bangunkan dia” ucap Kiki.
Kiki kemudian berdiri dan berjalan ke pintu kamar David.
Tok.
__ADS_1
Tok.
Tok.
“Apakah, kamu sudah bangun?” ucap Kiki yang berada di depan kamarnya.
David yang tertidur mendengar suara Kiki, tetapi menghiraukannya karena ia masih terasa ngantuk.
Tok.
Tok.
Tok.
Kiki yang merasa bahwa tidak ada jawaban lalu kembali mengetok pintu dan berkata “Hey, apakah kamu masih tidur.”
Visa yang melihat jam, merasa bahwa ia akan segara masuk kerja lalu berdiri dan berjalan ke kamarnya dengan berkata kepada Kiki, “Biarkan saja.”
Kiki mendengar perkataan Visa lalu kembali ke dalam rumah untuk bersiap-siap berangkat kerja.
Beberapa saat kemudian.
Visa keluar dengan pakaian polisi lengkap sambil mengancing bajunya, melihat bahwa pria aneh di depan kamarnya belum juga bangun.
Kiki juga keluar dari dalam dengan pakaian kerjanya.
Visa yang merasa bahwa dirinya belum merasa cukup untuk memberikan pria aneh tersebut sebuah pelajaran lalu berkata kepada Kiki yang sedang memakai sepatu, “Hey, bisakah kamu membawakan air”
“Apa kamu ingin menyiramnya?” tanya Kiki sambil mengikat sepatunya.
Kiki selesai memakai sepatunya dan berjalan ke arah sumur untuk mengambil air sedangkan Visa menunggu di depan kamar David.
Kiki lalu mendatangi Visa dan mengangkatnya se ember air kepadanya yang berada di atas sambil berkata, “Aku tidak naik ya, aku sudah memakai sepatu.”
“Baiklah,” ucap visa.
David yang sedang tertidur mendengar suara yang mencurigakan lalu keluar dari kamarnya dan berkata kepada Visa yang sedang membawa ember air, “Apa yang sedang kamu lakulan.”
Saat Visa ingin mengetok pintu kamar David, seketika pintu tersebut terbuka.
Brak.
Brak.
Visa kaget melihat pria aneh di hadapannya, seketika muncul dengan roti lapis di perutnya lalu berteriak sambil melempar ember di bawanya ke arah Kiki kemudian menutup kedua matanya, “Kenapa kamu tidak memakai baju!!”
David keluar dengan bertelanjang dada, karena ia terbiasa di hutan seperti itu.
Plupulupu.
Suara Kiki yang berada di samping bawah Visa terkena air yang ia bawa.
Visa lalu mendorong David sambil menutup kedua matanya dengan berkata “kembali ke kamarmu dan pakai bajumu!”
David yang terdorong oleh Visa berpikir “kenapa harus memakai baju? Aku terbiasa seperti ini dengan Pier, ....hidup di sini tidak mudah.”
__ADS_1
Brak.
Visa lalu menutup pintu kamar David dan berteriak, “Jika kamu ingin keluar, pakai dulu bajumu!!”
Visa lalu berbalik.
Hahaha.
Visa melihat Kiki basah kuyup dan berkata sambil berkata, “kamu kenapa?”
Kiki yang basah mendengar perkataan Visa lalu berkata sambil melihat ke arah badannya yang basah “Apa kamu tidak lihat.”
Visa lalu menempelkan kedua tangannya dengan berkata dengan menahan tertawa “Maaf.”
“Untung aku tidak membawa cameraku” ucap Kiki.
Lalu Kiki kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri dan Visa berangkat ke kantor kepolisian kota Hatse.
David keluar dari kamarnya dengan dengan kaos hitam sambil berpikir, “Uang yang di kasihkan Pier tinggal sedikit, lebih baik aku mencari toko yang di katakan Pier untuk mengambil tugas.”
Kemudian David keluar dari rumah tersebut dan mencari toko shoes’il.
Toko shoes’il selain menjual sepatu bekas maupun tidak, terdapat pekerjaan sampingan yaitu membunuh seorang dengan jabatan tinggi yang di beri tugas oleh penduduk sekitar yang sakit hati dengan mereka.
David berjalan ke daerah pasar, ia meliat banyak sekali orang yang berlalu lalang melewatinya dan David baru pertama kali melihat sebanyak ini orang melakukan aktivitas.
Kemudian banyak sekali yang berjualan sampai di ujung pasar, Devid melihat sebuah gang kecil dan papan nama shoes’il di atasnya.
Gang tersebut sangat sepi sekali, tidak ada seorang pun yang melewatinya.
“Apa benar toko ini yang di bicarakan,Pier. Kenapa tidak sama dengan toko yang lain,” pikir David sambil melihat papan nama tersebut.
Ketika David berjalan ke depan toko tersebut, ternyata tokonya masih tutup.
Di saat yang sama, di sebuah kantor kepolisian kota Hatse.
“Pagi” kata Visa kepada semua polisi yang ia lewati sambil berjalan ke tempat kursinya.
“Pagi” jawab polisi yang di lewati Visa.
Rey yang sedang melihat dokumen tentang kasus kejahatan melihat Visa baru saja datang ke kantor lalu berkata, “Apa kamu baru saja pindah rumah?”
Visa kemudian menaruh tasnya di atas meja miliknya sambil menjawab “Iya, aku pindah di pinggiran kota.”
Rey lalu terkejut dan menegur Visa, “Kenapa kamu pindah ke sana.”
“Harga sewanya murah,” balas Visa sambil bersandar di kursinya.
wanita yang duduk di sebelahnya lalu menyerahkan sebuah dokumen kepada Visa, “Ini, laporanmu.”
Visa lalu mengambil laporan tersebut dan berkata, “Terima kasih.”
Wanita di sebelahnya bernama sherly, ia satu tahun lebih muda dari Visa yaitu 22 tahun. Sherly menjadi kolega Visa karena ia pintar dalam hal menganalisis kasus kejahatan.
Devisi mereka terdiri dari 5 orang
__ADS_1
Dan Rey sebagai kepala devisinya dan masih terdapat sepasang kolega lagi dalam devisi tersebut.