Kisah Pemuda Kaya Menyamar Jadi Cleaning Service | Karya Sutrisno Sakri

Kisah Pemuda Kaya Menyamar Jadi Cleaning Service | Karya Sutrisno Sakri
bagian 128 kisah Rendi pemuda kaya menyamar jadi cleaning service


__ADS_3

Inilah kisah rendi


Seorang Pemuda Kaya


Yang menyamar jadi Cleaning servis


Sebelum mendengarkan ceritanya


Jangan lupa


Di subscribe dulu ya


Episode


128


Bisa nggak


Kamu jujur Dengan ku, kata pak kades


Bisa ayah


Silahkan mau tanya perihal apa


Sebenarnya siapa pak Anto itu, tanya pak kades


Maksud ayah apa


Pak Anto kan, sahabat ayah, jawab istri nya


Bukan itu maksud ayah


Tapi


Punya hubungan apa


Antara kamu


Dengan dia, di waktu dulu, kata pak kades


Yang bertanya begitu tenang


Istrinya pun terdiam


Ketika di tanya hal itu


Karena itu


Akan mengingatkan


Pada memori 25 tahun yang lalu


Kemudian


Pak kades pun


Bertanya kembali


Perihal siapa, pak Anto itu


Di masa lalu nya, sebelum menikah dengan pak kades


Lalu


Karena terus di paksa


Untuk jujur


Akhir nya


Susi pun


Jujur perihal hubungan nya, dengan pak Anto


Dengan berkata


Dia mantan kekasih ku


Dia lah


Orang yang ku tunggu tunggu itu


Ketika mendengar perihal pertunangan kita


Dia pun segera pulang


Namun


Di antara kita sudah ada ikatan, kata Susi


Oh, pantesan


Waktu itu


Kamu minta menggagalkan pernikahan itu


Jadi karena dia datang, kata Arman, atau pak kades


Susi pun diam saja


Karena Emang benar


Pada saat itu


Dia ingin menggagalkan pernikahan itu


Sebab pak Anto pulang kampung


Namun


Semuanya sudah sia sia


Meskipun dia pulang


Karena si Susi


Sudah tunangan dengan Arman


Sehingga


Pada saat itu


Si Susi meminta menggagalkan pernikahan nya


Namun


Di tolak oleh ayah nya sendiri


Sehingga


Mereka pun menikah


Dan semua nya


Seperti tidak ada apa apa


Begitu juga


Di saat Anto Hadir


di pernikahan Susi dengan Arman


Lalu


karena Susi tidak menjawab pertanyaan dirinya


Pak kades pun paham sekarang


Kenapa dulu


Si Susi ingin membatalkan pernikahan itu


Ternyata


pak Anto lah Penyebabnya


Namun


Karena pak Anto paham


Atas kesalahan dirinya


Jadi


Dia pun terima semuanya


Dengan ikhlas dan lapang dada


Bahwa dirinya


Harus merelakan Orang yang di cintai nya


Menikah dengan orang lain


Di saat saat semua terdiam


Kemudian Susi mengalihkan cerita


Dengan berkata


Pada intinya


Kenapa saya menolak


Menjodohkan putri kita


Dengan putra pak Anto


Itu karena


Aku nggak mau


Kisah masa lalu ku


Teringat kembali, kata istri nya


Sambil tersenyum manis


Dan juga


Sambil meyakinkan hati suaminya


Bahwa


Dirinya benar benar mencintai pak kades


Setelah itu


Semuanya terdiam


Dan introspeksi diri


Sementara rindu


Saat ini


Dia sedang menuju ke dapur rumah sakit


Setibanya di sana


Rindu langsung menanyakan


Perihal sarapan pagi


Yang sudah hampir jam 9 pagi


Masih belum juga


Di kirim ke ruangan ayah nya


Maaf Bu


Saya keluarga dari pasien


nomor ruangan 128


Kenapa sudah hampir jam 9 pagi


Masih belum di kirimkan juga sarapan nya


Padahal Biasanya


Jam 8 pagi sarapan itu


sudah ada di ruangan Pasien


Kok, ini telat ya, kata rindu


Iya Bu


Hari ini


Lumayan telat


Karena banyak nya pasien


Yang ada di ruangan VIP


Sehingga telat untuk


membawa makanan nya


Karena harus antri dengan


Pasien yang lain


Yang sudah duluan


Masuk ke rumah sakit ini


Karena punya ibu nomor 128


Otomatis harus ngantri ke 128 juga ya Bu, kata pihak dapur rumah sakit


Oh begitu


Baik, terimakasih banyak ya, kata rindu

