KOMPLIKASI PUTIH ABU NOW AND AFTER

KOMPLIKASI PUTIH ABU NOW AND AFTER
BAB 4 ( CEMBURU )


__ADS_3

CEMBURU


Terungkapnya rahasia di antara mereka, kini tidak ada lagi rahasia yang di sembunyikan. Kebersamaan mereka kembali seperti biasa, kebersamaan yang tanpa rasa canggung hanya saja Silvia yang selalu memasang muka tidak senang ketika Yaser mencoba memberikan perhatian kepada Nada. Afila yang juga memendam rasa cemburu hanya bisa pasrah dan mencoba melupakan rasa cinta untuk Yaser di dalam hatinya. Kebersamaan mereka kali ini tidak banyak perubahan, namun ada sedikit perbedaan. Yang semua tampak tidak ada batasan dalam bercanda, sekarang mereka lebih berhati-hati untuk menjaga perasaan pasangan masing-masing.



Melihat di setiap kebersamaan mereka berpasang-pasangan, membuat Rizki sedikit menaruh perasaan iri karena hanya dia yang belum memiliki pasangan. Semakin dekatnya kebersamaan Rizki dengan Silvia, membuat Rizki sesekali terus berusaha mendapatkan cinta Silvia. Berulang kali pengakuan cinta selalu di tolaknya.



Pagi hari seperti biasanya aktifitas mereka di sekolah, hanya saja sekarang satu sekolah sudah mengetahui bahwa mereka sudah memiliki ikatan lain bukan hanya ikatan kelompok anak kelas atas. Melihat semua orang mendukung kebersamaan Raya dan Rafli dengan Nada dan Yaser membuat Silvia semakin emosi melihat semua terjadi di depan matanya. Rasa emosi dan kesal yang semakin tak tertahan sesekali membuat kekesalan itu di perlihatkan kepada orang di sekitar Silvia. Rizki yang menyadari itu mencoba menerima bahwa cintanya juga bertepuk sebelah tangan. Harapan dan usaha yang di lakukan Rizki kini membuat Silvia semakin menyadari bahwa Rizki tengah mengejar cinta Silvia. Ingin memberi harapan kepada Rizki dan menerima cinta yang Rizki perjuangkan membuat Silvia semakin bingung dengan keadaan. Di sisi lain, dia tengah kecewa dengan keadaan cintanya yang bertepuk sebelah tangan dengan Yaser, sedangkan dia tidak mencintai Rizki.



“ Heyy,, Silvia kenapa kamu akhir-akhir ini sering diam?” Tanya Rafli kepada Silvia yang hanya terdiam.



“Hah,,, nggak.. nggak ada apa-apa kok!” Jawab Silvia sedikit panik.


“Benar tidak masalah..?” Tanya Rizki meyakinkan Silvia yang terlihat menahan kesedihanya.


“Eemm,,aku ke kamar kecil ya...!” ucap Silvia menenangkan diri.



Melihat orang yang dia cintai sedang patah hati, membuat Rizki juga merasakan kesedihan. Namun apa daya, Silvia hingga kini belum juga membuka hati untuk Rizki yang sudah cukup lama mencoba mendapatkan cintanya. Kesedihan dan kecemasan yang selama ini Rizki pendam memang selalu dia sembunyikan dengan tingkah lucu yang selalu dia keluarkan menghibur orang di sekitar agar mereka tersenyum begitu pula untuk Silvia agar dia merasa terhibur dan melupakan rasa sakit itu juga.


“ Rizki,,,Rizki,,,” Teriak Rafli memanggil Rizki yang sedang mencari makanan di dapur.


“ Yaahhh,,, kenapa kau undang kami ke rumah kamu tapi tidak ada persediaan makanan.?”


“Hah,, ngga ada makanan. Pantas saja ayah dan ibu ku meninggalkan uang banyak sebelum mereka keluar kota.!” Jawab Rizki dengan sedikit bingung.

__ADS_1


“ Ya sudah aku keluar dulu beli makanan,,, mana uangnya!!!” Seru Rafli mengulurkan tangan ke arah Rizki.



“Jangan -jangan,,,, itu kan uang untuk makan Rizki. Pakai uang aku saja.” Sahut Afila.


“Yap,, betul sekali,,, terima kasih Afila.. 고마워 ( Gomawo )”


Sembari Rafli, Raya, dan Afila keluar membeli makanan, Rizki dan Silvia membuat minuman di dapur, sedangkan nada dan Yaser merapikan meja makan di halaman rumah. Di antara mereka membagi tugas mereka masing-masing. Mengadakan sebuah pesta kebersamaan kecil kecilan di lakukan mereka malam ini. Kebebasan dan kepercayaan yang di berikan orang tua mereka menjadikan kebebasan tersembunyi untuk mereka dalam menjalankan kisah cinta remaja mereka. Di anta orang tua lainya, menganggap mereka adalah teman sebaya yang terlahir dari kalangan yang sama.



Keseruan malam ini serasa terpisah antara mereka masing-masing untuk waktu sesaat. Raya, Rafli, dan Afila mereka terlihat sangat menikmati keseruan mereka sendiri dalam perjalanan mencari makanan. Sedangkan Yaser dan Nada menghabiskan malam kebersamaan dan bermesraan tanpa ada orang yang mengganggu. Di sisi lain, Rizki yang selalu mencoba menghibur Silvia karena kesedihan patah hati yang di alami Silvia saat ini.



