Kita Beda

Kita Beda
03


__ADS_3

"Obatin tuh luka , ngga becus banget jaga diri Lo sendiri". setelah mengatakan hal tersebut lelaki itu langsung beranjak pergi dari tempat Tara berada, sedangkan Tara hanya diam membisu tanpa mengatakan sepatah katapun dan hanya bisa menatap punggung yang perlahan menjauh dan kini menghilang karna lelaki itu berjalan melewati tembok bangunan kelas-kelas entah kemana arah tujuannya.


kini tatapan gadis itu beralih menatap plester yang bermotif Hello Kitty yang diberikan oleh lelaki tadi dengan kekehan kecil karna melihat motif plester itu.


"bilang aja khawatir, ngapain pake ngomong kata kata nyakitin gitu".gumam gadis itu menatap ke arah atas pohon tersebut dengan sedikit senyuman diwajahnya.


"ya udahlah ngapain dipikirin,ngga penting juga".gadis itu membatin sembari beranjak dari duduknya kemudian melangkahkan kakinya kearah kelasnya yang memang dekat dari taman ini.


dari jarak 5 langkah Tara dapat melihat bahwa didepannya berdiri seorang perempuan yang membelakanginya sedang melihat lihat isi informasi terbaru di papan mading,lalu dengan berjalan mengendap-endap tangan gadis itu bersiap-siap untuk mengapit kepala sahabatnya diketek berbau harum semerbak itu.


"NAH KENA LO".ucap Tara yang dihadiahi tabokan berkali kali oleh Echa karena Ia sudah amat pengap akibat kepalanya yang diapit oleh ketek semerbak milik Tara.


"TARA..LEPASIN NGGA!".suara teriakan dari Echa yang berhasil membuat siswa siswi yang berada didekat situ menolehkan kepalanya menatap mereka berdua yang berada didepan papan mading.


akhirnya Tara melepaskan tangannya dari kepala Echa itupun dengan tawa yang menggelegar karena melihat wajah Echa yang merah seperti kepiting busuk.


tak membiarkan Echa kembali mengatakan sesuatu Tara segera menarik tangan sahabatnya itu untuk mengikutinya masuk kedalam kelas.


"ayo ke kelas ada yang mau gue ceritain".kata gadis itu dengan tangannya yang masih setia menarik lengan sahabatnya


"heleh palingan mau cerita soal kolor bolong yang dibawa lari ama kucing jahanam Lo itu".tebak Echa dengan tawa disela ucapannya


"gue jadi keinget tuh kucing gila,masa ya dia tuh ternyata ngebawa cawet gue ke teras tetangga". ucapnya mengingat-ingat kembali kejadian beberapa hari lalu yang disambut tawa keras dari sahabatnya.

__ADS_1


"mana tu tetangga mulutnya kaya kaleng rombeng lagi,mau tau ngga dia ngomong apa?".tanya Tara yang membuat Echa mengangguk penasaran tetapi tidak juga menghentikan tawanya


"dengan suaranya yang kenceng banget ,dia ngomong gini nih,WOY INI ****** SIAPA BOLONG BOLONG DI TERAS RUMAH GUE,MANA BULUK BANGET LAGI disitu gue langsung keluar rumah bahkan bukan cuma gue,orang orang yang deket situ juga pada keluar langsung kerumah dia". lanjutnya bercerita sambil tertawa disela sela ceritanya dengan muka merah padam akibat tertawa akhirnya dia berhenti sejenak untuk jongkok karna perutnya keram dan diikuti oleh Echa yang ikut berjongkok karna perut dan pipinya keram.


"terus terus gimana?".tanya Echa dengan muka merah sambil memegangi perutnya yang keram.


"terus ya gue diem aja,ya masa mo ngaku kalo tu ****** punya gue..mau ditaruh dimana ni muka gue yang cantik". lanjutnya lagi kemudian berdiri melangkahkan kakinya menuju kelas yang jaraknya tinggal 5 langkah lagi tak lupa Ia menarik tangan Echa karna sungguh pemalasnya Ia ketika sudah jongkok dan tidak mau berdiri lagi kalau tidak ditarik tangannya.


sesampainya didepan pintu kelasnya yang tertutup,gadis itu menendang pintu kelas itu hingga terbuka lebar dan menciptakan bunyi yang cukup keras tak cukup sampai situ gadis itu berteriak dengan suara nyaring dan lebay yang dibuat buat. "BRAKK.... ASSALAMUALAIKUM DAN SHALOM TEMAN TEMAN KU SEMUA YANG PALING AKU CINTAI DAN AKU SAYANGI".


