Kill Or Love

Kill Or Love
Mu'House 2


__ADS_3

Kiki lalu menunjuk ke kamar di sebalah kanan dan kiri dengan berkata “kalian bisa memilih sendiri mau di sebelah mana.”


Visa dan David lalu melihat ke arah yang di tunjukan oleh Kiki.


Visa kemudian melihat ke arah pria bertudung jaket hitam tersebut dan berkata “aku..”


Sebelum Visa menyelesaikan perkataannya, David berjalan ke kamar di sebelah kanan.


Visa mengepalkan kedua tangannya dan berkata dengan menahan amarahnya sambil melihat David “aku ingin memukul dia setidaknya sekali saja!”


Haha.


Kiki tertawa melihat Visa lalu bertanya kepadanya “apa kamu mengenalnya?”


Visa mendengar pertanyaan Kiki lalu mengalihkan pandangannya ke Kiki dan berkata “tidak.”


Kiki menganggukan kepalanya dan mengambil kunci yang tergantung.


Melihat kiki mengambil kunci, Visa lalu berkata dengan tersenyum “biar aku yang memberikan kunci kepadanya.”


Kiki lalu menyerahkan kunci tersebut kepada Visa dan bertanya “ini, siapa namamu?”


“Namaku, Ayumi Visa. kamu bisa memanggilku, Visa.” Jawab Visa.


“Nama yang cantik, semoga kamu betah tinggal di rumahku. Namaku Kiki, ” ujar Kiki.


Visa lalu melihat kunci di tangannya dan berkata “Aku akan memberinya sebuah pelajaran,biar tahu rasa.”


“Apa kamu ingin melihat fasilitas yang ada?” tanya Kiki kepada Visa.


Visa yang sedang melihat kunci di tangannya mendengar pertanyaan Kiki lalu menjawab “tidak usah, ada barang yang harus aku bereskan.”


“baiklah, jika kamu membutuhkan sesuatu katakan saja. Aku berada di halaman belakang,” kata Kiki.


David berjalan ke kamarnya dan berusaha membukanya tetapi tidak bisa.


“Aku melupakan kuncinya,” kata David.


Lalu David berbalik dan melihat bahwa tidak ada Kiki.


David kemudian memasuki rumah dengan mengintip.


Huufftt.


Visa yang sedang membawa barang ke kamarnya melihat David sedang mengintip, lalu ia tersenyum sambil menahan ketawanya.


David kemudian berjalan-jalan di dalam rumah sambil mencari Kiki.


Lalu ia melihat Kiki sedang memegang sebuah camera dan menghampiri ke depannya.


Kiki yang sedang ingin memotret sebuah bunga di taman, seketika ia terjatuh karena terkejut melihat seorang pria bertudung hitam di kamarenya lalu berteriak “astaga!”


David lalu menyodorkan tangannya layaknya meminta kepada Kiki yang terjatuh dan berkata “kunci kamarku.”


Kiki kemudian berdiri dan berbersihkan celananya yang kotor terkena tanah sambil memegang cameranya lalu berkata “sudah ku berikan kepada Visa.”


David berbalik kemudian berjalan sambil memasukan kembali tanganya ke dalam saku jaket lalu bergumam “Visa?, apa itu nama wanita tadi.”


Kiki melihat David berjalan sambil berkata “ada apa dengan pria itu?,” lalu melanjutkan kegiatannya.


Saat David sudah berada di keluar, ia melihat Visa sedang membawa barang kemudian menghampirinya dan berkata “dimana kunciku?”


“Apa kamu tidak lihat aku sedang membawa apa? Jawab Visa sambil membawa sebuah kerdus.

__ADS_1


David lalu melihat barang tersebut dan berkata “jika tidak salah ini kerdus?”


Sebelum David meninggalkan hutan, ia sempat belajar dari Pier tentang bersosialisasi dan barang-barang yang ada di luar hutan.


“Jika tidak salah?” pikir Visa sambil melihat David.


“Kamu tidak ingin membantuku?” tanya Visa.


“Untuk apa” jawab David.


Huuft.


Visa melepaskan nafasnya karena kesal mendengar apa yang di katakan olehnya kemudian Visa kembali berjalan ke kamarnya.


David melihat Visa berjalan lalu mengikutinya.


Saat sampai di depan pintu kamar, Visa berkata kepada David di belakangnya sambil membawa barangnya “hey, tolong membukakan pintu ini untukku?”


David lalu menunjuk dirinya sambil berkata “aku?”


Visa melihat bahwa pria tersebut masih bertanya tentang siapa yang membuka kan pintunya lalu berkata “apa ada orang lain di sini?”


David lalu mengamati sekelilingnya lalu berkata “tidak ada.”


“Jika tidak ada, bisakah kamu membukakan pintu ini,” kata Visa sambil membawa barangnya.


“Untuk apa,” ungkap David.


