Ku Jemput Cintaku Di Tanah Melayu

Ku Jemput Cintaku Di Tanah Melayu
episode 3


__ADS_3

Salah satu hp kami berdering ternyata itu call dari mba Dewi. Mba Dewi adalah seorang petugas dari puskesmas yang bertugas menanggani odgj bersama kami.


" Halo selamat siang ..." terdengar suara mba Dewi dari telpon


" Siang mba ..posisi ada dimana mba? jawab Nana


" Aku dah di lokasi dan aku tunggu disini aja yah dari pada aku muter lagi ." kata mba Dewi


" ok mba siap ..kami segera meluncur ..." jawab Nana


kami berdua berboncengan menuju lokasi dimana kami akan melakukan kunjungan kepada pasien.


kami berdua hanya bertugas pendamping mba Dewi.


Kami menanggani tidak cukup satu pasien saja namun kami juga mengunjungi pasien yang lain bahkan pasien yang sudah dinyatakan sembuh namun masih kontrol.


Hampir 3 atau 4 jam kami berputar untuk kunjungan akhirnya saatnya kami pulang kerumah masing masing . Lelah lapar dan cape kami rasakan. Nana mengantarkan aku sampai dirumah.


" Makasih ya na, kamu ngga mampir dulu." kata aku


" Ngga lah mba aku cape mau istirahat dan ngantuk banget mba." jawab Nana


" ok hati hati dijalan yah."


" Yaa mba aku pamit dulu l." serambi berlalu Nana pun pulang

__ADS_1


Aku langsung menuju ke kamar berganti baju dan langsung sholat dhuhur karena jam dhuhur sudah mau habis.


kring ...kring ...kring bunyi hp berdering terus namun saat itu aku belum selesai sholat


Aku buka dari notifikasi ternyata syuk ... dia mantan aku yang sedang aku jalani saat ini. Senang rasa hati, cape lapar bahkan kantuk aku seketika Hilang.


Aku ambil tempat ternyaman untuk menerim call dari dia.


"Assalamualaikum ....." suara dia memberi salam


"waalaikum salam ......"jawabku


" dah pulang yank?" tanya dia


"udah baru aja dan baru selesai sholat juga ..."


" sama Nana juga yank, soalnya itu daerah tempat tinggalnya Nanakan ."


Syuk tau karena setiap.kegiatan aku sebisa mungkin aku kasih kabar dan dia kenal Nana itupun aku kenalkan ke.dia walaupun hanya lewat wa. mereka langsung akrab karena sifat rame.mereka.yang bisa.langsung akrab. Mereka pun sudah mempunyai nomor hp mereka masing masing punya rasa cemburu atau apa dibenak aku karena ada sebagian teman yang takut jika temanya akan main hati dengan teman kita sendiri.


Aku dan nana alhamdulilah bisa akrab dan seperti saudara kakak adik karena ada nya saling pengertian, saling melengkapi, bahkan nyaman senasib sepenanggungan juga kami rasakan.


Padahal kami kenal.belum lama. Mungkin itulah jodoh pertemanan kami. yang bisa menerima kekurangan dari kami masing masing.


" Dirimu lagi libur apa yank?" tanya ku

__ADS_1


" Ngga yank aku lagi cari barang dan makan sekalian, bentar lagi aku ke lokasi kerja aku. "


" ibu Gimana kabarnya yank? sehatkan ? aku lama tak call ibu, karena pas terkahir aku call ibu bilang ngga enak badan ya aku pikir ibu butuh istirahat." kata ku


" ibu dah sehat lagian juga ibu lagi sibuk merawat bapak yang gantian sakit dan bapak mau dirawat dirumah sakit moga sih ngga parah karena sakit jantung."


" oh ya moga aja cepet kembali sehat lah, repot juga ibu kasian."


" ya udah yank, aku kerja dulu yah nanti kalau aku slow aku call dirimu lagi." kata dia


" Ya hati hati ya yank, jangan lupa makan dan jaga kesehatan." kata aku


Itulah kalimat seakan wajib bagi kami ucapkan diakhir obrolan.


memang umur kami tak muda lagi dan sudah tak sepantasnya hubungan ini kami jalani namun......rasa yang timbul.tak.dapat kami pungkiri dan kami hindari karena semua dari sang pencipta.


Kami manusia yang ingin menikmati hidup tanpa adanya masalah.


Aku hanya bisa bersyukur dengan rasa ini mungkin Allah memberikan rasa ini karena adanya sisa rasa dimasa lalu dan wujud dari doa aku yang tulus.


Mereka yang tidak tahu dan tidak pernah merasakan pasti akan menyalahkan kami karena Kami memang salah.


Ku jalin hubungan ini hanya lewat onlaine tak pernah satu kali pun kita jumpa.Sabar dan iklas kami jalani walaupun ada emosi yang tersimpan. Rasa kangen ingin bertemu tak pernah tidak aku rasakan setiap harinya namun aku tepis inilah kenyataan yang harus aku terima bahwa mau tidak mau dan siap tidak siap sakit menahan rindu akan terasa sakit karena dia tidak berada disini bahkan dia berada diluar negri.


umur kami pun yang sudah tidak lagi muda adalah cerminan bahwa adanya puber ke dua seperti yang sedang kami alami.

__ADS_1


Mungkin karena rasa yang tulus inilah yang membuat aku bertahan walaupun andaikan bisa dikatakan sakitnya luar biasa.


__ADS_2