"EE LONTEKU ADA DUA BELAS"


jangan dikatakan lagi semua murid kelas yang ada didalam terjengkit kaget dan beberapa diantaranya mengucapkan kalimat latah dan umpatan.


"Lo tuh ya ngangetin aja".ucap Alvin selaku ketua kelas XII IPA 2 yang tadinya juga secara spontan ikut mengucapkan kalimat latah dan umpatan.


gadis itu berjalan sambil menggandeng tangan temannya yang masih kaget akibat tendangan Tara dipintu tadi menuju tempat duduk yang berpasangan.


kelas XII IPA 2 menerapkan tempat duduk berpasangan antara laki laki dan perempuan,dapat dilihat bahwa kursi sebelah tempat Tara duduk orangnya sedang tidak ada mungkin sedang dikantin jadilah Echa duduk disitu untuk bergosip dengan Tara.


"nah tadi Lo mau cerita apa Ra?".tanya Echa sembari menatap lekat kearah sahabatnya yang duduk disebelahnya.


Tara menyodorkan sebuah plester bermotif Hello Kitty kearah Echa yang menatap bingung plester itu dan Tara yang menyadari tatapan bingung dari temannya itu kemudian menjelaskan secara terperinci mengenai pertemuannya dengan lelaki di bawah pohon beringin tadi tanpa ada yang dilebih-lebihkan ataupun dikurangi dari ceritanya.

__ADS_1


"WHAT!!..OMG JADI INI DARI JAREN CRUSH LO YANG MUKANYA DATAR KAYA TRIPLEK ITU".pekik Echa dengan muka terkejutnya dan mulutnya langsung dibungkam oleh Tara menggunakan tangannya.


"heh jangan kenceng kenceng kalo ngomong..nanti orangnya denger gimana heu".ucap Tara setengah berbisik dengan tangannya sedikit menekan mulut Echa yang cocok dijadikan pepes panggang.


"ya maap atuh".tangan Echa bergerak melepaskan telapak tangan Tara dari bibir seksinya dengan cengiran mirip kuda Echa menatap sahabatnya yang berada disebelahnya.


"jangan...jangan dia ngecrushin Lo juga kali". kata Echa dengan ibu jari dan telunjuknya berada didagu seolah olah mengelus jenggot.


"mana mungkin lah haha dia kan punya cewe..seagama lagi".sahut Tara dengan kekehan halus lalu menatap kearah depan lalu menyilangkan tangannya didepan dada.


"mana ada orang yang ngucapin kata kata kasar ke orang yang dia suka". lanjutnya masih dengan mata yang mengarah lurus kedepan menatap papan tulis.


"iya juga ya..kalau jaren emang diciptain untuk jadi punya Lo,yakin deh Tuhan pasti bukain jalannya".ucap Echa sembari menepuk pundak Tara sebagai tanda penenang yang dibalas oleh anggukan kepala oleh gadis itu.


"lagian gue juga ngga papa kali, ngecrushin jaren itu cuma semata mata nyari hiburan aja, menurut gue pasangan untuk masa masa sekarang itu ngga terlalu penting".


"buset..tumben pinter ni kunti, biasa juga kerjaannya cuma keluar masuk ruang BK".timpal Echa dan tangannya tidak tinggal diam untuk tidak mengacak-acak rambut Tara.


"ee Lo mah ga tau aja..gini gini gue juga juara umum".ucap Tara sembari menepuk nepuk dadanya berulang kali.


"juara apa emang?".tanya Echa yang kini alisnya terangkat satu menandakan Ia heran dengan juara umum yang dimaksudkan Tara,karena setahunya sahabatnya itu kurang dalam bidang akademik bagaimana bisa mendapatkan juara umum.


Tara tampak berpikir sebentar dan itu terlihat diwajahnya kemudian menatap Echa sambil berucap "Juara umum mencintai dalam diam".

__ADS_1


"si goblok anying".tubuh Tara sampai sedikit miring karna langsung mendapat tabokan dari Echa.


"cha pindah ketempat duduk Lo, Gue mau duduk".tiba-tiba terdengar suara lelaki yang amat datarnya dan secara spontan kedua gadis itu mendongak keatas menatap si pemilik suara.


__ADS_2