
Hallo guys, Author come back, maaf nih baru up, jangan marah ya.
Aku juga seneng banget banyak yang suka sama cerita ini, banyak bac*t dah yu mulai.
***
POV ALVIN ....
"Aku nggak tahu Ma, tapi kalau itu permintaan Mama aku akan usahakan," jawab Alvin.
"Alvin pulang dulu ya," pamitku pada Mama.
"Mama ikut ya nak, udah lama Mama nggak ke rumah kamu," pinta Mama memaksa.
'Bagaimana ini, Mama pasti akan salah paham,' batinku.
Sungguh ini di luar espektasi, batin bicara ini, yang dilakukan berkata lain, aku MENGANGGUK.
"Yu kita berangkat!" ajak Mama.
***
"Ma, Alvin ke kamar dulu ya, Mama masuk aja." Mama mengangguk.
POV AUTHOR ....
__ADS_1
Mama Alvin hanya berjalan-jalan melihat ruangan yang ada di rumah Alvin, hingga tak sengaja melihat sosok perempuan yang berhijab lebar di kamar bagian ujung.
"Kamu siapa nak? saya belum pernah melihat kamu," tanya Mama Alvin.
"Saya Nissa Tante," jawab Nissa kemudian melanjutkan ucapannya, "Dan saya wanita yang ditolong oleh kak Alvin."
"Bagaimana ceritanya? setahu Mama Alvin itu kejam dan tidak peduli pada orang, kecuali yang dia sayangi."
Kemudian Nissa menceritakan dari a-z tanpa ada yang tertinggal, kecuali tentang ke kudetannya haha.
"Oh begitu, kalau begitu kamu harus panggil Tante ... Mama, sama seperti yang Alvin panggil."
Nissa mengangguk dengan senang hati, dia merasa seperti mempunyai orang tua pengganti, karena Mama Alvin memperlakukannya dengan baik.
"Apa Alvin macam-macam sama kamu sayang? Awas aja kalau dia macam-macam," tanya Mama Alvin geram karena tahu kelakuan anaknya yang sering melakukan tindak kekerasan.
"Tidaklah, mana berani Alvin macam-macam dengan orang yang Alvin sa—" Alvin segera menutup mulutnya dengan cepat.
Mama Alvin heran dengan apa yang dikatakan anaknya lebih tepatnya kepo apa kelanjutannya.
"Sa ... apa?" tanya Mama Alvin dengan nada menggoda.
"Sa ... sa ... NISSA ya maksud Alvin itu Nissa," jawab Alvin tak masuk akal.
Dalam hati Alvin menggerutu atas ucapannya yang tidak masuk akal, dan juga kenapa ia selalu jadi beg* saat di depan Nissa, saat ini dia malu sekali.
__ADS_1
"Haaa?!? Jawaban kamu nggak masuk akal banget," sarkas Mama Alvin.
"Sudahlah Ma tidak usah dibahas lagi!" ucap Alvin karena sudah tidak tahan dengan wajahnya yang panas, tapi dia langsung memalingkan muka.
"Alvin kenapa kamu nggak ngasih tau ke Mama kalau ada si cantik Nissa di sini?"
"Ya Alvinkan takut Mama salah paham nantinya, sekarang juga sudah tahukan?" Mama Alvin pun hanya mengangguk saja.
Nissa? Dari tadi dia mematung mendengar ucapan Alvin, sungguh dia sangat malu.
'Ummi tolong anakmu ini, dia sangat malu sekali,' batin Nissa.
"Alvin bagaimana kalau kamu turuti permintaan Mamamu ini sekarang saja," pinta Mama Alvin.
"Permintaan yang mana Ma?" tanya balik Alvin karena heran dengan perkataan Mamanya.
"Ituloh, tapi kamu jangan marah ya?"
Alvin heran sekaligus penasaran dengan perkataan Mamanya barusan.
"Iya-iya Alvin nggak bakal marah, tapi apa Ma?" tanya Alvin tidak sabaran.
"Mama tahu kok kalau Alvin suka sama Nissa, jadi bagaimana kalau kamu nikah aja sama Nissa?" tanya Mama Alvin pelan takut anaknya marah.
"APA?!?" di dalam hati sebenarnya Alvin sangat senang tapi dia takut kalau nanti Nissa akan menolaknya, jujur dia berasa nyaman jika berada dekat dengan Nissa.
__ADS_1
Lalu apakah jawaban Nissa?