Ku Jemput Cintaku Di Tanah Melayu

Ku Jemput Cintaku Di Tanah Melayu
episode 4


__ADS_3

" Dede.....bangun hari dah pagi !" suaraku terdengar keras saat jam sudah menunjukan pukul 05.00 sedangkan anak anak belum bangun dan belum sholat subuh


" iya...aku dah bangun kok." jawab si bungsu


tapi bangun bukan sholat tapi hp yang sudah digenggamnya


" sholat sama bangunin aa suruh sholat subuh dulu jangan main hp dulu." perintah aku


" AA dah bangun mah cuma masih di kasur ." kata si bungsu


" AA cepetan sholat subuh dulu terus nyapu buat bantu mamah jangan kalau tiap pagi selalu harus di bentak dulu baru tangan bekerja." kata aku sambil memasak di dapur


" iya mah bentar lah tanggung lagi nge-game."


" penting sholat bukan nge game dulu kalau nge game kan bisa dilanjutkan kalau habis masa subuh kamu sendiri yang rugi." omel aku


mungkin bukan hanya aku saja yang hampir setiap hari marah marah, ngomel sebelum sarapan yang sesungguhnya dilakukan.


Drama yang dilakukan dengan emosi jika anak anak dan suami hendak pergi beraktifitas. Bahkan tak kebetulan akan terjadi perang dunia atau perdebatan antar anak bahkan istri dan suami yang sebenarnya disebabkan hal sepele,


tentang perlengkapan sekolah, uang bensin, bahkan rebutan kamar mandi.


Itulah kehidupan nyata yang sudah biasa dihadapi oleh sebuah keluarga. Namun suatu ketika momen itu tak akan ada ketika anak sudah dewasa atupun sudah kelak berumah tangga.


Bersyukur yang utama karena disitu banyak pelajaran yang diambil tentunya.


Satu persatu pamit ada yang berangkat sekolah dan kerja


" Mah aku bernagkat dulu yah Assalamualaikum wr wb ". pamit si bungsu dengan mencium tangan


" aku juga mah ..assalamualaikum wrwb si AA menyusul berngkat sekolah


" Waalaikum salam wrwb ....jawabku serambi mengantar ke depan pintu


"mah aku mau berangkat pagi soalnya aku mau keluar kota dan sekarang jadwal aku menginap mah." kata suamiku


" lho bapak mau nginep berapa hari?" tanya ku


" paling sehari mah mau mengejar tagihan yang belum ketemu kemaren." jawab suami


" masih ada yang perlu mamah persiapkan perlengkapan nya pak?" tanya ku


" udah bapak siapin mah palingan kurang peralatan mandi." jawabnya


" yah nanti mamah beli bentar ke warung."


Aku bergegas ke warung untuk membeli peralatan mandi karena stok habis. Seperti dikejar oleh waktu ketika semua harus selesai tepat waktu.

__ADS_1


Semua peralatan sudah siap dan untuk mengejar waktu agar dalam sehari suamiku bisa mengerjakan pekerjaan nya dia pun harus berangkat lebih awal. Aku yang tau suami akan menginap dalam memasak aku tak banyak dan biasanya anak anak aku beli atau yang praktis saja buat makan malam.


" Mah aku berangkat dulu yah? pamit suamiku


" yah pak, hati hati dijalan yah." kata aku


" assalamualaikum ."


" waalaikum salam." jawab aku sambil cium tangan.


Aku mengantar suamiku berangkat kerja dan itu hampir setiap hari aku lakukan sambil menutup pintu. walaupun aku bukan sitri yang sempurna dan terbaik paling tidak aku aku sudah berusaha menjadi yang baik.


Jam menunjukan pukul 08.05 dan dinegri sebrang sudah menunjukan pukul 09.05 beda 1 jam.


