Kisah Cinta Dokter Kandungan

Kisah Cinta Dokter Kandungan
aku mau


__ADS_3

"win, aku suka sama kamu, kamu mau nggak jadi pacar aku?"


wina melamun teringat saat masa sekolahnya dulu bersama widi.


"win kok malah ngelamun sih?" ucap widi sambil melambaikan tangan di depan wajah wina


"eh apa?" jawab wina kaget


"kamu mau nggak win balikan sama aku, kita kan uda cukup lama saling mengenal lagi" jawab widi


"aku....." wina terdiam tidak melanjutkan kata-katanya


"maafin aku kalo dulu uda ngecewain kamu, tapi aku janji mulai sekarang aku akan berusaha jadi yang terbaik buat kamu win. aku janji gak bakalan nyakitin dan ngecewain kamu lagi. aku gak mau kehilangan kamu lagi win" ucap widi dengan wajah serius.


"boleh nggak kalo aku minta waktu sebentar?" jawab wina

__ADS_1


"jangankan sebentar, setahun, dua tahun atau bahkan sepuluh tahunpun aku akan menunggumu win" jawab widi tersenyum


"apaan sih gombal banget" jawab wina dengan wajah memerah


makanan dan minuman pun datang. mereka segera menyantapnya sambil sesekali mengobrol. selesai makan mereka melanjutkan jalan-jalan menyusuri pantai dan bermain air. tak terasa waktu sudah siang. wina sudah lelah dan merasa kepanasan. mereka pun segera berganti pakaian karena basah kuyup saat bermain air. kemudian mereka memutuskan untuk pulang.


mereka menaiki motor dengan kecepatan sedang sambil sesekali mengobrol. saat widi sedang fokus mengemudi tiba-tiba wina melingkarkan lengannya memeluk widi dari belakang. seketika widi kaget dan segera menepikan sepeda motornya dan kemudian berhenti. wina terkejut ketika widi berhenti dan hendak menarik tangannya namun kalah cepat, widi sudah terlebih dulu memegang tangan wina. ia menoleh pada wina.


"win, apa artinya ini kamu nerima aku? kamu mau balikan sama aku?" tanya widi dengan wajah serius


widi tersenyum bahagia mendengar jawaban wina. ia menggenggam erat tangan wina.


"makasih ya win udah ngasih aku kesempatan lagi. aku mencintaimu win, aku akan berusaha jadi yang terbaik biat kamu dan aku akan jagain kamu selamanya win" ucap widi sambil menatap wina


"aku juga mencintaimu" jawab wina malu-malu sambil menyembunyikan wajahnya di punggung widi membuat widi tersenyum gemas melihat tingkah wina yang malu-malu.

__ADS_1


mereka pun melanjutkan perjalanan, namun widi tak ingin pulang. ia masih ingin bersama dengan kekasihnya tersebut. akhirnya mereka memutuskan untuk menonton film dan juga makan siang bersama. mereka terlihat serasi dan sangat bahagia membuat orang lain yang memandangnya iri.


hari sudah menjelang sore saat wina dan widi dalam perjalanan pulang.


"sayang" panggil widi saat masih di perjalanan, namun wina diam saja tak menyahut.


"sayang kok diem aja sih dipanggil nggak ngejawab" protes widi


"eh manggil aku ya, maaf aku belum terbiasa hehe" jawab wina tak merasa bersalah


"kita kan udah jadian yank, ya kali aku manggil nama kamu" jawab widi


"tapi aku malu kalo harus manggil kamu kayak gitu" gumam wina pelan


"ya udah deh terserah kamu aja mau manggil apa" jawab widi kesal

__ADS_1


wina sungguh malu jika harus memanggil widi dengan sebutan 'sayang' apalagi jika ada orang lain yang mendengar. namun tentu juga tak enak jika tetap memanggil nama. setelah berpikir cukup lama dan mendiskusikannya dengan widi akhirnya wina memutuskan memanggil widi dengan sebutan 'mas'.


__ADS_2