
Tok tok tok....
"Assalamualaikum ......" suara pintu dan suara seorang wanita mengucapkan salam dan ternyata adalah nana
" Waalaikum salam ......" jawab mamahmu yang sedang di dapur dengan bergegas membukakan pintu depan
" Bu ..mba dara ada? " tanya Nana
" oh Nana.....ada tapi lagi sholat dhuhur ayo silakan masuk dulu dan tunggu yah sebntr lagi pasti selesai ."jawab mamahku sambil menawari minuman
"mau bikin teh atau kopi na?"
" Ngga Bu terima kasih aku dah bawa jus ini Bu." jawab Nana sambil menunjukan jus yang dia bawa
Nana dengan sabar menunggu ku yang sedang sholat dhuhur. Sambil menunggu aku selesai pasti dia bermain game karena itulah hobi dia selain bermain game juga senang bermain berondong.Wkwkw hanya iseng dan buat penyemangat aja di saat dia bermain game.
Nana seorang teman yang umur dengan aku terpaut 9-10 tahun namun dia mampu menjalin dan mengerti keadaan aku bagaimana pun.
Saling suport jika salh satu teman kita yang susah, menasehati dimana yang satu bersalah atau dalam keadaan terpuruk. Yang aku suka di cuek pemberani dan juga pintar, tak pernah meninggalkan teman disaat susah.
Aku sudah selesai sholat dan bergegas menuju ruang tamu menemui Nana.
" hai na....gimana masalah odgj yang di rw mu?" tanya aku
" wah mba ngeri dia kalau sedang kumat bisa ngamuk. Bahkan tetangga kami pun sudah tak mau merespon karena berbahaya." kata Nana
" ya kita kesana nanti tidak nunggu mba Dewi aja, doa yang sudah biasa menanggani masalah itu."
" ya kita tunggu aja mba sampai mba Dewi datang baru kita bertindak." jawab Nana
Nana juga seorang wanita yang ingin mengabdikan diri menjadi seorang perangkat desa. Banyak kegiatan yang dia lakukan dalam berbakti di desa.
__ADS_1
Aku sebagai seorang teman hanya berdoa yang terbaik buat nya.
" Mba lagi kenapa sih kok kaya suram sekali mukanya?" tanya Nana melihat aku tak bergairah
" Aku habis berdebat dengan suami."
" Kenapa mba?"
" Aku tadi minta ijin buat kerja diluar negri." jawab aku
" Apa ? tampak terkejut Nana dengan apa yang aku ucapkan
" mbaa ...."
Aku langsung menoleh saat Nana memanggilku dengan nada seperti membentak dan seperti heran
" yaaa."
" iya naa aku sudah memikirkan."
"mbaaa....coba dulu Ng jangan goblok dalam mencintai seseorang, dipikir resiko dan akibatnya buat mba dan keluarga." jawab Nana dengan nada emosi
Nana tau semua jadi jika dia marah atau emosi wajar ketika aku ceritakan semua yang aku alami tentang yang aku alami sekarang ini
" Yaa na ...aku kerja na bukan main main. Hilangkan pikiran negatif mu itu naa." jawab aku pun dengan nada agak meninggi
" mba dara bukan semata ingin mencari uang saja namun ada hal lain dan tujuan lain dibalik rencana mba dara itu ?"
" Rencana lain apa naa?"
" mbaaa aku kenal mba emang belum lama namun aku sudah tau karakter mba dan kehidupan mba dara !"
__ADS_1
" jangan menilai orang dulu na sebelum kamu tau apa yang aku alami." jawab aku tak mau kalah
perdebatan kecil terjadi diantara kami
" mba dara pergi bukan semata untuk uang namun hanya ingin bertemu atau lebih dekat dengan syuk.....bukan nya dari dulu mba dara tak pernah berpikiran kerja bahkan ingin keluar negri tapi setelah tau masa lalu mba dara ada diluar negri mba dara ingin sekali kerja disana ."
Syuk adalah nama lelaki dari masa lalu aku yang sudah tinggal diluar negri. Dia cinta pertama aku dan dia juga adalah laki laki yang pernah menyakiti aku begitu dalam namun aku masih setia dengan sisa rasa yang dulu. Namun kita tak tahu bahwa takdir mempertemukan kita lagi walaupun hanya lewat onlaine dan sosial media.
Memang walaupun aku seorang istri dari seorang wiraswasta namun dimata mereka aku adalah istri yang pas Pasan dalam ekonomi namun juga cukup dan bahagia. Karena bagiku materi dapat dicari namun keluarga atau orang yang disayang sangat berharga lebih dari apapun.
" Sudahlah na saat ini aku tak ingin berdebat dengan siapapun, aku sdh lelah dengan pikiran ini jadi saat ini jangan membuat aku naik darah." jawabku tanpa canda dan datar
" ok ok mba aku hanya mengingatkan agar mba dara memikirkan lagi jangan hanya dengan emosi sesaat yang hanya akan mengakibatkan penyesalan diakhir."
" Ya na aku tau tapi aku hanya mengikuti kata hati, dan juga aku ingin membantu ekonomi dengan cara mencari uang yang nominal jelas. aku masih sadar na ....aku juga tak sebodoh yang kamu pikirkan."
" mba dara ngga nyadar setelah mba dara kenal puber ke dua itu jadi goblok?
Maaf mba bukan aku lancang tapi aku menyadarkan mba dara selama ini. Mba dara hanya dewasa diumur tapi polos dan goblok masalah percintaan!" kata Nana dengan nada meninggi
" ya naa aku paham, aku tau dan sebenarnya aku pun ngga mau naa jadi Seperti ini. Siapa sih yang mau menjalani drama kehidupan Seperti ini?"
" Mba dara sebenernya tak pernah punya Masalah dalam materi atau kasih sayang. Suami yang begitu sayang, materi masih bisa dicari dan seharusnya kalau yang banyak problem adalah aku?" jawab Nana
" sudahlah naa kamu ngga Paham apa yang ada di otak pikiran dan hati aku."
" aku tau mbaa dara bukan orang yang gampang tergoda, kalau aku mungkin yang suamiku aku bahkan kurang peka dan cuek tapi kalau mba dara yang justru terlihat jelas betapa sayangnya suami tapi mba dara dengan gampang mengambil.keputisan seperti itu?" dipikir dulu mba jangan hanya karena ego yang akan membuat menyesal dihari berikutnya." kata Nana dengan nada menahan nada tinggi
Aku terdiam dengan pikiran di otak campur aduk dan entah seperti mau perang antara hati dan otak aku.
Sesaat kamu diam dengan mata dan tangan sibuk dengan android masing masing. Hening dan sunyi setelah perdebatan kecil terjadi.
__ADS_1