
CINTA RAHASIA
Suara bel pulang sekolah telah berbunyi. Semua siswa mulai keluar dari gerbang sekolah. Ketujuh anak kelas atas rupanya telah memiliki kesibukan masing-masing, sehingga mereka tidak bisa pulang bersama-sama. Melihat masing-masing memiliki kesibukan, Silvia yang tengah ingin mendekati Yaser kembali berusaha mencuri perhatian Yaser dan mencuri waktu agar dia bisa bersamanya. Kali ini terlihat akan menjadi hari beruntung untuk Silvia bisa bersama Yaser, pasalnya Silvia tengah mengajak Yaser untuk menemaninya membeli kado ulang tahun untuk teman lelakinya. Belum beranjak pergi, rencana Yaser harus di halangi oleh Nada dan Afila. Kesempatan yang seharusnya bisa di miliki Silvia kini gagal kembali.
“ Yaser,,, kamu mau kemana. Hari ini kata Ibu Anya kelas tidak di liburkan. Nanti jam 5 sore Bu anya sudah di rumah Afila.” Panggil Nada mengingatkan Yaser.
“O...OHH... bukanya kemarin Bu Anya bilang ada acara keluarga.” Jawab Yaser sedikit bingung.
“Iya, tadi siang Bu Anya memberi kabar kalau acaranya di undur. Ayo kita ke rumah Afila. Atau kalian ada acara?.”
“I..II...” ucap Silvia terputus di sela pembicaraanya oleh Yaser
“Ngga kok, tadinya aku mau menemani Silvi mencari kado untuk teman laki-lakinya.”
“Wow,,,teman atau teman ini...????” sahut Nada dengan sedikit menggoda Silvia.
“Teman,, kok ..Teman,,, mana ada aku punya pacar. !”
“Punya pacar juga ngga masalah kali Sil, ? ya sudah kita bertiga pergi duluan yha,,,”
“emm,,,aku ikut kalian boleh ngga,,??” Tanya Silvia dengan penuh harap.
“Loh, bukanya kamu mau mencari kado Sil?,,, acaranya nanti malam kan.” Ingat Yaser kepada Silvia.
“Oh,, iya..Iya,, yasudah kalian pergi duluan saja.”
Dengan sedikit perasaan kesal Silvia harus merelakan kesempatan itu hilang. Hari demi hari selalu Silvia berusaha untuk mendekat kepada Yaser. Lagi dan lagi, setiap usaha yang di lakukan Silvia selalu gagal. Keesokan harinya, Silvia mencoba memberikan menu makan siang khusus untuk Yaser. Tanpa sepengetahuan Silvia ternyata Nada dan Afila sudah menyantap makan siang bersama di kantin. Mengurangi rasa malu, Silvia hanya mengelak bahwa nasi itu untuk di makan bersama-sama. Keesokan harinya Silvia mencoba kembali, kali ini Silvia mencoba mencuri perhatian Yaser dengan berpura-pura lupa mengerjakan tugas rumah. Dengan harapan pula Silvia meminta tolong Yaser untuk membantunya mengerjakan tugas rumah itu. Belum lama meminta tolong, Pak Yoko datang memulai kelas matematikanya.
Kelas di mulai, semua siswa memberikan tugas rumah yang telah di berikan dan di kerjakan. Hanya Silvia yang tidak memberikan tugas rumah itu. Mengetahui belum menyerahkan tugas, Pak Yoko memberi perintah untuk Silvia Berdiri di luar kelas selama pelajaran berlangsung. Tak tega melihat Silvia berdiri di luar sendirian, Rizki merelakan tugas rumahnya tidak di kumpulkan kepada Pak Yoko dan menemani Silvia berdiri di luar kelas. Kerumitan cinta sudah semakin terlihat kompleks kali ini, terlihat nyata bahwa Rizki menaruh hati kepada Silvia. Sejak kejadian itu, antara Rizki dan Silvia mulai menjadi jauh lebih dekat. Segala perbincangan antara masing-masing menjadi obrolan di antara mereka berdua selama mendapatkan hukuman di luar kelas.
__ADS_1
“Hay,,,kenapa kamu keluar kelas juga.?” Tanya Silvia kepada Rizki
“A..Aku juga tidak mengerjakan tugas..” jelas Rizki menjawab pertanyaan Silvia dengan sedikit gugup.
“Hahhh,,, bukanya tadi pagi Rara memberikan buku tugas untuk kamu. ? Heran Silvia.
“Rara,,, nggak kok. Dia Cuma balikin buku catatan aku saja.”
“Buku catatan,,,??” Heran Silvia karena dia mengetahu Rara memberikan tugas itu untuk Rizki yang Rara coba dekati.
Jenis lagu, film, dan kegemaran masing-masing menjadi perbincangan mereka berdua. Semenjak itu kedekatan mereka jauh lebih dekat. Mengetahui kegemaran dan kesukaan masing-masing menjadikan adanya harapan Rizki mencoba mendekat kepada Silvia. Semenjak hari itu pula, kini Rizki jadi lebih sering bersama Silvia untuk menonton Drakor bersama. Drakor,,,, ya Drakor Drama Korea. Kegemaran Silvia adalah menonton Drakor bahkan di hari libur Silvia dapat menyelesaikan enam belas episode drakor dalam satu judul. Kegemaranya ini mencoba Rizki ikuti dengan sesekali Rizki bermain ke rumah Silvia untuk menonton bersama.
“ Pagi Tante,,, Silvia ada?” Tanya Rizki kepada ibu Silvia membuka pintu
“Oh Rizki,,ada. Masuk-masuk”
“Hay,,,” Sapa Rizki kepada Silvia
“Hay juga,,,ada apa”
“EEE,,,,Silvia lupa mungkin Tante, Sil, kita kan mau belajar bersama?? Kamu lupa.”
