Kisah Pemuda Kaya Menyamar Jadi Cleaning Service | Karya Sutrisno Sakri

Kisah Pemuda Kaya Menyamar Jadi Cleaning Service | Karya Sutrisno Sakri
bagian 121 kisah Rendi pemuda kaya menyamar jadi cleaning service


__ADS_3

Inilah kisah rendi


Seorang Pemuda Kaya


Yang menyamar jadi Cleaning servis


Sebelum mendengarkan ceritanya


Jangan lupa


Di subscribe dulu ya


Episode


121


semua orang


yang sedang makan di restoran tersebut


termasuk pemilik restoran tersebut pun


langsung terbangun


dan melihat ke arah rendi


karena sandi itu


menandakan bahwa


Orang tersebut


adalah putra pak Erlangga


karena sebelum sebelumnya


pak Erlangga Sudah berpesan


kepada semua bawahan nya


termasuk semua preman


jika kalimat tersebut


di ucapkan oleh seorang pemuda


itu artinya


pemuda itu


adalah putranya


yang tidak boleh di ganggu oleh siapapun


dan jika di ganggu


itu artinya


dia sedang bermain-main


dengan kekuasaan pak Erlangga


karena


semenjak pak Arman jadi kades


dan di biayai oleh dirinya


dan sejak itulah


wilayah tersebut sudah ada dalam genggaman nya


meskipun pak Erlangga


jarang berkunjung ke wilayah tersebut


tapi tangan kanan nya


banyak sekali di wilayah tersebut


bahkan


kemenangan pak Arman jadi kades pun


di tunggangi oleh kepentingan pak Erlangga


yang menginginkan


wilayah tersebut


di kuasai oleh dirinya


begitu juga


dengan salah satu preman


diantara mereka pun sepertinya kenal


dengan sandi tersebut


Yang di ucapkan oleh Rendi


Kemudian


Dia langsung menarik teman nya


yang sedang memegang rendi


agar melepaskan nya


namun


dia masih memegangi Rendi


dan tidak mau melepaskan nya


sehingga


ketua dari preman tersebut


langsung menampar, anak buah nya


dan berkata


lepaskan dia


atau saya tampar lagi


dia pun heran


kenapa melarang dirinya


lalu dia pun berkata


kenapa nyuruh di lepas


sudahlah


pokoknya lepaskan


orang yang kamu hajar itu


adalah putra pak Erlangga


dengan seketika


dia pun terkejut


dan langsung melepaskan nya


serius, tau dari mana


kalau dia putra pak Erlangga


apa kamu tidak dengar


pemuda itu bilang apa


Yang dia ucapkan itu


adalah sandi


bahwa jangan mengganggu nya


jika mengganggu nya


itu Artinya


sedang menggali kuburnya sendiri


jadi


kita jangan main main


kita tau


bahwa beberapa tahun silam


Yang memegang kendali Wilayah ini


bukan bos kita lagi


masih ingat


bos kita berurusan dengan nya


dan sampai sekarang ini


masih mendekam di penjara


kemudian


mereka pun


langsung merunduk


dan kaki di lipat


setengah berdiri dengan lutut


lalu berkata


maafkan kami tuan muda


maafkan mata ku ini


Yang sudah buta


dan tidak mengenali mu


Rendi pun jadi heran


sandi yang di berikan ayah nya


ternyata sangat manjur sekali


bahkan


langsung mengenali identitas nya


sebagai putra dari pak Erlangga


rindu pun jadi bingung


kenapa dirinya menjadi


pemandangan utama


Yang dilihat oleh semua orang


setelah Rendi


menyebutkan Kalimat tersebut


bahkan dia pun dikejutkan kembali


ternyata Rendi ini


begitu sangat di hormati


karena


dirinya baru pertama kali nya


melihat orang yang


begitu di hormati seperti ini


rindu pun


hanya bisa terdiam

__ADS_1


dan menggeleng gelengkan kepala nya saja


mana mungkin


saya bisa bersanding dengan nya


dia, pemuda yang sangat di hormati


sedangkan saya


hanya putri kades


yang tidak punya apa apa


sedangkan dia


punya segalanya, kata rindu


yang berkata kata dalam hatinya


sambil merundukan kepalanya


dengan tatapan ke bawah


lalu rendi pun


menjawab pertanyaan preman tersebut


baik


saya maafkan


tapi


saya minta


kalian jangan mengulangi nya kembali


jika mengulangi nya


akan tau sendiri akibatnya, kata Rendi


Yang berbicara ngasal saja


karena sebenarnya


dirinya pun bingung


kenapa dirinya sangat begitu di hormati


lalu preman tersebut pun berkata


baik


saya janji, tuan, muda


saya tidak akan seperti ini lagi


bagus deh


kalau begitu,


Oya


kalau kalian ingin makan


merasa lapar


silahkan pesan saja


sesuka hati kalian, kata Rendi


tidak, tuan muda


silahkan tuan muda saja


lanjutkan makan


seperti nya


pesanan tuan muda


sudah matang, kata preman tersebut


dia menolak


sebenarnya itu


karena takut sekali


jika Rendi marah besar


dan menghukum nya


namun


Rendi belum berpikir ke arah situ


dia malah


ngajak mereka agar makan bersama


kalian semua


duduk di meja itu


lalu mereka pun


satu persatu duduk


dengan kepala merunduk


sementara Rendi


langsung memesan makanan