__ADS_1


Iya sama-sama, kata pihak dapur


Oya


Sarapannya kami tunggu di ruangan ya, kata rindu


Baik Bu


Mohon bersabar ya


Sampai kami membawa sarapan nya


Ke ruangan ibu, kata pihak dapur


Kemudian


Rindu pun kembali lagi


Ke ruangan sebelumnya


Setibanya di ruangan ayah nya


Disitu


Dokter sedang menangani ayah nya


Sementara ibunya dan juga mang Udin


Di minta dokter


Agar menunggu di luar


Sehingga


Ibunya rindu langsung bertanya


Bagaimana nak sarapan nya


Maaf mah


Karena di sini


Banyak pasien yang


Menggunakan fasilitas VIP


Sehingga agak telat kirim sarapan nya, kata rindu


Yang menceritakan perihal


Keterlambatan sarapan pagi nya


Oh begitu


Ya sudah kita beli di luar aja


Kasihan mang Udin, kata ibunya


Nggak apa apa Bu


Kita tunggu saja


Paling sebentar lagi juga datang, kata mang Udin


Yang siap menunggu sarapan pagi


Yang di kirimkan oleh pihak rumah sakit


Oh, ya sudah deh, kalau begitu kita tunggu aja, jawab ibunya rindu


Setelah mereka berbicara panjang lebar


Tidak lama kemudian


Dokter itu pun keluar


Dari ruangan pak kades


Gimana keadaan suami saya dok


Suami ibu sudah membaik kok, jawab dokter nya


Alhamdulillah, kata ibunya rindu


Kemudian


Rindu bertanya pada dokternya


Oya dok


Kira kira kapan kami bisa pulang dok, kata rindu


Sekitar 3 sampai 5 hari lagi


Pasien bisa di bawa pulang


Untuk beberapa hari ini


Masih perlu di periksa kondisinya


Setelah semuanya stabil dan pulih


Baru bisa pulang


Agar pasien


Tidak perlu berobat jalan lagi, kata dokter nya


Baik dok, terimakasih


Iya sama sama, kata dokter


Kemudian


Dokter tersebut pun


Meninggalkan tempat tersebut


Sementara mereka bertiga


Setelah kepergian dokter


Langsung masuk ke dalam


Namun


Ketika hendak masuk


Tiba lah


Orang yang membawa sarapan pagi


Kemudian


Rindu pun mempersilahkan nya


Agar di taro


Di meja yang ada


Di ruangan tersebut


Kemudian


Maaf ibu


Ini sarapan untuk pasien


Sudah kami pisahkan


Dan ini, sarapan untuk keluarga pasien


Tapi hanya 3 orang saja


Karena rumah sakit ini


Mempersilahkan keluarga pasien


Untuk menunggui pasien


Maksimal 3 orang


Maka dari itu


Sarapan pagi pun


Hanya kami siap kan


Untuk 3 orang


Dan 1 orang pasien


Iya Bu


Kami pun ber 4 dengan pasien


Jadi sarapan pagi nya


Sudah pas kok, jawab rindu


Oh begitu


Baiklah, kalau gitu


Saya pamit undur diri


Bila ada keperluan apa apa


Dengan pihak dapur


Silahkan hubungi kami


Nomor telpon nya


Sudah tertera di dekat telpon itu, kata pengantar makanan


Sambil menunjuk ke arah telpon


Karena ruangan tersebut


Sudah di fasilitasi telpon


Dan juga Wifi gratis


Lalu rindu menyahut


Baik Bu, terimakasih banyak, kata rindu


Dan pengantar makanan pun


Pergi meninggalkan ruangan tersebut


Karena


Sudah tidak ada lagi


Yang harus dia kerjakan


Di ruangan tersebut


Setelah pengantar makanan itu


Mereka ber 4 pun


Langsung sarapan pagi


Meskipun waktu sudah menjelang siang


Untuk mempersingkat waktu


Kita lanjutkan ceritanya


Setelah Berhari-hari mereka di situ


Hari ini


Pukul 8 pagi


Tepat ke 5 hari


Berada di rumah sakit tersebut


Mereka tidak mengabari siapapun


Namun


Pak Anto mendengar kabar


Perihal sakitnya pak kades


Dari mang Udin


Karena


Mang Udin itu


Pernah pulang ke rumah


Untuk mengambilkan baju ganti


selama di rumah sakit


Hingga akhirnya


Pak Anto, beserta istri dan anaknya


Menengok pak kades


Yang sedang terbaring di rumah sakit


Mau gimana pun


Pak kades itu


Adalah sahabat dari pak Anto


