
Inilah kisah rendi
Seorang Pemuda Kaya
Yang menyamar jadi Cleaning servis
Sebelum mendengarkan ceritanya
Jangan lupa
Di subscribe dulu ya
Episode
121
semua orang
yang sedang makan di restoran tersebut
termasuk pemilik restoran tersebut pun
langsung terbangun
dan melihat ke arah rendi
karena sandi itu
menandakan bahwa
Orang tersebut
adalah putra pak Erlangga
karena sebelum sebelumnya
pak Erlangga Sudah berpesan
kepada semua bawahan nya
termasuk semua preman
jika kalimat tersebut
di ucapkan oleh seorang pemuda
itu artinya
pemuda itu
adalah putranya
yang tidak boleh di ganggu oleh siapapun
dan jika di ganggu
itu artinya
dia sedang bermain-main
dengan kekuasaan pak Erlangga
karena
semenjak pak Arman jadi kades
dan di biayai oleh dirinya
dan sejak itulah
wilayah tersebut sudah ada dalam genggaman nya
meskipun pak Erlangga
jarang berkunjung ke wilayah tersebut
tapi tangan kanan nya
banyak sekali di wilayah tersebut
bahkan
kemenangan pak Arman jadi kades pun
di tunggangi oleh kepentingan pak Erlangga
yang menginginkan
wilayah tersebut
di kuasai oleh dirinya
begitu juga
dengan salah satu preman
diantara mereka pun sepertinya kenal
dengan sandi tersebut
Yang di ucapkan oleh Rendi
Kemudian
Dia langsung menarik teman nya
yang sedang memegang rendi
agar melepaskan nya
namun
dia masih memegangi Rendi
dan tidak mau melepaskan nya
sehingga
ketua dari preman tersebut
langsung menampar, anak buah nya
dan berkata
lepaskan dia
atau saya tampar lagi
dia pun heran
kenapa melarang dirinya
lalu dia pun berkata
kenapa nyuruh di lepas
sudahlah
pokoknya lepaskan
orang yang kamu hajar itu
adalah putra pak Erlangga
dengan seketika
dia pun terkejut
dan langsung melepaskan nya
serius, tau dari mana
kalau dia putra pak Erlangga
apa kamu tidak dengar
pemuda itu bilang apa
Yang dia ucapkan itu
adalah sandi
bahwa jangan mengganggu nya
jika mengganggu nya
itu Artinya
sedang menggali kuburnya sendiri
jadi
kita jangan main main
kita tau
bahwa beberapa tahun silam
Yang memegang kendali Wilayah ini
bukan bos kita lagi
masih ingat
bos kita berurusan dengan nya
dan sampai sekarang ini
masih mendekam di penjara
kemudian
mereka pun
langsung merunduk
dan kaki di lipat
setengah berdiri dengan lutut
lalu berkata
maafkan kami tuan muda
maafkan mata ku ini
Yang sudah buta
dan tidak mengenali mu
Rendi pun jadi heran
sandi yang di berikan ayah nya
ternyata sangat manjur sekali
bahkan
langsung mengenali identitas nya
sebagai putra dari pak Erlangga
rindu pun jadi bingung
kenapa dirinya menjadi
pemandangan utama
Yang dilihat oleh semua orang
setelah Rendi
menyebutkan Kalimat tersebut
bahkan dia pun dikejutkan kembali
ternyata Rendi ini
begitu sangat di hormati
karena
dirinya baru pertama kali nya
melihat orang yang
begitu di hormati seperti ini
rindu pun
hanya bisa terdiam
__ADS_1
dan menggeleng gelengkan kepala nya saja
mana mungkin
saya bisa bersanding dengan nya
dia, pemuda yang sangat di hormati
sedangkan saya
hanya putri kades
yang tidak punya apa apa
sedangkan dia
punya segalanya, kata rindu
yang berkata kata dalam hatinya
sambil merundukan kepalanya
dengan tatapan ke bawah
lalu rendi pun
menjawab pertanyaan preman tersebut
baik
saya maafkan
tapi
saya minta
kalian jangan mengulangi nya kembali
jika mengulangi nya
akan tau sendiri akibatnya, kata Rendi
Yang berbicara ngasal saja
karena sebenarnya
dirinya pun bingung
kenapa dirinya sangat begitu di hormati
lalu preman tersebut pun berkata
baik
saya janji, tuan, muda
saya tidak akan seperti ini lagi
bagus deh
kalau begitu,
Oya
kalau kalian ingin makan
merasa lapar
silahkan pesan saja
sesuka hati kalian, kata Rendi
tidak, tuan muda
silahkan tuan muda saja
lanjutkan makan
seperti nya
pesanan tuan muda
sudah matang, kata preman tersebut
dia menolak
sebenarnya itu
karena takut sekali
jika Rendi marah besar
dan menghukum nya
namun
Rendi belum berpikir ke arah situ
dia malah
ngajak mereka agar makan bersama
kalian semua
duduk di meja itu
lalu mereka pun
satu persatu duduk
dengan kepala merunduk
sementara Rendi
langsung memesan makanan
yang sangat banyak untuk mereka
sehingga
pelayanan restoran pun
agak kebingungan
