
Pagi itu Dara mencoba meminta ijin terhadap suaminya. Niat hati ingin bekerja diluar negri sangat menggebu di hatinya. Padahal Tek pernah terbesit dipikiran dia dari dulu untuk bekerja keluar negri bahkan melihat teman teman yang sukses dari luar negri pun dia tak pernah ingin. Namun saat ini seakan keinginan Dara begitu kuatnya.
" Ayolah yah, ijinkan mamah kerja diluar negri. Lagian mamah berjuang juga demi keluarga, katane mamah ingin membantu ayah dalam menambah ekonomi keluarga." kata aku kepada suamiku
" mah, tidak harus membantu aku mencari uang harus keluar negri kan? jawab suamiku
" tapi aku ingin agar cepat terkumpul dalam 2 tahun dan aku akan mencari disini atau usaha disini. setelah itu aku kembali." jawabku
" dipikir dulu mah, jangan asal ngomong karena bukan hanya kamu yang dipikirkan, ada anak orang tua dan keluarga?"
" kalau disana sudah jelas walaupun aku jadi art tapi gaji sdh jelas sekiranya 2 tahun cukup untuk meringankan beban sekolah Tama ? jawab aku ngeyel ( Tama adalah nama anak pertamaku yang sudah membutuhkan biaya besar)
Suami terdiam seakan sudah tak mau berdebat dengan aku. dia tetap dengan pekerjaan rutinnya membuat laporan onlaine kantor setiap paginya.
Ras marah ada didalam hati aku seakan omonganku tak di dengar dan dianggap sepele.
Oh ya namaku Dara. Aku adalah seorang ibu rumah tangga dengan dua anak .Suamiku bernama Adi dan anak pertamaku bernama Tama dan yang cewek bernama firda.
Sebenarnya walaupun aku ibu rumah tangga tapi aku mempunyai kegiatan yang juga mengahasilkan uang.
Apa saja aku lakukan asal itu halal dan aku tak mengenal malu.
__ADS_1
Mengajar di paud pun aku pernah namun karena kendala keluarga aku pun akhirnya harus berhenti.
Aku mencoba mencari waktu lain dimana situasi yang lebih santai. Masih berharap ada kemungkinan agar aku bisa mendapatkan ijin dan bisa selangkah lebih dekat dengan yang aku tuju.
Yah aku sungguh picik.......aku niat berkerja dengan tujuan ada kesempatan bertemu dengan laki laki dari masa lalu aku yang selama ini masih selalu aku sayangi. Mantanku dimasa lalu ku yang hadir kembali setelah hampir 15 tahun menghilang tanpa kabar.
Cinta pertama .....banyak orang yang tak percaya dengan cinta pertama namun tak sedikit orang yang tak bisa move on dari cinta pertamanya termasuk juga aku!
Namun jangan salahkan dan jangan hakimi kami yang masih merasakan dan memiliki rasa dimasa lalu karena tak ada seorangpun yang menginginkan semua akan terulang lagi.
Setiap orang berharap apa yang ada didepan mata dan kehidupan yang akan datang lebih baik tanpa harus melihat masa lalu tapi rencana manusia tak seindah rencana Allah .
Seperti halnya aku yang sedang menghadapi kenyataan bahwa aku terhubung lagi dengan masa lalu yang tak pernah aku sangka.
Kring....kring...kring
hp ku berdering dengan bergegas aku langsung mengangkatnya
" assalamualaikum.....mba dara aku mau kerumah ada urusan penting bisa ngga ? " ternyata itu adalah nana teman akrabku walaupun umur kamu jauh tapi kami bisa berteman baik
" waalaikum salam ....oh kamu na, ya main aja lah kerumah aku ngga pergi." jawab aku tak bersemangat setelah berdebat dengan suamiku
__ADS_1
" tapi agak siang aja ya mba aku juga mau ngeprint berkas berkas dulu biar semua sudah siap."
" Ya terserah kamu aja lah na, yang penting aku maunya beres dan yang ringan aku lagi mager banget dan malas." jawabku
"ngga semnagt banget kok, lagi kenapa sih mba? " tanya Nana
" nanti lah aku ceritain kalau dah disini aku lagi males ketik juga mending sekalian aja jadi lebih enak." Kata aku
" ok ok aku siap siap dulu aja ya mba, eh mba dara mau jajan atau minuman nanti aku sekalian bawain?" Nana menawarkan makanan dan minuman
" aku jus ajalah, rasa mangga itu aja."
" ok siap, sampai ketemu nanti siang ya mba."
" ok aku tunggu dan hati hati yaa." jawab aku sambil menutup telepon
Aku dan nana dipercaya oleh puskesmas supaya membantu mencari dan mengunjungi para odgj atau orang dengan gangguan jiwa atau depresi .
Mereka yang tidak mau berobat atau ada gangguan jiwa namun keluarga tak mau mengobatinya akhirnya pihak puskesmas minta bantuan dari kita untuk mencari dan membantu mereka.
Tak ada bayaran kami bersifat sosial namun kami iklas menjalani katane prihatin melihat mereka.
__ADS_1
Sebenarnya banyak kegiatan yang aku punya namun kebanyakan bersifat sosial dan kami diberi upah intensif saja.