“ Riz,, aku siapkan minumanya ke depan sebentar ya. Gelas dan peralatan yang lain mungkin bisa aku bawa terlebih dahulu.” Ujar Silvia.


“Oh biar aku saja,,, kamu teruskan buat minuman ini saja. Aku bawa peralatan ke depan.” Jawab Rizki dengan nada penuh perhatian.


“Wah,,,Wah,,,Ingat Bro,,, ini bukan dunia kalian sendiri. Jadi jaga perasaan orang di sekitar ya..!!!” Seru Rizki menegur Nada dan Yaser.


“ Apaan sih Bro,,, oh iya kita butuh hiasan lampu dan instalasi listrik. Kau punya tidak.?”


“Ada..ada.. sebentar aku cari.” Jawab Rizki segera meninggalkan mereka berdua.


Melihat minuman yang sedang di buat oleh Silvia sudah selesai, sedangkan ketiga temanya belum kembali membuat rasa cemas Rizki kembali lagi. Tanpa ragu, Rizki mencoba meminta Silvia untuk menemaninya mengambil lampu di lantai dua. Silvia yang sudah sadar akan tingkah Rizki untuk menjauhkanya dari Yaser hanya bisa mengikuti ke mana Rizki pergi.



“Sebentar aku ambil barang-barangnya di kamar ini. Mau masuk?” tanya Rizki.


“ Ngga deh, di sini saja... Riz, kamu sengaja pintu di buka saja?”

__ADS_1


“Oh,, tadi lupa aku tutup.. boleh minta tolong tutupkan Sil?” ujar Rizki meminta Silvia menutup pintu teras lantai dua.


Dengan segera Silvia meraih tangkai pintu untuk menutup pintu itu. Dengan pandangan yang mengarah ke halaman rumah, membuat Silvia seketika terkejut. Usaha yang di lakukan Rizki agar tidak melihat kebersamaan Yaser justru kini terlihat jelas saat Yaser berciuman mesra dengan Nada di halaman. Pandangan yang sangat menyakitkan itu harus Silvia lihat secara langsung tepat di hadapanya. Rasa sakit hati, rasa cemburu, rasa hancur dan rasa yang entah apa lagi dapat di gambarkan oleh Silvia melihat peristiwa itu.



“Sil..Hey,,Silvia,,,?” Panggil Rizki melihat Silvia terdiam di depan pintu.


“Hey...” Ucap Rizki sembari menepuk pundak Silvia.


“Ehh...Enggak.” Terkejut Silvia segera bergegas menutup pintu dan tirai putih transparan untuk menghalangi pandangan Rizki.


“ Ya sudah,,, ayo...!!!” Jawab Rizki.


Melihat sebuah peristiwa menyakitkan yang baru saja di lihatnya membuat pandangan Silvia sedikit kosong dan mulai berkaca. Rizki yang sudah berjalan meninggalkan Silvia seketika terhenti melihat Silvia hanya terdiam dengan tatapan kosong. Melihat Silvia yang terdiam, membuat Rizki menghampirinya kembali. Sebuah ucapan pertama hendak di ucapkan oleh Rizki seketika dengan tiba-tiba Silvia mencium bibir Rizki. Rizki yang terkejut hanya bisa terdiam dan mengikuti keinginan Silvia yang menciumnya. Suasana di antara keduanya menjadi memanas dan terbawa suasana.



Menyadari ketiga temanya telah kembali, ciuman sesaat yang Yaser berikan kepada Nada segera di sudahi dan menyambut ketiga temanya. Namun tidak dengan Rizki dan Silvia yang masih berciuman dua depan pintu kaca lantai dua dengan tirai yang transparan. Semua teman melihat kejadian itu, melihat Rizki dan Silvia sedang berciuman. Merasa sudah lebih tenang Silvia melepaskan ciuman Rizki seketika, melihat reaksi Silvia terhadapnya membuat Rizki sedikit terheran dan bertanya dalam benaknya apa arti dari ciuman yang Silvia berikan.



“Wohohohww.....panas sekali ya malam ini.?” Ucap Rafli saat Rizki dan Silvia datang.


“Rizki,,, Silvia,,, Kalian jorok. Apa bibir kalian di tempel-tempel begitu. Kalian berebut permen?” sahut Afila dengan lugunya tidak mengerti ciuman.


“Bi,,Bibir,,,Bibir..???” Tanya Rizki dengan nada terkejut dan panik.


“Kalian pacaran...??” tanya Yaser dengan heran.


“Engg....” Jawab Rizki terputus karena Silvia memotong perkataan.


“Ya,,iya Kita berpacaran.” Jelas Silvia menegaskan hubungan antara dirinya dengan Rizki saat ini.

__ADS_1


Mendengar pernyataan Silvia seketika membuat Rizki dan yang lain terkejut, pasalnya Rizki sendiri masih terkejut dengan ciuman yang di berikan Silvia. Setelah pernyataan itu, membuat sedikit Rizki dapat bernafas lega. Pasalnya kini harapan dia bisa memiliki cinta Silvia telah terjadi. Kini lengkap sudah pangeran memiliki pasangan mereka masing-masing. Hanya Afila seorang yang tidak memiliki pasangan. Namun keluguan dan kepolosan membuat perasaan Afila adalah sebuah tidak pentingan yang harus dia pikirkan. Baginya, masa depan tidak harus melulu soal cinta. Pencapaian adalah sebuah tujuan utama dalam hidupnya.


__ADS_2