lalu berkata
benarkah ini
iya benar
semua yang saya pesan
tolong hidangkan
dan taro di meja mereka, kata Rendi
sambil menunjuk ke meja
Yang sedang di duduki
oleh beberapa preman
yang baru saja
mengganggu dirinya
sementara kaki tangan pak Erlangga
yang terus menjaga
keselamatan Rendi
dari kejauhan
Tanpa Rendi tau
kalau dirinya itu
sebenarnya
kemanapun
dia selalu di kawal
dan di ikuti
sebab ini
Perintah langsung dari pak Erlangga
sehingga mereka
menjaga Rendi
namun
dengan kejadian tersebut
yang tidak begitu berbahaya
sehingga mereka
hanya bisa terdiam saja
karena ini
kejadiannya persis
seperti yang di lakukan pak Erlangga
beberapa tahun silam
kepada dirinya
ketika mengganggu pak Erlangga
pak Erlangga malah memberinya makan
tapi
Rendi sedikit berbeda
kali ini
Rendi malah memesan makanan
yang begitu banyak
sedangkan rendi
setelah memesan makanan
untuk para preman
dia, bersama rindu
langsung menyantap hidangan tersebut
beberapa orang yang
sebelum sebelumnya
memandangi mereka berdua pun
sudah kembali normal
seperti sebelumnya
semuanya melanjutkan makan nya kembali
kemudian rindu berkata
tidak disangka
dengan kesederhanaan mas Rendi
kenapa mas rendi
tidak berterus terang dari dulu saja
kalau mas Rendi ini
putra pak Erlangga
kenapa harus ditutup tutupi, tanya Rindu
saya tidak menutup nutupi kok
karena inilah aku
pemuda biasa
__ADS_1
Yang belum punya apa apa
yang mapan itu
adalah orang tuaku
bukan diriku
jadi ngapain
saya membangga banggakan
kekayaan orang tua
sementara saya sendiri
belum bisa cari uang
seperti ayah ku
Tapi kan
Mas rendi Sudah bekerja
Iya sih
Tapi kan
Hanya cleaning servis saja
Cleaning servis juga
Kan sama saja
Namanya bekerja, kata rindu
Tapi kan
Tidak sesukses ayahku, jawab Rendi
lalu rindu pun terdiam
suasana pun jadi hening
di saat semua sepi
pelayanan tadi itu
membawa banyak makanan
yang ukuran 20 orang
sementara preman tersebut
hanya beberapa orang saja
preman tersebut pun terkejut
ketika melihat makanan sebanyak itu
lalu menatap ke arah Rendi
Yang berada di meja sebelah nya
lalu rendi pun melihat nya juga
dan berkata
silahkan di makan, kata Rendi
sambil tersenyum
ini bener
semuanya buat kami
iya benar
itu semua nya
untuk kalian semua
tanpa berpikir kemana mana
preman tersebut pun langsung makan
hingga kenyang
namun
makanan masih banyak
salah satu diantara mereka
mau meninggalkan meja tersebut
namun rendi melarang nya
kamu mau kemana
saya mau keluar dulu
saya sudah kenyang, tuan muda
saya minta
habis kan semuanya
mereka pun terkejut
makanan sebanyak itu
suruh di habiskan
sedangkan mereka saja
sudah kekenyangan
sementara orang
yang mengawal rendi itu pun
jadi tersenyum melihatnya
karena
terlihat dari gelagat preman itu
sudah terlalu kenyang
tetapi si Rendi
malah memintanya
agar menghabiskan semuanya
lalu preman tersebut berkata lagi
maaf tuan muda
kami sudah kenyang sekali
rasanya
perut ini
sudah mau pecah, kata mereka
yang berbicara serempak
sambil menunjukkan
Ekspresi wajah melas mereka
namun rendi
tetap dalam pendirian nya
agar mereka menghabiskan nya
jadi ceritanya
si Rendi ini
mengerjai preman
Yang sudah mengganggunya
cepat habiskan
makanan ini mahal loh
jadi sayang kalau dibuang, kata rendi
ya sudah
kalau begitu
kami bungkus saja ya
biar makanan ini
untuk anak istri saya
Yang sedang di rumah
mereka belum pernah
memakan makanan seenak ini
ketika preman tersebut berkata seperti itu
Rendi pun jadi iba
dia mempersilahkan nya
agar di bungkus
lalu di berikan kepada anak dan istrinya
setelah di bungkus
mereka pun pamit sama rendi
lalu pergi
dengan jalan yang membungkuk
efek makan kebanyakan
rindu hanya geleng geleng kepala saja
mas Rendi mas Rendi
mereka udah kenyang kok
malah di paksa untuk menghabiskan nya
Lalu rendi menyahut
biarin saja
biar mereka kapok, jawab Rendi
tapi nggak boleh gitu mas
itu namanya menyiksa orang
iya nggak papa, sekali kali kita kerjain
biar jera
di saat mereka selesai makan
Rendi melihat motor ayah nya
terparkir di restoran tersebut
loh, itukan motor ayah
kenapa ada di sini
lalu
bagaimana kisah selanjutnya
subscribe channel ini
untuk mengikuti episode berikutnya
terimakasih
__ADS_1