
"TARA!" teriak seorang guru BK yang sudah kualahan mengejar seorang murid yang berlari mengitari taman yang ada disekolah itu.
"pak..bapak ngga cape apa ngejar saya mulu dari tadi"
"ya ma..ka..nya ka..mu ber..henti dulu sini"sahut seorang lelaki paruh baya dengan napas yang tersengal-sengal akibat lelah mengejar anak yang tak henti-hentinya berbuat ulah itu.
"ga mau ah nanti bapak pasti khotbah udah kaya pak pendeta aja". ucap gadis itu berlari kedepan namun tubuhnya membelakangi arah depan jadi kini dia menghadap guru BK tersebut sambil berlari kearah belakang.
"itu istri bapak manggil coba deh liat disa..brakk"belum sempat gadis itu menyelesaikan ucapannya Ia sudah tersungkur masuk kedalam kolam ikan yang ada ditaman itu tapi sialnya kolam itu tidak berisikan ikan, melainkan hewan amfibi yang bisa hidup di dua tempat,itulah akibatnya karena gadis itu tidak berlari sambil melihat kearah depan jadinya tersungkur dengan posisi tidak elitnya,yang hanya disaksikan bapak guru dan seseorang yang tak sengaja lewat ditaman itu untuk mengambil buku di perpustakaan.
"HUWAAAA TOLONGIN SAYA PAK,JANJI DEH NGGA AKAN BUAT BAPAK MARAH LAGI". teriak gadis itu kelimpungan karena banyaknya katak-katak yang mulai melompat kearahnya dengan suara yang sangat-sangat seperti toa masjid.
"HAHAHAHAHA SUKURIN, makanya jangan bandel-bandel sama orang tua gitu kan jadinya"
beliau memang menolong gadis itu keluar dari kolam tapi beliau tak sedikitpun mengehentikan tawanya, membuat raut wajah gadis itu merah padam marah sekaligus geli akibat katak-katak itu,ingin sekali Ia menabok kepala botak milik guru BK tersebut karena bukannya segera menolongnya malah sekarang beliau tertawa tak henti- hentinya.
"ayo sekarang kamu ganti baju terus temui saya diruang BK,awas saja kalau kamu kabur lagi nanti bapak panggil kamu pake mic TU terus bapak bilangin kalau kamu barusan berenang ama kodok di kolam ikan".ucap pak botak itu sambil menyilangkan tangan di dadanya menunjukkan bahwa Ia sedang serius,namun bukannya terlihat serius wajahnya malah seperti orang kesurupan.
"iya...iya pak,siap laksanakan". sahut gadis itu dengan malas sambil menggerakkan tangan membentuk hormat lalu segera berlari menuju kelasnya.
"ck..anak itu ada-ada aja kelakuannya"
__ADS_1
menghadapi gadis itu membutuhkan kesabaran ekstra dan selalu tak berhenti mengelus dada ketika gadis itu aktif kelewatan aktif dalam membuat onar.
~~~~~~~••~~~~~~~~
"ck nyebelin banget si tuh pak botak". gadis itu berdecak lalu menutup lokernya dengan kasar sehingga menimbulkan suara yang keras membuat semua anak kelas tersebut menengok kearahnya lalu serempak menggeleng-gelengkan kepalanya.
gadis itu berjalan menuju kamar mandi sambil membawa baju cadangan yang barusan Ia ambil didalam lokernya tadi,Ia berjalan dengan angkuh melewati beberapa siswa yang tengah berlalu-lalang entah kemana saja tujuan mereka.
sampailah gadis itu di depan pintu kamar mandi putri yang bersebelahan langsung dengan kamar mandi putra cuma beda bangunan,kamar mandi putri bercat dinding kuning sedangkan kamar mandi putra bercat dinding biru.
gadis itu segera melangkah masuk kedalam kamar mandi putri yang terdapat beberapa bilik didalamnya, gadis itu mengerahkan pandangannya untuk meneliti bilik mana yang akan ia masuki dan pandangannya terhenti dibilik paling ujung lalu Ia melangkah masuk kedalam bilik tersebut, didalamnya ada kaca persegi yang digunakan para gadis untuk memperbaiki penampilannya dan terkadang mereka tak pernah berhenti untuk izin ke WC hanya untuk memperbaiki riasan wajah mereka.