“Be..Belajar....” Bingung Silvia mendengar perkataan Silvia.
“I..Iya...”
“Ya sudah, naik ke ruang belajar saja..nanti tante bawakan cemilan ya”
“Iya Tante,,, terimakasih. Kalau bisa jangan gorengan yang berminyak tante,, roti atau yang lain boleh...” Sahut Rizki
“UUUU,,,,Baiklah.” Jawab Ibu Silvia.
“Apaan sih,,, bebas saja Mah,, Rizki memang suka begitu.”
Episode awal-awal, terasa semakin membosankan untuk Rizki tonton, semakin berlalunya beberapa episode mulai semakin membuat Rizki kecanduan. Bahkan hampir setiap hari kini juga ikut mencari Darakor yang di rekomendasikan. Bahkan kini bukan hanya Silvia yang tercandu Drakor, Rizki yang sudah tercandu bahkan sesekali berbicara ala-ala korea ketika candaan recehnya keluar dari mult konyolnya. Hari minggu yang cerah, dimana Rizki dan Silvia hanya menonton Drakor bersama, disisi lain Raya dan Rafli juga diam-diam merahasiakan kisah cinta hubungan mereka dari teman-teman yang lain. Raya dan Rafli lebih memilih bermain bersama keliling pusat perbelanjaan menghabiskan waktu bersama. Sedangkan Yaser dan Nada bersama berkeliling danau terdekat dari rumah mereka. Dari kisah ini, dapat kita lihat betapa kompleksnya kisah asmara anak SMA ini. Persahabatan yang sedari kecil rupanya mampu membuat diantara mereka menjadi buih buih cinta yang bermunculan.
__ADS_1
Raya kini berpacaran dengan Rafli, Yaser berpacaran dengan Nada, mereka berempat berpacaran secara diam-diam. Hubungan yang di rahasiakan agar teman-teman yang lain tidak mengetahuinya. Sedangkan Afila hanya mampu memendam rasa cinta kepada Yaser, Rizki yang terus mencoba mendekati Silvia yang ternyata Silvia juga mengejar cinta Yaser.
Hari sudah mulai menunjukkan waktu senja, matahari sudah menempati posisinya di ufuk barat, langit biru kini mulai menguning. Kebersamaan mereka masing-masing mulai teralihkan kepada satu tujuan yang sama tanpa mereka sadari. Yaser dan Nada yang dari awal menikmati dunia mereka dengan kebersamaan dan kemesraan, di sisi lain nampak Raya dan Rafli juga sedang berjalan bermesraan. Di sisi yang lain Rizki dan Silvia yang sedang berjalan sembari bercanda dan tertawa lepas. Sedihnya semua itu di lihat oleh mata Afila nyang sendirian di antara mereka ber enam.
Jarak yang semakin dekat membuat di antara mereka sadar bahwa kemesraan yang terjadi di depan mata mereka adalah nyata. Terkejut dan terheran nampak jelas di mata mereka ber tujuh. Kepanikan di antara mereka membuat semua menjadi canggung yang seharusnya seperti biasa mereka selalu ceria di saat bersama.
“Nada.....Raya....Silvia.....!!!!!!!!!!” Teriak Afila yang berada di antara mereka.
Mendengar suara teriakan yang menyebut nama mereka, seketika mereka berpaling kearah sumber suara itu. Terlihat Afila yang memasang muka geram, kesal, dan marah. Sembari melihat Afila, di antara mereka juga melihat teman-teman antara satu sama lainya.
“Afila,,,hhaaa,,,Kalian. Kenapa kalian di sini.” Tanya Silvia.
“Wahahawww,,,, lihat lihat. Ternyata ada dua pasang cinta di depan kita..Hebat!!!”
“HHaahhhhh....!!!” Salah tingkah Yaser mendengar Rizki sembari melepas genggaman tangan Nada.
“EEEEE.....???” begitu pula Rafli yang terkejut melepas tangan Raya.
“AAAAhhhhh,,,, sudah lah. Jangan berbohong. Kali ini kalian tertangkap. Raya dengan Rafli sedangkan Nada dengan Yaser,,,hohohohowwww...hebat!!!!” Ucap Rizki dengan nada konyolnya membuat suasana semakin canggung.
“A,,Apa itu benar. Nad, Ray..?”Tanya Silvia dengan raut wajah kecewa.
“ Iya...” Jawab Raya dan Nada bersamaan dengan suara bersalah.
“Haaahh,,, benar. Wah kalian berdua tega sekali mamen. Kalian punya pacar tapi tidak memberi tahu aku??? Pantas saja hari ini kalian aku hubungi susah sekali. Kalau Rafli dengan Raya, Yaser dengan Nada, kalau begitu kini waktunya aku menyatakan cinta,,, Silvia Sarangeo.. Sarangandago,,,Sarangee,,,,” Ujar Rizki dengan gayanya selalu konyol dan bercanda.
“ Apaan sih,,, nggak lucu...” Seru Silvia menangkis tangan Rizki sembari meninggalkan teman-temanya.
“ Dih,,,,Sil,, Gue Serius ini cinta sama Loe..!!!!!” Teriak Rizki menyatakan cinta kepada Silvia yang lari meninggalkan mereka.
“ Dih,,, di cuekin gue,, ya sudah gue sama loe saja La,,Afila terimalah cintaku.” Gombal Rizki melututkan kakinya di hadapan Afila sembari menyodorkan bunga taman.
__ADS_1
“Apaan sih Riz,,,aneh tahu!!!!” Jawab Afila sembari membuang bunga yang ada di tangan Rizki.