Kisah Rheina

Kisah Rheina
Bab 25


__ADS_3

lama fikri mematung dibalik pintu, memikirkan bagaimana untuk dia bersikap nantinya. termenung dalam fikir panjang menepis semua amarah,!


otak dan hatinya benar benar tidak singkron kali ini .


sulit baginya menerima semua ini!


anak yang sangat ia harapkan ia nanti nantikan, dan ia yakini akan menjadi penyelamat dan semakin menguatnya hubungan antara dia dan rhein. dia berharap akan hadirnya anak itu menambah kebahagiaan dan cinta rhein kepadanya nya .


tapi takdir berkata lain anak yang dia nanti nanti kini harus pergi begitu saja .


nakk...! alisa menghampiri fikri, menepuk bahunya membangunkan dari lamun panjangnya "mamah yakin kamu laki laki kuat dan bisa diandalkan" ucapnya lirih.


aku pun tersenyum, ya aku hanya bisa tersenyum !!! "baiklah Ma aku akan masuk" batinku lidahku kelu tak mampu berkatakata.


kurangi handle dan membukanya cekrek...!


masss...!!! maafkan aku


kulihat rhein yang mulai menangis melihat kehadiranku, lemah, ya aku memang lemah aku tidak sekuat itu maafkan aku mah maafkan aku harus menyakiti anakmu seperti ini. aku memang belum bisa menjadi menantu yang yang bisa diandalkan !!! maafkan aku mah. batinku


aku tidak mampu melihat Rhein yang menangis tersedusedu kuraih tubuh rhein dengan setengah berlari ku peluknya erat.


maafkan aku sayang, aku memang bukan laki laki berguna ! aku bahkan tidak mampu berkata apapun saat ini . aku hanya bisa diam memeluknya erat. menumpahkan segala rasa di hati dan fikiran.

__ADS_1


sayang...! berjanjilah untuk tetap bersamaku, jangan tinggalkan aku seperti mereka,! kumohon pintaku. akupun berbisik ketelinga rhein berharap rhein tidak akan pernah meninggalkanku.


mass..! aku gak akan pernah ninggalin kamu.!


kamu kenapa ngomong kayak gitu, aku sayang kamu, aku minta maaf !! aku pasti sudah menyakiti kamu, mengecewakanmu tapi mas maafkan aku hikss...! aku sungguh bodoh!!! aku nggak bisa jaga anak aku, aku udah bunuh anak aku mas maafin aku .


setelah dirasa puas, lama kami menangis dalam pelukan hingga akhirnya nya aku melepaskan pelukanku. ku usap airmata yang terus membanjiri pipi mulus Rhein.


mencium keningnya dan berusaha tersenyum padanya. bagaimanapun aku lelaki, aku harus lebih kuat dari Rhein.


sayang biarkan mereka tenang iklaskanlah.


semoga mereka jadi tabungan kita kelak.


tak terasa airmataku ingin terjatuhlagi, kuraih tubuh rhein kupeluknya lagi erat, bahkan lebih erat dari sebelumnya.


Tiga hari berlalu kini rhein sudah diperbolehkan untuk pulang.


luka yang belum mengering namun terasa sedikit lebih membaik ,.


tidak ada satu orangpun yang ingin mendapatkan perpisahan sepahit ini.


tapi ikhlas akan lebih bijak , meski masih dilisan setidaknya seiring berjalannya waktu akan hadir masanya dimana semua akan kembali baik baik saja.

__ADS_1


hari demi hari terus dilalui rhein dengan menyibukkan diri.


pergi kekantor, dan merias di beberapa tempat. baginya merias adalah hidupnya,


hoby yang sangat ia cintai.


hari berganti minggu minggu berganti bulan.


semua berlalu dengan baik .


malam sayang...! tumben baru pulang jam segini mas ??


iya tadi aku masih ada sedikit pekerjaan yang harus di selesaikan .


sayang mas rindu ucapny


a lirih..


kamu mau gak ikut mas ke kota x mas ada pekerjaan selama beberapa pekan disana dan mas ingin pergi bersamamu lusa..


oke..! kebetulan aku memang sudah memutuskan untuk berenti merias mas hehe


aku mau fokus ke butik kantor dan suamiku aja . ucapku penuh semangat

__ADS_1


karna memang semenjak kejadian itu kami seperti kehilangan waktu berdua.


__ADS_2