Kita Beda

Kita Beda
02


__ADS_3

Tara adalah murid SMA kelas akhir yang paling terkenal disekolah Getsemani itu. bagaimana tidak terkenal, Tara adalah murid yang selalu menciptakan kehebohan di manapun Ia berada. walaupun Tara terkenal sebagai anak pembuat onar tapi gadis itu kerap kali menjuarai lomba dibidang non-akademik misalnya permainan bola voli dan menyanyi.


terdengar suara riuh yang berasal dari siswa siswi yang sedang duduk di tangga menuju ruang BK,tangga tersebut memang tempat paling nyaman untuk digunakan hanya sekedar bergosip mengisi waktu istirahat.


"heh tar Lo pasti abis ngejahilin pak botak lagi kan". ucap salah satu anak yang duduk di tangga itu.


"Dia nya aja kali yang sensi banget mana pake ngejar lagi".sahut Tara melangkah jauh dari antara mereka menuju ruang BK dan disambut gelengan kepala dari anak-anak ditangga itu.


~~~~~~••~~~~~~


kini Tara sedang duduk di ruang BK dengan posisi berhadapan langsung dengan pak Budi, iya pak Budi adalah pak botak yang beberapa jam lalu kejar kejaran bersama Tara sampai terjadinya insiden nyemplung di kolam ikan atau sekarang bisa disebut kolam kodok.

__ADS_1


"ada apa sih pak manggil manggil saya mulu,bapak ngefans ya ama saya?".ucap gadis itu tanpa menunggu ucapan lebih dulu dari guru BK tersebut yang langsung mendapat decakan halus dari guru itu.


"kamu ini ada-ada aja ulah nya tiap hari,kamu itu udah kelas 12 harusnya kasih contoh yang baik ke adek adek kelas kamu tuh...bla.bla..bla". ceramah pak Budi panjang kali lebar yang selalu membuat murid muridnya malas untuk mencari masalah dengan pak budi,karena bukan hanya ceramahnya yang panjang lebar tapi beliau juga selalu mengurangi poin,tapi pengurangan poin tidak berlaku untuk Tara katakan saja itu tidak adil bgi murid-murid disekolah ini tapi itu adalah syarat Tara agar mau mengikuti lomba-lomba yang diajukan kepadanya karena Tara adalah murid yang unggul dalam bidang non-akademik.


katanya gadis itu tidak memiliki kekurangan dalam hal apapun oh iya Ia hanya minus akhlak.


"udah kan pak....saya janji ngga akan nakal hari ini,tapi lain kali aja".ucap gadis itu yang langsung dihadiahi tatapan horor dari pak Budi. sia-sia saja kata kata mutiara yang Ia ucapan sedari tadi.


"aw...aw iya...iya pak iyaa..saya denger kok".ucap gadis itu dengan tangannya yang memegang tangan pak Budi yang masih setia mengapit telinganya dengan jari jari yang penuh dosa itu.


"awas aja kalau besok bapak denger kamu bikin ulah lagi,dan itu luka dipipi kamu cepet diobatin nanti infeksi,muka kamu tambah jelek ngga ada yang suka".kata pak Budi sembari melepaskan jarinya yang mengapit telinga gadis itu, Tara memang anak yang selalu keluar masuk ruang BK dan hal itu yang membuat mereka sering bertemu, sekesal-kesalnya pak Budi terhadap Tara bagaimanapun juga akan terselip rasa peduli.

__ADS_1


"dih... saya mah mau gimanapun tetep cantik pak". ucap gadis itu melangkah menuju pintu keluar ruang BK sambil melambaikan pelan tangannya.


menurut Tara hidup jika tidak ada keributan kurang asik.


sekarang gadis itu berjalan menuju taman dan mendudukkan bokongnya disalah satu kursi panjang dibawah pohon beringin,Ia menyandarkan kepalanya di kursi panjang tersebut dan perlahan memejamkan matanya menikmati semilir angin sepoi-sepoi yang menerpa wajahnya membuat poni tipisnya bergerak kesana-kemari.


tapi perlahan matanya kembali terbuka karena merasa terusik dengan seorang laki-laki yang tiba-tiba duduk disebelahnya.


tangan lelaki itu terulur kearah Tara dengan pandangan lurus kedepan tanpa mengatakan apapun kemudian menarik salah satu tangan gadis itu dan meletakkan sebuah plester ditelapak tangannya.


keduanya masih membisu sedangkan Tara masih dengan tatapan menyelidiki menatap lelaki yang berada disampingnya itu.

__ADS_1


"obatin tuh luka , ngga becus banget jaga diri Lo sendiri".


__ADS_2