Kisah-Kisah Menggugah Jiwa; Para Nabi, Shufi & Orang Shalih

Kisah-Kisah Menggugah Jiwa; Para Nabi, Shufi & Orang Shalih
MBAH YAI MARZUQI Lirboyo, Saat NABI KHIDIR Bertamu Kepadanya


__ADS_3


Mbah Yai Marzuki Dahlan; Lirboyo


“Bahwa Allah SWT. merahasiakan 5 (Lima) hal dalam 5 (Lima) hal. Salah satunya adalah Allah merahasiakan keberadaan kekasih-Nya (wali-Nya) di antara manusia.”


\=\=\=•~•\=\=\=


Syaikhana Mbah Yai Marzuqi Dahlan adalah figur yang amat tawadhu’. saking tawadhu’nya teman-temannya bahkan para santri meragukan ke‘alimanya bahkan dianggap tidak mumpuni dalam membacakan kitab.


Allah yarhamuhu...


Mbah Yai Marzuqi bukan sembarang kiai. sejak masih nyantri kepada Mbah Yai Abdul Karim (Mbah Manab), sudah tampak kelebihannya dibandingkan santri lainya, yakni : beliau mampu mendeteksi posisi Nabi Khidir ‘alaihissalam.


Kenapakah Mbah Yai Marzuqi tak terlihat kelebihanya ?

__ADS_1


Syeikh Syihabudin Al Qalyubi menyebutkan dalam kitab karangannya ”An Nawadir”, bahwa Allah SWT. merahasiakan 5 (Lima) hal dalam 5 (Lima) hal. Salah satunya adalah Allah merahasiakan keberadaan kekasih-Nya (wali-Nya) di antara manusia.


Untuk apa? adalah agar kita berhati-hati atau menghormati kepada semua orang, tanpa terkecuali.


Karena kita tidak tahu siapa orang yang kita selalu kita temui, boleh jadi menurut kita orang biasa/hina tapi ternyata ia adalah waliyyullah, maka dengan begitu kita harus menghormati semua orang. Dan memang waliyyullah adalah Rahasia Allah SWT, hanya orang-orang pilihan saja yang tahu keberadaan wali-wali Allah sampai sampai di dunia per-wali-an muncul “Pameo”:


لاَيَعْرِفُ الْوَالِيَّ إِلَّا الْوَالِيُّ


“Tidak ada yang mengetahui bahwa seseorang itu wali kecuali sendiri juga wali”.


Mengenai kerahasiaan wali di antara para manusia ini saya teringat apa yang dikisahkan oleh Kiai Solichun (PonPes Nurul Hasan, Geger Tegalrejo) sewaktu saya sowan kepada beliau. beliau bercerita, bahwa pada suatu hari Mbah Kiyai Marzuqi Lirboyo kedatangan seorang tamu. Tidak seperti pada hari-hari biasanya, di mana tamu yang sowan adalah kiai atau santri berpakaian rapi. Tamu beliau kali ini memang lain dari yang lain, bermata sipit seperti orang keturunan tionghoa (bhs jawa: koyo wong cino), memakai celana pendek.


Pada saat yang bersamaan Mbah Kiai Mahrus memperhatikan tamu yang datang ini dari kejauhan.


Tanpa disangka ternyata Mbah Kiai Marzuqi menyambut tamu ini dengan penuh hormat, mencium tanganya dan melayani tamu tersebut secara istimewa.

__ADS_1


Karena terkejut dengan sikap Mbah Kiai Marzuqi terhadap tamunya, maka setelah tamu tersebut pamitan, Mbah Kiai Mahrus bergegas bertanya kepada Mbah Kiai Marzuqi siapakah tamu beliau tadi dan mengapa Mbah Kiai menyambut dengan penuh hormat (bhs Jawa:munduk-munduk), mencium tangan dan melayaninya dengan khidmat.


Mbah Kiai Marzuqi menjawab: “Kae mau Nabi Khidir, ngabari aku nek patang puluh dino maneh aku mati” (itu tadi nabi Khidir, memberitahuku bahwa 40 (empat puluh) hari lagi aku mati).”


Dan memang benar, Mbah Kiai Mahrus menghitung tepat 40 (empat puluh) hari setelah kedatangan tamu tersebut, Mbah Kiai Marzuqi dipanggil menghadap Allah SWT.


Wallahu A’lam. —


رَبِّ فَانْفَعْنَا بِبَرَگتِهِمْ، وَ اهْدِنَا الحُسْنَی بِحُرْمَتِهِمْ، وَ أَمِتْنَا فِي طَرِيْقَتِهِمْ، وَ مُعَافَاةٍ مَنَ الْفِتَنِ


“Ya Allah, ya Tuhanku. Berilah kami manfaat dengan barakah mereka (para wali), dan berilah kami petunjuk yang dengan kehormatan mereka, dan matikalah kami dalam jalan yang mereka tempuh, dan keselamatan dari semua fitnah”


\=\=\=•~•\=\=\=


Khusushan kepada semua Wali Allah, terutama kepada Mbah Yai Marzuki, Mbah Yai Mahrus dan seluruh keluarganya juga seluruh gurunya... serta kepada Syeikh Syihabudin Al Qalyubi dan Kiai Solichun juga beserta seluruh keluarganya dan gurunya.... Al-Faatihah....

__ADS_1


Aamiin


__ADS_2