"muka gue yang mulusss ini..tolonggg" ucap gadis itu mendramatis setelah menyadari bahwa ada luka gores di pipinya yang bahkan tidak ia sadari keberadaannya jikalau saja ia tidak melihat kearah cermin,lukanya tidak dalam tapi mampu meninggalkan bekas meskipun bersifat sementara.
"kenapa juga tadi gue sok-sokan lari ngga liat kedepan si..jadinya gini kan pipi gue yang mulus ini tersakiti huhuhu".gumam gadis itu sembari melangkah keluar dari kamar mandi dengan tangannya yang tak berhenti sedari tadi menyentuh luka yang ada di pipinya.
bukannya kembali ke kelas gadis itu malah menuju kearah kantin yang letaknya tidak terlalu jauh dari kamar mandi tadi ntah apa tujuan dari kantin yang dibangun berdekatan dengan kamar mandi, mungkin kalau sehabis makan terus kebelet pipis jadi deket ke kamar mandinya.
gadis itu mendudukkan bokong nya di salah satu meja paling sudut dikantin itu lalu menelungkupkan kepalanya dimeja makan kantin itu dan menutup matanya, ya tujuannya ke kantin adalah untuk tidur bukan untuk makan dan semua orang disekitarnya pun tahu bahwa meja paling sudut dikantin tersebut sudah dicap sebagai miliknya bahwa siapapun yang berani menempati meja ini dijamin hidupnya selama disekolah tidak akan bisa damai dan tenang karena gadis itu akan melakukan segala cara untuk menganggu mereka dengan tingkah jahilnya.
mungkin saat ini gadis itu sudah bermimpi berada di Korea bertemu dengan Cha Eun Woo tapi ketenangannya dalam mimpi itu tak berlangsung lama karena terbangun akibat suara gebrakan yang keras dimeja yang ia tiduri saat ini
__ADS_1
"EE MONYET BEKANTAN LEPAS".teriak gadis itu yang tiba-tiba terbangun dari tidurnya.
"apaan si echaa ganggu aja orang lagi ketemuan ama Eun Woo"
"Eun Woo.. Eun Woo... mimpi Lo tu ketinggian ampe langit pun langsung mendung".
"iyain aja deh.. ngapa Lo ngebrak ni meja..jebol disuru ganti tau rasa Lo".tanya gadis itu sembari beranjak dari tempat duduk nya lalu melangkah berdiri didepan pelaku yang membangunkannya.
"dipanggil pak botak noh di ruang BK". jawabnya sambil menyilangkan tangan didepan dada.
"Lo habis ngapain lagi sih Ra ampe dipanggil ke ruang BK..hih ngereget gue jewer juga Lo ya,ngga ada habis habisnya bikin ulah". lanjutnya menatap horor sahabatnya yang satu ini.
"heleh padahal gue cuma ngumpetin kunci motornya doang kok".ucap gadis itu bersiap-siap untuk lari dari situ sekarang juga sebelum sahabatnya itu betul-betul menjewer telinganya dan mengomelinya habis habisan.
"astagfirullah tara!".belum sempat gadis itu menyelesaikan ucapannya tapi Tara sudah lari keluar dari kantin.
tapi belum lama gadis itu keluar dari kantin, kepalanya menyembul dibalik pintu kantin lalu berucap " btw Lo Kristen kok ngomong astgfirulah".
demi apapun bawa Tara kehadapan Echa sekarang juga,rasanya Echa ingin menjewer telinga Tara sampe bengkak.
tanpa mereka sadari,sedari tadi ada seorang lelaki yang memperhatikan mereka dari salah satu meja yang ada dikantin tersebut dengan salah satu sudut bibirnya terangkat,Ia tersenyum namun sedikit,ingat bahwa hanya sedikit saja.
__ADS_1