
SIASAT
Perkumpulan keluarga kali ini di adakan kembali. Seperti biasa para orang tua berkumpul dalam lingkup mereka dan pada pangeran dan putri berkumpul di sisi yang lain. Perkumpulan yang selalu di adakan setiap bulan adalah pertemuan yang selalu meriah dan mewah dari ketujuh keluarga kelas atas ini. Tak seperti pertemuan sebelumnya, pertemuan kali ini lebih penting. Pasalnya pertemuan kali ini adalah pertemuan yang juga membahas pekerjaan. Berbeda sebelumnya perkumpulan hanya untuk bersantai saja.
Perkumpulan yang selalu di adakan tampaknya akan menjadi perkumpulan yang terakhir. Sebuah kejadian buruk menimpa di antara ketujuh kepala keluarga kelas atas itu. Ayah Nada dengan lantang seketika membuat keributan dan berteriak yang membuat semua orang di area taman mengarah kan perhatian semua orang kepada ayah Nada yang tengah marah-marah. Kemarahan yang di sebabkan adanya bukti dan sebuah kejahatan yang di lakukan oleh ayah Yaser di ungkap di depan semua anggota keluarga. Tuduhan ayah Nada bahwa ayah Yaser telah melakukan korupsi besar dana perusahaan membuat semua orang terkejut dan terheran. Bagaimana mungkin ayah Yaser adalah orang kepercayaan ayah Afila selama puluhan tahun tega membuat perbuatan yang merugikan perusahaan.
Tuduhan yang berdasar pada bukti-bukti membuat para orang tua tidak dapat memberikan pembelaan kepada ayah Yaser. Dengan adanya bukti yang jelas, justru membuat semua orang memojokkan ayah Yaser, orang tua Afila yang mengetahui fakta itu hanya bisa diam melihat kejadian itu. Pembelaan dan penjelasan yang di berikan ayah Yaser terlihat membuat dia semakin terpojokkan semua pernyataan yang di berikan Ayah Yaser benar-benar seperti bualan, dan tidak di anggap oleh semua orang yang menyaksikan kejadian itu.
Tidak lama waktu berselang, polisi datang dan membawa surat penangkapan. Kedatangan polisi menambah suasana semakin gaduh. Ibu Yaser yang melihat suaminya di bawa polisi hanya bisa menangis melihat suaminya di bawa masuk ke dalam mobil polisi. Melihat ibu Yaser yang menangis keras tampaknya tidak mendapat empati dari orang tua lain. Semua orang tua dan anak yang lain hanya melihat dan pergi begitu saja, termasuk Nada kekasih Yaser. Nada yang menaruh perhatian tidak dapat menghampiri ibu Yaser dan Yaser sekalipun. Semenjak kejadian itu, para orang tua memang melarang anggota keluarga mereka mendekati keluarga Yaser. Orang tua Afila saja yang masih memberi teguran kepada Yaser dan ibunya sebelum mereka juga meninggalkan mereka berdua di area pesta.
“Lidia,,,, tenangkan dulu kamu. Saya dan Fitria akan mencoba mencari apa yang terjadi sebenarnya. Yaser jaga mamah kamu bawa dia pulang kerumah!” Ucap Ayah Afila mencoba menenangkan Ibu Yaser yang terus menangis.
“ Baik Om..” Sahut Yaser dengan air mata yang terus mengalir.
“Sabar yah..” Sahut Ibu Afila dan Afila sembari mengikuti Ayah Afila meninggalkan Yaser dan Ibunya.
__ADS_1
Persidangan pengadilan telah menentukan nasib Ayah Yaser. Kehidupan keluarganya kini bergantung atas keputusan dari hakim. Keputusan yang akan menentukan kehidupannya dan ibunya kelak ketika tidak ada lagi sosok ayah di keluarganya selama sang ayah masih di dalam penjara. Dengan bukti dan kasus yang jelas, menjadikan peluang ayah Yaser untuk tidak bersalah adalah sangat kecil. Hingga putusan pengadilan menjatuhkan hukuman sepuluh tahun untuk hukuman kurungan ayah Yaser. Hukuman yang begitu lama untuk kehidupan Yaser dan ibunya tanpa seorang ayah yang menjadi tulang punggung keluarga.
Keputusan yang sangat memberatkan Yaser dan Ibunya membuat mereka sangat tertekan. Bagaimana tidak, kabar berita ayahnya di penjara sudah di muat di seluruh surat kabar, belum lagi aset yang di miliki segera akan di sita. Kehidupan mewah Yaser dan ibunya selama ini mungkin akan hilang dengan sekejap mata dan tidak akan tersisa lagi. Keadaan yang sangat berat membuat keadaan ibu Yaser sedikit memburuk. Stres berat melanda jiwa ibu Yaser setelah putusan hakim di bacakan. Setiap hari hanya ada tangisan dengan tatapan kosong dalam raut wajah ibu Yaser.
Hari ini, adalah hari terakhir ujian kelulusan untuk Yaser dan teman temanya. Kehadirannya di sekolah memang bukan sebuah pilihan pada suasanya yang bagus. Semua siswa di sekolah bergunjing akan kehidupannya yang dulu mewah kini bahkan pergi ke sekolah menggunakan angkutan umum. Melihat keadaan Yaser yang saat ini membuat sebagian anak laki-laki yang sudah lama tidak menyukai Yaser memberikan hinaan dan cacian. Perkelahian di antara mereka tak dapat terelakkan, Yaser yang sakit hati atas hinaan yang di berikan oleh rekannya membuat emosi dalam dirinya tidak tertahan. Suasana sekolah seketika menjadi gaduh dengan perkelahian Yaser dan siswa lainya.