Tugas aku sudah selesai dan aku hari ini pun tak ada kerjaan diluar rumah dan setelah tugas nginem aku tinggal rebahan dan melihat drakor. Notifikasi dari wa keluar dan aku melihat dari seseorang dinegri sebrang.


" yank, lagi apa ?" pesan dari syuk


" aku lagi santai habis selesai nginem." jawab aku


" aku berangkat kerja dulu yah ." kata dia berpamitan


" yaaa ttdj ( ati ati dijalan ) , eh bentar yank ." kata aku


" yaa ada apa ?" tanya dia


" hmmm, ya nanti aku usahakan yaa." kata nya


" yaa udah kalau ngga bisa juga ngga maksa." kata aku mulai rewel


" yaaa nanti aku kabri yankk".jawab dia


" yaaaaa."


Entah lah terkadang ada pingin dimanja walaupun hanya sebatas lewat chat, mungkin karena sayang yang tulus seperti juga halnya sepasang suami istri yang jauh karena LDR.


Fuh........lelah sebenarnya karena tersiksa oleh rasa cemburu yang luar biasa.


Apalagi saat dia chat memberikan kabar bahwa dia sedang bersama istrinya.


" yank aku mau jemput istri ma makan malam sekalian yah yank?" kata dia


" yaaa." jawab aku


" aku juga sekalian mau ijin kalau aku tidur dirumah ibu buat nemenin dirimu."


" yaaa..." jawab aku lagi

__ADS_1


dia mengirimkan foto bahwa dia sedang makan di kedai namun tak ditunjukan wajah istri dia hanya ingin menjaga perasaan aku saja ...


ya lah jiwa seorang wanita beda dengan laki laki, tetap rasa cemburu laki laki ada tapi dia kuat untuk menahan beda dengan perempuan yang akan menunjukan dengan wajah bahkan dari ucapan.


" Yank, jangan tidur dulu....aku otw kerumah ibu." chat dari dia


" yaaa ....." jawabku singkat


dia balas dengan mengirim gambar sedang menyetir mobil.


Rasa ngantuk lelah sebenarnya ada namun demi rasa kangen semua aku lalui. Malam semakin larut hingga menunjukan pukul 23.00 atau sekitar jam 11 malam. Aku tak sengaja terlelap tidur dan aku terbangun saat bunyi hp berdering dan ternyata syuk.


" dah tidur yank?" tanya dia


" ketiduran tadi, ngantuk banget." jawab aku sambil mata yang dikucek kucek agar tersadar dari kesadaran


" Tadi ada pekerjaan luar ngga yank?"


" tadi ngga ada lah yank, kemaren udah selesai. Aku tadi habis beres beres yank."


" Kriting sehat yank ? tanya anak gadisku yang disebut kriting


" sehat alhamdulilah yank, lah bapak ma ibu sehatkan?"


" alhamdulilah sehat, apa tak pernah call dirimu? tanya dia


" aku call terakhir ada seminggu dan aku takut ibu bosan lah." jawab aku


" ngga lah justru menemani ibu. kadangan ibu kesepian tak ada teman kalau sdh pekerjaan rumah dah selesai."


" ya besok besok lah aku call ibu yaaa." kata aku lagi


kamu bercanda ngobrol kadangan Sampai ejek ejekan pula. tak terasa waktu sampai pukul 03.00 pagi. kami merasa kantuk sudah mulai tak tertahan.


" yank tidur yuh aku dah kantuk besok aku kerja." kata dia


" ayo, aku juga dah kantuk ini."


" ya udah jaga kesehtan yah yank, jangan sakit yaa."


" ya yank MET istirahat dan makasih dah nemenin aku. jaga kesehtan juga yah yank ."


" Miss you love you muach."


" Miss you love you to muach." jawabku


Kami pun sama sama mematikan ponsel untuk istirahat. terima kasih hanya itu yang dapat aku ucapkan dalam hati kepada Allah. walaupun itu juga dosa dan salah.

__ADS_1


__ADS_2