Kisah Cinta Daddy

Kisah Cinta Daddy
Digebrek?


__ADS_3

"Pacarnya ya Dad?" pertanyaan Nongsi tak dibalas oleh Fortan dia hanya mematung dan seperti memikirkan sesuatu.


"idih Daddy jawab dong ....," pinta Nongsi.


"Daddy gak punya pacar," sahut Fortan menahan air mata. Entah apa yang dipikirkan oleh pria berkumis tipis dan berjagun itu.


"Hahaha dasar jomlo ....," spontan Nongsi. Dada Fortan mendadak sesak pasalnya pria disampingnya tersinggung dengan perkataan jomblo yang dikatakan oleh Nongsi tadi.


"Awwww, sakit Dad. AMPUN!" seru Nongsi. Pria itu memegang lengan Nongsi dengan kuat hingga rasanya mau patah.


"DAD STOP! Nongsi salah apa?" tanya Nongsi.


Fortan mulai menyadari bahwa dirinya telah melakukan kesalahan dengan menyakiti Nongsi yang tidak tahu apa-apa tentang masalalunya.


"Sorry, Daddy lupa kalau kamu tidak tahu sebenarnya Daddy gak jomlo. Dulu ...." Fortan tidak melanjutkan kalimatnya membuat Nongsi penasaran sampai memperhatikan tiap kalimat Fortan tadi.


"Dulu apa?" tanya Nongsi.


"Sudah masuk kelas sana," kata Fortan seakan menutup pembicaraan tadi tanpa ada persetujuan dari Nongsi.


Nongsi patuh saja. Ia tak mau jadi pelampiasan kekesalan Fortan yang entah kenapa.


Di dalam mobil Fortan ....


[Tissi sayang. Kenapa kamu menikah? Bukankah kamu berjanji tidak akan menghianati cinta kita. Kenapa dulu kamu menghilang tanpa kabar Tissi.]batin Fortan melihat foto Tissi saat bersamanya.


Triinggg


Ada seseorang yang nelpon. Diangkatlah oleh Fortan.


"Halo? Assalamualaikum. Dengan siapa ini? Kalau tidak penting maka saya akan menutup telponnya." tanya Fortan.


"Saya Pak! Saya lapar," rengek Sayla.


Mata Fortan membulat. Ia baru ingat meninggalkan wanita di hotel sendirian. Ia juga berjanji akan bertanggung jawab dan menstranfer.


"Oiya saya lupa transfer yah. Saya juga lupa pesankan makanan buat kamu. Nanti makanan akan datang okay!" ucap Fortan.


Beberapa detik Fortan menunggu jawaban dari seberang telpon. Namun tak kunjung ada jawaban. Terrpaksa Fortan menutup gawainya dan langsung memesankan makanan.


Sebenarnya yang terjadi ....


Sayla menahan kesakitan dikepalanya Sungguh sakit seperti tertusuk puluhan jarum. Dillemparlah gawainya yang tadi masih menelepon Fortan kelantai hingga menimbulkan retakan.

__ADS_1


"Kenapa aku kesakitan? Sebenarnya apa yang aku derita? Ibu dan ayahku jahat sekali. Mereka menjualku, untung ada pria tak bersayap ituh," lirih Sayla.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu tidak dihiraukan oleh Sayla. Ia masih merasakan sakit yang begitu hebat dibagian kepalanya.


Terpaksa kurir makanan menelpon pada Fortan.


Tringgg


"Pasti si penganggu lagi!" umpatnya tanpa melihat nomor sipenelpon.


"Hei si penganggu! Apa lagi? Bukannya ...."


"Maaf Pak ini saya kurir makanan.Saya sudah sampai di hotel dan nomer kamar yang bapak kasi tahu. Namun beberapa kali saya ketuk tidak ada jawaban atau seseorang yang membukakan pintu. Tolong jangan nakutin saya ya Pak! Saya mohon jangan bohongi saya dengan menjebak saya seperti ini, Saya masih punya anak istri belum lagi kalau saya punya cucu. Jangan bunuh saya dihotel ini dengan berkedok memesan makanan," ucap Kurir diseberang.


"Goblok!" umpat Fortan di dalam hati.


"Pak Pak kenapa telponnya gak dijawab?" tanya kurir yang masih ngerocos kayak petasan.


"Terserah Lu kurir," batin Fortan.


**


"Cepat buka kamar ini memakai kunci cadangan jangan sampai wanita itu mati kelaparan gegara saya!" perintah Fortan pada petugas hotel. Segera petugas itu membuka kamar hotel dengan menggunakan kunci cadangan.


BRAKKK!


"Astaga!" pekik Fortan langsung menghampirri si wanita.


