
Kadang terbersit didalam hati dan berbicara sendiri
" Sebenarnya buat apa aku melakukan ini ? dan aku mendapatkan apa dari semua ini?"
Pertanyaan yang terlontar daru hari dan hanya mampu dijawab oleh diri sendiri.
" Sakit!"
itulah jawaban yang tepat untuk menggambarkan rasa yang sebenarnya aku alami namun entah kenapa tak bisa dilepaskan?
Karena kita sudah terlanjur bukan mainan namun melibatkan hati kita. Hampir 2 tahun waktu yang tdk singkat tanpa ada pertemuan dan tanpa ada tuntutan namun karena awal rasa nyaman yang mengajarkan menerima takdir dengan iklas. Yaa katane kami mempunyai masa lalu dan dari masa lalu kita sama sama menerima lagi kebaikan bahkan keburukan yang pernah kita lakukan .
jika seseorang bertanya hari esok ?
" ku jawab dengan Allah huallam"
Allah maha membolak balikan hati manusia dan beliau skenario terbaik karena sebagus dan sebaik rencana manusia,rencana beliaulah yang terbaik.
Saat itu kami baru berumur belasan tahun, ketika cinta monyet mulai datang kepada kita. Kami bertemu pun tak sengaja padahal kami tinggal bertetangga RT. Aku duduk dibangku SMP dan dia duduk dibangku SMK.Kami yang kala itu sedang sama sama bermain dengan teman saling bertemu pandang. Entah saat itu masih belum tau apa apa saat bertemu pandang ada rasa yang beda. Berawal dari kagum namun tak berani aku mencintainya katane aku sadar diri aku tak cantik, kaya namun dari tampang dia, dia termasuk anak yang punya nama.
Dia menghampiri aku dan bertanya
" hai kamu dara yah?" tanya dia
" iya, kok kamu tau?" jawab aku
" ya aku tau kayanya kamu adiknya tio kan ?" tanya dia balik
" ya.....tapi kamu saudara tiri dan di tidak tinggal disini, kamu kenal?"
" ya aku berteman, dan aku tau pernah lihat kamu dirumah Tio."
" ooh ya ya, aku tau kamu tapi aku tak tau kalau kamu temen kakak aku." kata ku
" kamu masih SMP yah?" kalau aku dah SMK di tempat kakakmu tinggal jadi teman kakakmu pun aku banyak yang kenal." dia bercerita
__ADS_1
" ooh ya ya aku kelas 3 SMP."
" oh ya met kenal namaku syuk dan kamu dara yah ?"
" MET kenal juga tapi kok kamu kenal aku?"
" hahaha ya tau lah kamu aja yang ngga tau aku." jawabnya sambil tertawa
Kami mulai akrab mungkin karena kamu sebaya namun ternyata umurku lebih tua 6 bulan dari dia. Dia anaknya baik supel dan menyenangkan saat mengobrol.
" Namun kalau dilihat tampan dia yang ganteng ada bau bau playboy? dalam hati aku seketika terbersit pikiran seperti itu."
" Ahh bodo amat mau playboy atau playgirl apa peduli aku toh aku bukan siapa siap dia juga!"
Otakku seakan perang ngomong sendiri dan dijawab pun sendiri.
Kami sering bertemu karena dia mempunyai banyak teman disekitar lingkungan aku. Hari demi hari mulai terlihat keakraban kami walaupun tak tampak didepan mata umum.
Jujur ada rasa ketertarikan namun aku simpen tak berani. sadar diri dan sadar tempat he.....
Hingga suatu malam
" waalaikum salam wrwb..." suara bapaku menjawab salam dia
" pak , dara ada?" tanya dia ke bapak aku
" oh ada, tunggu bapak panggilkan." bapak ku serambi masuk dan memanggil aku yang sedang didalam kamar
" dara itu ada teman kamu yang cari." kata bapak aku
" Siapa pak?" jawab aku
" bapak ngga tau dan bapak baru pernah lihat main kerumah." jawab bapak aku sambil keluar dari kamar aku dan kembali ke depan televisi
Aku keluar kamar dan langsung ke teras depan, Kaget, senang, gembira dan lain lain rasa yang ada di hati ini. Dan bahkan rasa deg degan ini beda dengan drg degan bertemu dengan teman yang lain. Apa ini yang dikatakan rasa suka?
__ADS_1
Ah sudahlah jangan nglantur......pikiranku kacau
" Hai syuk."awal aku menyapa
" hai dara ....."
" Masuk duduk didalam aja syuk."ajak aku
" ngga lah enakan di teras aja. ngga apa kan ?" tanya dia
" oh ya ok ngga apa, ngomong ngomong ada apa ni?" tanya aku
" ngga apa aku pingin main aja ketempat mu. Apa ada yang marah ni kalau aku main kesini?" canda dia sambil tertawa
" Ngga lah, kenapa harus marah? " padahal aku senang dia main kerumah aku. Aku memang tak punya pacar walaupun cowok yang deketin adalah beberapa tapi mungkin hati perasaan tak bisa dibohongi.
Kami ngobrol sambil tertawa. Rasa nyaman dan nyambung dalam obrolan sudah terasa diantara kami. Bahkan kalau boleh meminta waktu berhenti untuk memperpanjang waktu kami berdua.
Waktu kami terasa berlalu dengan cepat, sunyi nya malam akhirnya menyadarkan kami bahwa waktu malam sudah menjadi semakin larut. Jam dinding sudah menunjukan hampir pukul 9 malam dan waktunya dia akan berpamitan pulang. Berat dan seakan tak rela dia pulang, di tengah asyiknya kita sedang mengobrol namun semoga ada kelanjutan tentang cerita malam ini. Dia berpamitan pulang.
" aku pamit dulu yah udah malam." pamit dia
" ya ngga apa apa dan makasih ya kamu dah mian kerumah aku?" jawab aku
" he....tenang kalau ada waktu dan boleh pasti aku main lagi kesini." katanya dia
" boleh lah ..main aja."
" siap....mana bapakmu ? aku mau pamitan."
" bapak ini syuk mau pamitan." panggil aku ke bapak
Dan bapak keluar dari ruang televisi
" saya mau pamit pak dan selamat malam." pamit dia ke bapak aku
__ADS_1
" oh ya hati hati dijalan." jawab bapak aku simple
Dia berbalik pandang ke aku sambil tersenyum dan berlalu dalam gelapnya malam. Seperti mimpi dan ini makan yang sangat indah dan andaikan aku boleh meminta jangan akhiri dulu saat ini.