
tibanaya di Indonesia....Kanaya pun sampai didepan rumah kakeknya yg disambut kakeknya dan mertua , sama calon suami
" kakek..." ucap kanaya dingin
" Naya..." ucap kakeknya girang
" nona...." ucap Rio
" hmmm..." ucap Kanaya
" nona bagai mana dengan Blac....." ucap Rio yg terpotong karena injakan kaki kanaya
" black..." ucap arka calon suami Kanaya
" maksud saya bagaimana dengan minuman yg anda pesan..." ucap Rio gugup
" iya tuh bener...." ucap Kanaya sambil tatapan pembunuh kepada Rio
" ayo dong masuk , Kanaya pegel nih berdiri...." ucap Kanaya
" nona perlu kursi..." ucap Rio
" ga perlu...." ucap Kanaya
" katanya pegel..." ucap Rio
" dasar bodoh..." ucap Kanaya sambil melangkah masuk kedalam rumah
merekapun duduk dan mendiskusikan pakaian pernikahan...
" gimana kalau kanaya sekarang aja pilih baju pengantinnya...." ucap kakek arka
" oh , ga usah tuan saya sudah memiliki pakaian pengantin..." ucap Kanaya
" nona...." ucap Rio
" apa..." ucap kanaya ke pada Rio
Rio pun membisikan sesuatu kepada kanaya...
" APA...." ucap Kanaya teriak
" ada apa Nay...." ucap arka calon suami Kanaya.
" oh , maaf ya..." ucap Kanaya sambil tersenyum palsu
ga lama kemudian ada seorang pelayan baru yg sedang membawakan minuman untuk Kanaya , arka , kakek Rudi , dan kakeknya dan dia juga sudah memasukan racun kedalam minuman mereka...
" permisi nona..." ucap pelayanan tersebut
__ADS_1
" sebentar, sepertinya aku baru lihat kamu nona..." ucap Kanaya
" iya nona saya baru 1minggu di sini nona..." ucap pelayanan itu
calon suami, kakek Rudi, dan kakeknya mau meminum minumannya dihalangi oleh Kanaya
" kalian ga boleh minum itu..." ucap Kanaya
" kenapa..." ucap kakeknya
" apa nona , mencurigai ku..." ucap pelayanan itu
" sepertinya begitu...." ucap Kanaya
ucapan dan tatapan kanaya membuat pelayanan baru itu takut dan salah tingkah
" saya tidak memasukkan racun pada minuman kalian..." ucap pelayanan itu
" hohoho , teryata kecurangan ku benar ya bahwa kamu memadukan racun kedalam minuman kami..." ucap Kanaya
" tidak..." ucap pelayanan itu
" kalau tidak, bolehkan kamu buktikan pada ku wahai nona bela..." ucap Kanaya dengan tatapan pembunuh
" tidak mau..." ucap bela
" oke baiklah akan ku buktikan dengan menyiram air minum yg diberikan nona kepada tanaman ini...." ucap Kanaya
" lihat lah nona...." ucap Kanaya
" aku....aku.....tidak bermaksud begitu Kanaya" ucap bela
" to the point aja , kamu di suruh siapa bela..." ucap Kanaya
" aku ga akan kasih tau kamu..." ucap bela
" oh begitu kah...." ucap Kanaya yg mengambil pistol miliknya yg diarahkan kepala bela
" baiklah aku kan kasih tau kamu..." ucap bela
" dia adalah Kimberly...." ucap bela
" Kimberly..." ucap arka
" kamu mengenalnya...." ucap Kanaya
" dia mantan pacar aku..." ucap arka
" oh gitu...." ucap Kanaya
__ADS_1
" kamu di bayar berapa sama dia...." ucap Kanaya
" 1 miliar...." ucap bela
" demi uang kamu berani meracuni keluarga ku , lihat besok markas mu akan hancur...." ucap kanaya yg berbisik kepada bela
" maaf , maafkan saya...." ucap bela
" maaf katamu , tidak akan...." ucap Kanaya
dor...dor...dor...
" Rio bereskan mayat dia..." ucap Kanaya
" apa saya harus membuangnya...." ucap Rio
" pertanyaan yg sangat bagus untuk orang bodoh seperti mu..." ucap Kanaya
" maaf..." ucap Rio
" kamu tak perlu membuangnya , aku akan kasih mayat itu ke gen bos dia..." ucap kanaya
" kamu tak perlu pergi jauh-jauh ke sana...." ucap arka
" karna bosnya ada di sini..." ucap arka
" oh oke....kasih mayat itu kepada dia Rio..." ucap kanaya
" baik nona...." ucap Rio
Kanaya pun pergi ke kamarnya dan Menganti pakaiannya....tak lama kemudian Kanaya turun dari dalam kamarnya dan melempar pakaian yg kotor terkena darah....
" buang itu Rio..." ucap Kanaya
" baik nona..." ucap Rio
" kamu itu sebenarnya siapa kanaya...??? " ucap arka
" kamu ga perlu tau arka..." ucap Kanaya
" ya sudah , kapan pernikahan akan di laksanakan...." ucap Kanaya
" besok..." ucap arka
" oke , besok acaranya...." ucap Kanaya
" kalau gitu kami pamit pulang dulu..." ucap kakek Rudi
" aku tunggu besok sayang...." ucap arka
__ADS_1
" selamat malam sayang..." ucap Kanaya
" malam juga..." ucap arka