Huuuft.


Visa lalu menarik nafasnya dan membanting barang yang ia pegang ke kaki David.


“Aduh” teriak David sambil berjikrak dengan memegangi kakinya.


Visa lalu membuka pintu nya dan mengambil kembali barang yang ia jatuhkan dan memasuki kamarnya.


Brak.


Visa lalu menutup pintu kamarnya dengan keras.


“Ada apa dengan wanita itu, kenapa sangat marah?” gumam David sambil melihat ke arah pintu.


David kemudian berbalik dan berjalan kembali lalu duduk di depan kamarnya.


Visa melihat pria tersebut melalui jendela kamarnya dan berkata dengan pelan “biarin dia di sana sampai besok.”


Matahari mulai turun berganti bulan.


David yang sedang duduk kemudian berdiri lalu berjalan ke dalam rumah, ia melihat-lihat se isi rumah sambil berpikir “kata Pier, tempat menyimpan makanan di namakan kulkas.”


“Dimana kulkas?” tanya David yang melihat Kiki yang sedang memasak.


”Di sana,” kata Kiki dengan menunjuk sambil memasak.


David lalu berjalan ke arah yang di tunjukan oleh Kiki.


“kamu ingin makan apa?” tanya Kiki yang selesai memasak.


David menghiraukan perkataan Kiki dan berjalan ke arah kulkas lalu membukanya.


David melihat isi dari kulkas tersebut, terdapat daging ayam lalu mengambilnya.


“Apa yang dia lakukan” kata Kiki yang melihat David membuka kulkas sambil memasak.

__ADS_1


Saat David membawa daging segar, Kiki berkata “tunggu itu belum di ma...”


Sebelum Kiki menyelesaikan kalimatnya, David langsung menaruh uang di atas meja dan berjalan keluar..


Kiki bingung melihat David menaruh uang di atas meja lalu berkata “kenapa dia memberikan uangnya?”


“Kata Pier, jika kamu ingin sesuatu kamu harus memberikan uangmu, jadi ini maksudnya,” pikir David sambil membawa daging ayam mentah.


Saat David berjalan keluar, ia berpapasan dengan Visa.


“Apa yang di bawa oleh orang aneh itu?” tanya Visa kepada Kiki yang sedang membawa makanan.


“Aku juga tidak mengerti, lihat itu dia menaruhnya di sana” jawab Kiki sambil menaruh makanan di atas meja.


Hahaha.


Visa tertawa meliat uang di atas meja.


“Aku sudah menyiap kan makanan, ayo makan bersama” tanya Kiki kepada Visa.


Visa kembali berjalan lalu membuka kulkas dan ia melihat terdapat buah apel kemudian mengambilnya sambil berkata dengan menunjukan buah apel kepada Kiki.


“tidak usah, ini saja cukup," ucap Visa.


Visa lalu berjalan ke kamarnya.


Kiki kemudian melihat makanan yang ia siapkan sambil berkata “terus, ini siapa yang makan?”


Saat Visa melihat kamarnya gelap ia berkata “kenapa gelap? Perasaan aku sudah menyalakan lampunya.”


Visa lalu membuka pintu kamarnya dan menyalakan lampu.


Saat Visa berbalik.


“wahhhhh” teriak Visa yang terjatuh ke belakang dengan apel yang terlempar ke atas akibat terkejut melihat David berada di kamarnya.


David yang sedang makan daging ayam mentah melihat Ista hampir terjatuh, ia langsung merangkul pinggang Visa dan mengambil apel yang terlempar ke atas dengan daging ayam mentah di mulutnya.


Visa menatap wajah David hingga terpana, lalu tersadar.


“Lepaskan!” teriak Visa.


Visa lalu mengambil apelnya yang berada di tangan David sambil berkata “apelku.”


“Kenapa kamu ada di sini!!” bentak Visa kepada David.


“Aku ingin tidur” jawab David.


“Ini kamar wanita!” teriak Visa.


David lalu mengamati kamar Visa dan berkata “bukannya sama saja?”


Visa melihat bahwa David sedang melihat se isi kamarnya lalu berkata dengan keras “apa yang kamu lihat!”


Visa lalu mendorong David keluar dari kamarnya sambil berkata “kembali ke kamarmu.”


“Kunciku?” tanya David yang sedang terdorong oleh Visa.


Saat David sudah berada di luar, Visa langsung mengambil kunci yang tergantung lalu melemparnya sambil berkata dengan keras “ambil kuncimu!”


David lalu menangkap kunci tersebut dan berpikir sambil melihat pintu kamar Visa “kenapa dia marah? Aku sama Pier biasa tidur bersama.”


Visa yang berada di dalam kamarnya bergumam "apa yang di mulut nya tadi, bukankah itu daging ayam?"

__ADS_1


Hahahaa.


Visa lalu tertawa sambil berjalan ke kasurnya.


__ADS_2