Kisah 4 Sepupu

Kisah 4 Sepupu
dia adikku


__ADS_3

"abannngggg.......!"pekik Rizma saat melihat kulkas sudah tak ada lagi susu pisang miliknya.


semua orang di apartemen itu berkumpul didapur saat mendengar suara Rizma dari dapur.


"kenapa!!!" ucap Herman dan yang lain.


ya di apartemen itu ada 4 orang sepupu. sepupu tertua adalah Patra lalu Herman ,Rizma,dan saudara terakhir bernama Riska.


"ini kenapa susu Ima gak ada semua. cuman ini dan ini pun gak ada isi!!." ucapnya ya Rizma terbiasa dipanggil Ima dari keci oleh keluarga nya dan Riska terbiasa dengan panggilan ka.


semua melirik tajam Herman yang biasa di panggil Abang Eman oleh adik - adik nya atau sepupu nya.herman cengengesan mambuat semua orang geram oleh tingkah nya yang suka nyelonong tanpa permisi.


"Abang ini makin hari makin jadi kelakuan nya ya pertama cake dikulkas lalu pizza dikasih kucing terus ini nanti apa lagi!!."omel Riska yang geram pada kakak sepupunya itu.


yah minggu lalu Herman mencuri pizza milik Riska dan dia bawa ke balkon lalu masuk kembali hendak mangambil minuman soda dan saat kembali pizza itu sudah habis di makan kucing.


"sudah sudah ini masih pagi jangan bikin ribut lebih baik kita sarapan dulu Ima ka kalian masak nanti Abang sama kakak bakalan siapin kebutuhan kuliah kalian oke." ucap Patra menyudahi pertengkaran itu.


"oke." ucap mereka serempak.


mereka pun menjalan kan tugas masing masing.pertengkaran seperti ini sudah biasa terjadi di apartemen ini dan pasti sang pembuat rusuh itu Herman.

__ADS_1


"kapan kejahilanmu itu berhenti hmm..." lirih Patra yang geleng geleng kepala oleh tingkah adik nya itu.


"hehehe hanya penghibur saja kak dirumah ini rasanya tanpa melakukan kejahilan ini aku hampa"ucapnya mengundang toelan kepala dari Patra.


"ini sudah selesai ayo kita kedapur kakak lapar oke."ucap Patra.merekapun pergi ke dapur untuk mendiamkan cacing cacing yang sudah meronta ingin diberi makanan.saat mereka kedapur makanan sudah tersusun makanan yang begitu menggugah selera mereka.


"hhmmm...sedap nya bau masakan adik aku."ucap Herman yang langsung mengambil ayam kecap di meja.


"eh Abang ayam nya jangan di ambil ini buat makan bukan buat cemilan Abang."ucap Rizma yang kesal karna Abang nya main nyelonong mengambil ayam kecap nya.


"udah ayo makan nanti kalian telat ke kampus."ucap Patra yang memang menjadi seseorang yang selalu menyudahi pertengkaran ini.


"udah selesai semuanya kakak sama Abang bakalan anter kalian ke kampus ya."ucap Patra.


"tapi kak bisa berhenti dulu gak di toko cake langganan aku."ucap Riska.


"iya nanti kita mampir dulu."ucap Herman.


merekapun berjalan menuju lift kelantai paling bawah.ketika mereka melihat ke dua sejoli ingin menghampiri mereka.


... "hai udah hampir satu bulan kita gak ketemu eh pas ketemu ternyata lagi berduaan bersama pria lain lumayan juga penampilan nya eh apa ini cuman pacar bayaran aja?."seringai Erik menunjukkan bahwa ia tak percaya ini pacar dan lebih percaya itu adalah pacar bayaran....

__ADS_1


"ini cowok yang udah jadi mantan kamu Ima."ucap Patra.


"iya gua mantan nya Rizma tapi gua kasih saran jangan mau di tipu sama kecantikan wanita ini dia memang cantik dan manis tapi siluman."ucap Erik dengan seringai licik nya.


...dan langsung dapat tinjuan maut dari Herman dan tendangan keras dari Patra mereka tidak terima adik mereka dihina seperti itu....


"ingat ucapan saya jangan pernah berani menghina 'adik' saya kalau masih ingin bernapas."ucap Patra yang sengaja menekan kata adik ia geram akan ucapan Erik tadi.


untung saja sekitar wilayah parkiran sepi jadi tak ada orang yang melihat mereka.


"ayo kita semua pergi Tinggalkan buaya darat ini."ucap Patra.


saat Patra melangkah beberapa langkah namun tiba-tiba saja ada yang memegang tangannya dan saat berbalik Erik sudah berdiri walau sepoyongan.


"baca kartu nama itu."ucap Erik


namun bukannya dibaca malah di masukkan ke saku celana nya.


*****


hai beb ini bab pertama aku ya terus dukung aku biar novel ini bisa tuntas

__ADS_1


__ADS_2