Yang harus dia tengok

__ADS_1


Di saat pak kades sedang sakit


Namun


Di saat tiba di rumah sakit


Mereka ini


Malah Kesasar ke bagian administrasi nya


Karena sudah terlanjur kesasar ke situ


Akhirnya


Pak Anto pun


Bertanya perihal biaya Pasien


Yang atas nama arman


Selepas itu


Mereka mencari kembali


Dimana pak kades di rawat


Karena tadi dari bagian administrasi


Sehingga dirinya pun


Mendapatkan nomor ruangan nya


Dan tidak lama kemudian


Mereka pun melihat keluarga


Dari pak kades


Yang sedang menunggu di luar ruangan


Namun


Setibanya mendekati keluarga pak kades


Mereka ini, tidak di sambut hangat


Oleh keluarga pak kades


Di tambah lagi


Pak Anto masih belum bisa


Untuk menengok kondisi pak kades


Karena


Beliau sedang dalam pemeriksaan dokter


Dokter itu


memeriksa pak kades


Untuk yang terakhir kalinya


Di saat sebelum pulang


Setelah selesai periksa kondisi pak kades


Dokter pun


Langsung keluar dari ruangan tersebut


Lalu rindu pun langsung berkata


Oya


Bagaimana kondisi ayah saya dok


Alhamdulillah


Kondisi pasien sudah pulih


Dan Hari ini


Pasien bisa di bawa pulang, kata dokter


Kemudian


Dokter itu pun berkata kembali


Oya


Ini resep obatnya


Dan juga


Ada beberapa makanan


Yang harus di hindari oleh pasien


Semuanya sudah saya tulis


Di dalam kertas ini, kata dokter


Sambil memberikan kertas itu ke si rindu


Setelah itu


dokter itu pun pergi


meninggalkan mereka semua


selepas kepergian dokter


lalu mereka semua pun


pada masuk ke dalam


untuk menengok keadaan pak kades


Pak kades pun terkejut


Ketika melihat


Kedatangan pak Anto


Yang menengok dirinya


Kemudian Pak Anto itu


langsung menanyakan kondisi pak kades


Gimana keadaan mu


Apakah sudah membaik, tanya pak Anto


Sambil tersenyum


Ke arah pak kades


Alhamdulillah baik, jawab pak kades


Sambil membalas senyuman nya


Oya ayah


Hari ini kita pulang


Emang ayah sudah bisa pulang ya, tanya ayah nya


Iya ayah


Kata dokter


Kalau ayah itu


Hari ini sudah bisa di bawa pulang, jawab rindu


Alhamdulillah


Akhirnya bisa pulang juga, kata pak kades


Kemudian


Pak kades dan pak Anto pun


Berbicara panjang lebar


Perihal kondisinya


Dan juga


Perihal kenapa dirinya


bisa masuk rumah sakit


Bahkan


Dia juga bercerita


Perihal Rendi


Yang sudah menolongnya


Membawa ke rumah sakit tersebut


Pak Anto pun


Sedikit terdiam


Di kala pak kades


Bercerita tentang kebaikan si Rendi


Karena dirinya tau


Posisi putra nya itu


Semakin terancam


Kalau bersaing dengan rendi


Pasti Aldi itu, tidak akan mampu


Untuk mengambil hatinya rindu


Karena kondisi pak kades


Baru pulih


Pak Anto pun


Tidak membahas perihal


masalah perjodohan putra nya


Dengan Putri pak kades


Demi menjaga kondisi pak kades


Setelah berbicara kesana kemari


Selepas itu


Mereka pun berkemas


Untuk meninggalkan rumah sakit


Namun


Sebelum itu


Mereka harus menebus obat


Setibanya di bagian apotik


Rindu langsung menunjukkan kertas catatan


Yang di kasih oleh dokter


Namun


Saat ditanya berapa biaya obatnya


Pihak apotik berkata


Bahwa pasien atas nama arman


Sudah melunasi biaya


Untuk mengambil obat nya


Begitu juga


Di saat datang ke bagian administrasi


Pihak administrasi pun


Berkata sama


Bahwa semua biaya


Selama di rumah sakit


Sudah lunas


Rindu pun menjadi bingung


Siapa yang melunasi biaya nya itu


lalu


bagaimana kisah selanjutnya


subscribe channel ini


untuk mengikuti episode berikutnya

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2