Kisah Rheina

Kisah Rheina
Bab 26


__ADS_3

dua hari kemudian kamipun pergi menuju kota x, perjalanan ditempuh kurang lebih empat jam .


sayang tidur aja dulu, nanti kalo sudah sampai aku bangunin ini masih jauh loh yank,Fikri.


gapapa mas aku belom ngantuk, oh ya mas inih ko kayaknya kita ke perdesaan ya bukan arah kota.


mas fikri hanya tersenyum aku semakin curiga dibuatnya.


mas ayolah kita mau kemana sebenernya jangan bikin aku penasaaran.


bukannya menjawab mas fikri malah mengangkat tanganku dan mencium punggung tanganku.


satu jam kemudian mobil pun terhenti di sebuah vila mungil, sepertinya hanya ada satu kamar disana, saking kecilnya namun tapi sangat nyaman terlihat dari luar. terdapat beberapa rumah pohon diluar vila .


mas kok kesini, ?


yuk turun! mas fikripun keluar dan mengitari mobil membukakan pintu untukku. aku masih terdiam dan mematung.


mas kau membohongiku! aku kesal sekaligus senang.


tempat ini terlihat begitu tenang sejuk dan nyaman ahh aku ingin tinggal selamanya disini batinku.

__ADS_1


sayang masuk yuk..,fikri


akupun masuk berkeliling vila, ya memang sangat kecil vila ini tapi terasa nyaman. tidak ada kamar dilantai satu hanya ada dapur ruang tamu kamar mandi dan ruang santay,


mas kita ngapain si kesini ?


kamu gak suka ya , terlihat jelas raut kecewa mas fikri.


aku suka, suka sekali . tapi kamu kan bilang mau ada kerjaan di luar kota?


iya awalnya, tapi gak jadi karna klien ku berhalangan dan ditunda beberapa minggu lagi jadi, biarlah sekarang kita liburan menghabiskan waktu berdua , mas fikripun melingkarkan tangannya di pinggangku.


hari demi hari kita habiskan berdua di villa tanpa gangguan siapapun, menikmati indahnya pedesaan sejuknya alam tanpa polusi. semua beban rasanya bak tercabut dari akarnya.


kamu sedang apa, meraih pinggangku melingkarkan tangannya dan memeluk dari belakang.


mass. !! ngagetin aja


ini aku lagi buat jahe anget abis dingin banged udaranya.


kamu mau?

__ADS_1


emmm emang ngaruhya emang ada hasiatnya gitu ?


ia donk mas kataku percaya diri.


ada yang jauh lebih hangat dari sekedar itu ko ucapnya meledekku


aku hanya mendelik sudah tau tujuan dan maksud kata katanya .


sayang ..! ayo mau gak,?


enggak jawab ku penuh yakin


yaudah aku sendiri aja, kubulatkan mataku berfikir macam macam menatap setiap langkah demi langkah mas fikri pergi meninggalkanku.


kususul mas fikri setelah menyelesaikan pekerjaanku, fikiran kotor terus terbayang di otakku, gak nyangka mas fikri omes banged batinku.


kucari kekamar ruang tamu bahkan kamar mandi mas fikri tidak ada. ishh kemana si dia batinku kesal lelah mencarinya kuputuskan duduk di ruang tamu menikmati secangkir jahe hangat, benar kata mas fikri disini terlalu dingin, sama sekali tak membuataku hangat. kemana si dia itu.!


saat asik menikmati jahe hangat tiba tida pandanganku tertuju pada pintu yang terbuka, loh sejak kapan ada pintu disitu batinku. rupanya rak buku besar itu bisa diputar dan memiliki ruang rahasia disana ku hampiri pintu itu, loh mas disini aku nyariins dari tadi ucapku senanag ternyata mas fikri disini sedang menghangatkan tubuhnya, sambil membaca buku.


kemarilah sayang mas fikri melambaikan tangannya dan menyimpan bukunya di meja samping sofa membuka lebar kedua tangannya. akupun menghampirinya naik diatas tubuhnya, tidur dalam dekapannya diatas sofa kecil . hangat rasanya sangat hangat. bahkan mulai panas ditubuhku.

__ADS_1


__ADS_2