"Apakah kamu sudah mati?" tanya Fortan memegangi kepala Sayla lalu menaruhnya dipaha.


Sayla mengerjap lalu berkata,"Ayung."


Betapa kagetnya Fortan saat menyadari jika wanita yang ditolongnya menyebutkan sebuah nama panggilan sayang yang biasa disebut Tissi..


[Apa yang dia sebutkan tadi? Bukankah itu panggilan Tissi padaku? Dasar wanita aneh.] batin Fortan.


"Dasar wanita aneh," lirih Fortan.


"Wanita aneh? Maksud Tuan?" tanya Sayla.


"Eh bukan apa-apa," ketus Fortan.

__ADS_1


"Makasih Tuan sudah mau menjenguk keadaan saya disini saya ....."


"Sudah jangan bawel, ini makanan untukmu," kata Fortan menyodorkan makanan yang sudah ia pesankan pada kurir.


Sayla sangat bahagia karena Fortan memberikan makanan.


"Makasih Tuan. Tapi Tuan tidak perlu repot-repot buat nyuapin saya. Saya bisa kok makan sendiri," tolak Sayla.


"Hahahah jangan kepedean kamu ya! Siapa juga yang mau nyuapin kamu? Hah?! Kamu kan punya tangan! Jadi kamu makanlah memakai tanganmu sendiri. Apa gunanya punya tangan jika tidak digunakan?" tanya Fortan sinis pada Sayla.


Sayla yang mendadak malu karena sudah mengira bahwa Fortan akan menyuapinya padahal Fortan pria yang cuek pada wanita selain Tissi kekasihnya dan anak angkatnya Nongsi.


"Ganas banget sih," lirih Sayla tapi masih bisa didengar oleh Fortan.


Fortan hanya diam pura-pura tidak mendengar kekesalan dari Sayla. Pria itu membantu wanita itu untuk duduk. Sayla dengan lahap memakan makanan yang dipesan oleh Fortan tadi.


Meski Sayla tidak disuapi oleh Fortan. Namun Sayla senyum-senyum sendiri melihat Fortan yang masih memegangi lengannya.


"Lahap banget makanannya. Udah kayak gak makan berapa abad ajah," kata Fortan.


Sayla masih fokus saja dengan makanannya sambil senyum-senyum. Tiba-tiba jantung Sayla seakan mau melompat saat Sayla menoleh ke arah Fortan dan wajah mereka begitu dekat. Ya Fortan tepat berada dibelakang Sayla sambil memegangi Sayla, pria itu takut jika Sayla pusing lagi. Mangkanya Fortan memeganginya.


"Tuan tidak usah pegangi saya," ucap Sayla gugup karena merasa tidak nyaman jarak mereka sangat dekat. Sedangkan Fortan tidak merasakan apa-apa.


"Kenapa?" tanya Fortan yang polos dan tidak mengetahui jika Sayla sudah tidak sanggup berada dengannya terlalu dekat.


[Pria ini bisa membuatku gila. Kalau lama-lama dekat begini aku bisa jatuh cinta? Hah emangnya aku sekarang gak jatuh cinta gitu? Tauk ah pusing] batin Sayla.


"Gak papa Tuan. Tapi saya merasa gak nyaman aja. Saya mau makan disana aja ya. Tuan gak perlu megangi saya. Saya udah mendingan kok," ucap Sayla berbohong. Sebenarnya kepala Sayla masih sakit dan berdenyut.


"Oh gitu," ucap Fortan ketus.


[Tuan apa pantas saya yang seorang pelacur yang pernah dijual oleh kedua orang tua saya, mulai mencintai Tuan? Apakah saya pantas untuk Tuan? Memang kemaren saya lolos dari lelaki mata keranjang akibat Tuan menolong saya tapi sebelumnya saya sudah berhasil dijual dan saya sudah tidak perawan. Sepertinya saya harus menjauhi pria agar saya tidak bisa mencintai siapapun yang akan merugikan bagi pria jika mencintai saya.] batin Sayla.


Bukan hanya di dalam hati Sayla menangis tapi tak terasa ia meneteskan air mata.


"Kamu kenapa?" tanya Fortan.


"Gapapa Tuan," jawab Sayla berbohong. Sayla akan berencana kabur dari hotel dan menjauhi Fortan supaya Sayla tidak bisa jatuh cinta.


Brukkk


Keduanya kaget ada pintu yang terbuka dan ada seseorang yang melihat garang ke arah mereka berdua. Tangan-tangannya mengepal kuat. Mata nanar terpancar seakan tak suka melihat mereka berdua.

__ADS_1


Siapakah itu? Yuk ikuti terus lanjutannya. Kalian di tim Nongsi, Tissi, atau Sayla? Komen dibawah!


__ADS_2