yang sangat banyak untuk mereka


sehingga


pelayanan restoran pun


agak kebingungan


lalu berkata


benarkah ini


iya benar


semua yang saya pesan


tolong hidangkan


dan taro di meja mereka, kata Rendi


sambil menunjuk ke meja


Yang sedang di duduki


oleh beberapa preman


yang baru saja


mengganggu dirinya


sementara kaki tangan pak Erlangga


yang terus menjaga


keselamatan Rendi


dari kejauhan


Tanpa Rendi tau


kalau dirinya itu


sebenarnya


kemanapun


dia selalu di kawal


dan di ikuti


sebab ini


Perintah langsung dari pak Erlangga


sehingga mereka


menjaga Rendi


namun


dengan kejadian tersebut


yang tidak begitu berbahaya


sehingga mereka


hanya bisa terdiam saja


karena ini


kejadiannya persis


seperti yang di lakukan pak Erlangga


beberapa tahun silam


kepada dirinya


ketika mengganggu pak Erlangga


pak Erlangga malah memberinya makan


tapi


Rendi sedikit berbeda


kali ini


Rendi malah memesan makanan


yang begitu banyak


sedangkan rendi


setelah memesan makanan


untuk para preman


dia, bersama rindu


langsung menyantap hidangan tersebut


beberapa orang yang


sebelum sebelumnya


memandangi mereka berdua pun


sudah kembali normal


seperti sebelumnya


semuanya melanjutkan makan nya kembali


kemudian rindu berkata


tidak disangka


dengan kesederhanaan mas Rendi


kenapa mas rendi


tidak berterus terang dari dulu saja


kalau mas Rendi ini


putra pak Erlangga


kenapa harus ditutup tutupi, tanya Rindu


saya tidak menutup nutupi kok


karena inilah aku


pemuda biasa

__ADS_1


Yang belum punya apa apa


yang mapan itu


adalah orang tuaku


bukan diriku


jadi ngapain


saya membangga banggakan


kekayaan orang tua


sementara saya sendiri


belum bisa cari uang


seperti ayah ku


Tapi kan


Mas rendi Sudah bekerja


Iya sih


Tapi kan


Hanya cleaning servis saja


Cleaning servis juga


Kan sama saja


Namanya bekerja, kata rindu


Tapi kan


Tidak sesukses ayahku, jawab Rendi


lalu rindu pun terdiam


suasana pun jadi hening


di saat semua sepi


pelayanan tadi itu


membawa banyak makanan


yang ukuran 20 orang


sementara preman tersebut


hanya beberapa orang saja


preman tersebut pun terkejut


ketika melihat makanan sebanyak itu


lalu menatap ke arah Rendi


Yang berada di meja sebelah nya


lalu rendi pun melihat nya juga


dan berkata


silahkan di makan, kata Rendi


sambil tersenyum


ini bener


semuanya buat kami


iya benar


itu semua nya


untuk kalian semua


tanpa berpikir kemana mana


preman tersebut pun langsung makan


hingga kenyang


namun


makanan masih banyak


salah satu diantara mereka


mau meninggalkan meja tersebut


namun rendi melarang nya


kamu mau kemana


saya mau keluar dulu


saya sudah kenyang, tuan muda


saya minta


habis kan semuanya


mereka pun terkejut


makanan sebanyak itu


suruh di habiskan


sedangkan mereka saja


sudah kekenyangan


sementara orang


yang mengawal rendi itu pun


jadi tersenyum melihatnya


karena


terlihat dari gelagat preman itu


sudah terlalu kenyang


tetapi si Rendi


malah memintanya


agar menghabiskan semuanya


lalu preman tersebut berkata lagi


maaf tuan muda


kami sudah kenyang sekali


rasanya


perut ini


sudah mau pecah, kata mereka


yang berbicara serempak


sambil menunjukkan


Ekspresi wajah melas mereka


namun rendi


tetap dalam pendirian nya


agar mereka menghabiskan nya


jadi ceritanya


si Rendi ini


mengerjai preman


Yang sudah mengganggunya


cepat habiskan


makanan ini mahal loh


jadi sayang kalau dibuang, kata rendi


ya sudah


kalau begitu


kami bungkus saja ya


biar makanan ini


untuk anak istri saya


Yang sedang di rumah


mereka belum pernah


memakan makanan seenak ini


ketika preman tersebut berkata seperti itu


Rendi pun jadi iba


dia mempersilahkan nya


agar di bungkus


lalu di berikan kepada anak dan istrinya


setelah di bungkus


mereka pun pamit sama rendi


lalu pergi


dengan jalan yang membungkuk


efek makan kebanyakan


rindu hanya geleng geleng kepala saja


mas Rendi mas Rendi


mereka udah kenyang kok


malah di paksa untuk menghabiskan nya


Lalu rendi menyahut


biarin saja


biar mereka kapok, jawab Rendi


tapi nggak boleh gitu mas


itu namanya menyiksa orang


iya nggak papa, sekali kali kita kerjain


biar jera


di saat mereka selesai makan


Rendi melihat motor ayah nya


terparkir di restoran tersebut


loh, itukan motor ayah


kenapa ada di sini


lalu


bagaimana kisah selanjutnya


subscribe channel ini


untuk mengikuti episode berikutnya


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2