Kisah 4 Sepupu

Kisah 4 Sepupu
alamat kena pecat


__ADS_3

Rizna pun dibuat pusing harus menjawab pertanyaan yang mana dulu. Dengan cepat Riska mengambil ponsel yang di pegang Rizma dan berkata.


[Heh! kalo nanya tu satu satu liat kakak gue jadi bingung. ]


[mana abang tau kan ini panggilan suara.]ucap Arnet dengan polos nya.


[dasar abang bangsat!!. ]


[shitt awas lo minggu depan gua kesana. ]ucap Arnet dengan tegas. keringat dingin seketika memenuhi wajah Riska.


[Aishh..... aku hanya bercanda bang jangan di ambil hati.]


[bodo amat sekarang serahkan ponselnya ke ima atau akan kutarik fasilitas mobil yang kau tumpangi sekarang. ]


Dengan kesal Riska memberikan ponsel milik nya ke Rizma.


[halo bang ini ima jangan tarik fasilitas ka ya. ini mobil kesayangan ka.]ucap Rizma dengan nada yang lembut membuat hati siapa saja akan meleleh.

__ADS_1


[Baiklah tapi minggu depan aku akan tetap kesana ada orang yang mengajak bekerja sama.]


[oohh... baiklah kutunggu kedatangan abang.]


[I love you.]


[I love you so much adikku tersayang.]


Riska merebut ponselnya dan berkata.


[oke abang ku tersayang bye bye.]dengan cepat ia mematikan panggilan itu.


"yah mungkin sekarang kau bisa bebas tapi tak dengan minggu depan." Rizma tertawa cekikikan sementara Riska masih dengan senyum mengembang setidaknya ia tidak dikekang selama seminggu seperti di masa silam di mana ia harus dikawal dengan sepuluh mobil Bodyguard yang masing masing mobil memiliki 5 orang Bodyguard. Bagi Riska kebebasan adalah segalanya. mereka melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda. singkat cerita aja ya gays. Riska memarkirkan mobil di Rumah makan nasi goreng. ya Riska dan Rizma sengaja memarkirkan mobil agak jauh karena ingin disangka orang miskin.(tergantung yang mereka lihat.)


ketika Rizma dan Riska mendarat bokongnya ke salah satu meja tiba-tiba.


"Hheeiiii....!!! disini bukan buat sampah masyarakat seperti kalian." ucap salah satu pelayan dengan wajah sombong.

__ADS_1


walaupun Rizma dan Riska memakai baju agak lusuh tapi bagi mereka masih layak pakai.


"maaf kak kami ingin makan disini jadi tolong catat pesanan kami." ucap Rizma.


"heeh!!! apa kalian tuli. saya bilang yah disini tu tempat kolage kolage nya perusahaan besar. kalian mana pantas disini." ucap pelayan itu dengan kasar.


"hehh....!!! anda sudah bosan sudah bosan kerja. Ups!! oh iya saya belum memperkenalkan diri. Dengar baik baik yah nama saya adalah Rizma Alea Alexander saya asal Paris dan saya sedang melanjutkan kuliah saya di Indonesia." Ucap Rizma dengan elegan.


"cihh...!! mentang mentang nona alea dan nona Riska tidak pernah menunjukkan wajah nya jadi anda bisa dengan mudah mengaku."


"heeii... ada apa disini mengapa kalian Ribut-ribut disini." terlihat seorang pria bertanya. pria itu membelalakkan mata ketika melihat Rizma dan Riska.


"maaf tuan Herman pengemis ini mengaku sebagai nona alea dan nona Riska. namun melihat penampilan mereka yang miskin dan saya sebagai bagian dari Restoran ini berniat ingin mengusir nona ini." ucap pelayan itu panjang lebar namun merendahkan.


"abang dia mengantakan aku miskin." ucap Riska bergelayut manja kepada Herman.


Herman mengelus kepala adik nya dengan penuh kelembutan membuat pelayan itu tercengang.mati aku pasti ini alamat kena pecat. aduh gimana ini gaji disiniian besar sial banget ketemu dengan nona alea dan nona Riska. batin pelayan itu dengan keringat dingin.

__ADS_1


"kaauuuuuu!!!


__ADS_2