
Canteen Student Housing, Krealist University
Surrey, England, United Kingdom
"Charlotte menungguku di Ruang Himpunan. Kalian pergi saja duluan"
Itu kata Summer 30 menit yang lalu. Jadi yang ada sekarang hanya 3 sekawan pria tampan yang duduk di kantin. Eksistensi mereka mencuri banyak perhatian. Sudah tampan, kaya lagi. Siapa yang tidak suka, pengecualian untuk Summer.
"Jadi, bagaimana dengan Rose?" Cameron menaikan kedua alisnya bergantian. Bermaksud menggoda Dominic.
Yang di goda bersikap acuh. Walau sebenarnya ingin sekali mencekik Cameron. Jadi, Dominic hanya mengangkat bahu acuh.
"Semakin cantik" jawabnya acuh. "Charlotte? Kulihat dia pergi dengan Mark tadi pagi" Dengan penuh smirk Dominic melempar balasan pada Cameron.
Bahu Cameron lesu seketika. "Tidak tahulah. Padahal aku tampan, kaya pula" Ia meletakkan sebelah tangannya disamping piring. "Tapi bahkan enggan melirikku" keluhnya. Tak lupa menggigiti garpu yang dipegangnya.
Ben berdecak kesal. "Makanya ungkapkan. Bukan malah dipendam" tatapannya berubah. Menatap objek dibelakang Dominic dan Cameron yang duduk membelakangi pintu.
"Nah, yang dibahas sudah datang" seringainya lebar.
Cameron memutar bola matanya malas. " Kau pikir aku percaya?" garpu di tangannya teracung di depan hidung Ben. "Aku tak percaya kalimat orang bodoh"
Ben cengengesan. "Dia benar-benar disini kok. Bersama Summer pula" lanjutnya sambil makan.
Tubuh Cameron menegang. lalu menoleh dengan kaku. Charlotte, si mungil kesayangannya sedang bersama Summer. Dan... menuju kearahny!
Cameron kelabakan sendiri. Langsung saja Ia berdiri, bersiap untuk pergi. Tapi dua idiot bersaudara ini sempat saling menatap satu sama lain sebelum menahannya untuk duduk kembali.
Cameron berusaha berontak dari tangan-tangan setan -Ben dan Dominic- yang terus menahannya untuk duduk. Ia belum siap bertemu Charlotte. Akan bereaksi seperti apa Ia nanti.
"Hey yo bro..." Summer muncul dan langsung duduk di sebelah Ben. Tak lupa mencomot kentang goreng dari piring Dominic.
__ADS_1
"Boleh duduk di sini?"
Cameron membeku -lagi-. Dengan kaku Ia menoleh. "Sure. Public place" Itu suara Dominic mendahului Ben yang berniat melarang. Dan langsung saja Charlotte duduk disebelahnya.
'Damn, damn, damn..." rutuk Cameron dalam hati. Sebatas dalam hati, dia tidak berani juga bersuara. takut gugupnya kentara terlihat.
Dominic berdehem. Berusaha tak tertawa melihat Cameron mendadak bisu. "Jadi tidak?" matanya menatap Summer yang asyik makan pasta milik Cameron.
Ben dan Cameron langsung menatap bingung dua spesies yang berinteraksi itu. Sedikit bingung dengan pembahasan mereka.
"Jadi apa? Kalian berencana sesuatu?" Cameron bertanya, mewakili Ben. Rupanya Ia sudah menemukan kembali suaranya yang tadi hilang di telan kegugupan.
Dominic mengendikan bahu sambil menatap Summer. Meminta gadis itu menjawab lewat isyarat mata.
"Aku mengatakan pada Dominic, kukira dia akan memberitahu kalian" gumamnya diantara gigitan pada makanan. "Kita akan pergi ke kebun binatang" terangnya.
Kedua pria diantara mereka mengangguk paham, diikuti anggukan Charlotte. Setuju saja sih. Toh ini musim panas, liburan pula. Terkurung di Student Housing juga tak enak. lebib baik keluar, siapa tahu bisa bertemu jodoh.
"Charlotte juga ikut"
Cameron jadi menyesal sudah menggoda Dominic. Akhirnya malah Ia sendiri yang terpojok. Ini sih senjata makan tuan namanya.
•°• ✾ •°•Krealist University•°• ✾ •°•
Sea Life Centre London Aquarium
Lambeth, London, United Kingdom
__ADS_1
"Dasar norak! Umur kalian berapa? Lima? Melihat lumba-lumba saja seperti itu" sembur Summer.
Sejak mereka tiba, mereka bertiga yang paling antusias. Summer yang punya ide kemari pun biasa saja, tidak seantusias mereka. Bahkan sudah tidak berminat lagi begitu melihat tingkah mereka bertiga.
Bingung. Sebenarnya umur mereka itu berapa sih. Melihat lumba-lumba saja sudah seperti melihat pangeran disney keluar dari televisi. Heboh, atau norak.
Bahkan diantara beberapa pengunjung memfokuskan perhatian pada mereka. Menatap seolah mereka makhluk asing. Summer semakin kesal jadinya.
Summer menatap Charlotte yang juga sedang menatap tiga serangkai. "Maaf ya Char, kIta jadi seperti itu-ibu yang menjaga anaknya" Summer merasa tak enak, sumpah. Bisa-bisa Charlotte tidak mau main dengannya lagi setelah melihat kelakuan tiga serangkai.
Charlotte hanya tertawa. Cantik. Pantas si Cameron suka. Tidak yakin juga sih, Si Cameronn beneran suka atau cuma mau main-main saja. "Nope. Mereka menggemaskan" imbuhnya.
Summer menganga. Menggemaskan katanya. Belum tahu saja bagaimana kelakuan asli mereka. Mereka mana pantas disebut menggemaskan, menggelikan lebih pantas. Summer sampai ingin lari saja kalau mereka bertiga sudah berkumpul.
"Mungkin saja mereka belum pernah kemari, iya kan?" lanjut Charlotte, bertanya pada tiga sekawan.
Ben menoleh. Tangannya menggaruk keningnya yang tak gatal. Dia sedang berpikir keras. "Entahlah, sepertinya tidak pernah" jawabnya. Lalu kembali fokus pada aquarium.
Summer mendengus, dan membalas. "Walaupun dia sudah pernah kemari, tingkahnya tetap akan norak seperti yang Kau lihat sekarang" gerutunya.
Kali ini Dominic yang mendengus. "Sudahlah Summer. Berhenti menggerutu. Kau terlihat seperti neneknya Ben" cibir Dominic. Sakit juga telinganya jika terus mendengar Summer berkicau.
Yang namanya dibawa-bawa langsung menatap Dominic. Tak lupa, tangannya terayun mengeplak kepalanya. Tapi gerakannya dengan mudah terbaca. "Nenekku ya nenekmu juga, bodoh"
Dominic menahan tangan Ben. "Mana kutahu. Kan aku hanya asal bicara"
Dengan gemas Ben memiting kepala Dominic. Sedikit kesulitan mengingat badan Dominic yang sedikit lebih tinggi darinya.
Summer menatap skeptis Ben dan Dominic yang saling memiting, sedangkan Charlotte tertawa lagi. Mengundang Cameron berbalik dan menatapnya. Suara tawa yang merdu bagai lullababy, setidaknya itu yang ada di telinga Cameron
__ADS_1
•°• ✾ •°•To Be Continue•°• ✾ •°•