“Heyyy,,, lihat dia..!! si anak koruptor... buat apa hidup mewah dan belagu tapi hasil ngerampok,,,,!!!!!” Teriak seorang siswa menghina Yaser.
“ Ahahahaha.... anak perampok pasti juga punya bakat merampok. Saran gue amankan barang kalian, siapa tahu ada yang hilang di rampok...!!!!
“Bangsat...!!!” Teriak siswa lainya dan mengeroyok Yaser yang tak berdaya.
Melihat Yaser yang sedang di keroyok oleh sekelompok siswa lainya, Nada hanya terdiam dan meninggalkan Yaser pergi. Tatapan Yaser yang melihat nada demikian membuat dia sendiri menjadi semakin tak berdaya. Nada yang pergi tanpa memberikan rasa perhatian untuknya sebagai seorang kekasih, bahkan semua teman dekatnya di kalangan atas kini tidak bisa memberikan bantuan untuknya adalah luka besar sangat menyakitkan untuknya. Hanya Afila yang memberi pertolongan dengan menyalakan alarm kebakaran untuk membubarkan semua siswa. Kekhawatiran masih terlihat di wajah Afila, sesegera mungkin Afila kembali menghampiri Yaser yang tak berdaya. Namun sesampainya Afila di lantai dasar, Yaser sudah tidak ada di sana.
Di sisi lain, Yaser yang terluka parah ternyata Silvia lah yang membawanya ke lantai atap gedung sekolah. Mencoba menenangkan Yaser dan merawat luka Yaser dengan obat-obatan seadanya. Sebuah pengakuan terjadi di sana, sebuah pengakuan tentang perasaan Silvia selama ini yang memendam rasa cinta hingga kegilaan yang di alaminya selama ini. Pengakuan yang membuat kedekatan Silvia dan Yaser menjadi dekat.
“Lihat,,, Lihat sekarang..!!!. mana pacar yang kamu cinta itu, dia hanya bisa melihat kamu kesakitan dan tidak melakukan apapun.” Teriak memarahi Yaser.
__ADS_1
“Sill... Sudah Sill,, biarkan saja.”
“Biarkan,, Gila kamu ya,,, setelah semua ini kamu bahkan masih bisa belain dia. Gila si memang.. asal kamu tahu. Aku menyimpan perasaan cinta ini sejak kamu bertemu, bahkan segala perhatian coba aku berikan agar kamu bisa melihat cinta ku. Dan ternyata kamu lebih memilih dia..??!!! terus lihat siapa yang masih perduli kepadamu???!!!” teriak Silvia semakin memarah sembari meneteskan air mata.
“Hey,,hey,, sudah.. iya aku tahu semua sudah terjadi. Aku bahkan tidak tahu kalau kau mencintaiku selama ini.”
“ Hoh,, tidak tahu,, atau memang kamu sudah di butakan oleh Nada. Anak dari seorang yang sudah membuat ayahmu berada di dalam penjara!!!”
“Iya,, Iya,, ok aku sadar sekarang siapa mereka. Thankyou...Thankyou,,,Thankyou..” lirih suara Yaser meneteskan air mata memeluk Shilvia yang masih menangis melihat keadaannya sekarang.
Hari semakin menunjukkan senja, Yaser yang pulang penuh dengan keadaan luka dan memar membuat ibunya yang sudah dalam keadaan stres menyadari anaknya terluka. Tangis histeris pelukan erat yang di berikan ibu Yaser membuat semua kejadian yang menimpa Yaser terasa tak tertahankan dalam pelukan sang ibu. Tangisan yang sangat menguras pikiran membuat sang ibu tak sanggup menahan derita, membuat seketika sang ibu terjatuh tak sadarkan diri. Melihat ibu Yaser terjatuh seketika Silvia yang baru saja memarkirkan mobil langsung berlari dan membantu Yaser menolong sang ibu yang tidak sadarkan diri.
“Terima kasih Ya Sil sudah menolongku... terima kasih juga sudah membantu mamah.” Ujar Yaser dengan nada sesal kepada Silva.
“ Sudah Santai saja,,, sudah sana kamu mandi. Biar tante Lidia yang aku jaga. Sudah bau badan kamu,, iiuuuuhhh”
“Ba,,bau,,, masa sih,,, ya sudah aku pergi mandi dulu ya” sedikit senum tersipu malau.
“iya..”
“Mmmmmmm,,,,ya ampun Yaser. Muka banyak luka saja masih terlihat cakep...” Ujar Silvia dalam angan melihat Yaser tersenyum kepadanya.
__ADS_1
Selesainya Yaser mandi, terdengar teriakan Ibunya memanggil Yaser yang baru saja terbangun. Yaser yang hanya mengenakan handuk segera berlari ke kamar Ibunya dan menenangkan keadaan sang ibu. Melihat Yaser yang datang tanpa pakaian bertelanjang dada membuat pandangan Silvia sangat panas. Setelah ibunya tenang dan kembali tertidur, Yaser dan Silvia keluar dari kamar sang Ibu. Perasaan dan pandangan melihat Yaser hanya bertelanjang dada membuat gairah pada Silvia tak tertahan. Seketika ciuman darinya di berikan kepada Yaser. Yaser yang merasa hanya memiliki Silvia hanya bisa terdiam dan memberikan keinginan Silvia. Kali ini semua berada di batas kendali Yaser dan Silvia, mereka telah terlalu terlewat batas sebagai seorang teman. Hubungan badan telah terlanjur terjadi di antara mereka berdua.