
setiap jam istirahat tiba, bee memperhatikan arman selalu menuju ruang musik bersama teman-temannya, "aku tidak mengerti, apa yang ia lakukan di sana setiap istirahat" ucap bee sambil mengunyah mi gemes yang ada di tangannya.
karena merasa penasaran, akhirnya bee berjalan menuju ruang musik, dan mencoba melihat apa yang sedang mereka lakukan melalui jendela kaca yang ada di luar, lalu betapa terkejutnya bee ternyata ia melihat sosok Arman yang berbeda saat itu, ia melihat Arman bermain gitar dengan mahir nya sembari menyanyikan lagu bersama teman-temannya.
*ketika mimpimu, yang begitu indah
tak pernah terwujud, ya sudah lah
saat kau berlari, mengejar angan mu
dan tak pernah sampai, ya sudah lah
hmmm hmm hmmm
apapun yang terjadi, ku kan selalu
ada untuk mu ...
jangan lah kau bersedih, cause everything's gonna be okay ..yey yeyy*
bee terus menatap nya hingga tanpa sadar mengucapkan kalimat "wahh keren" bee melongo hingga lupa bahwa saat ini ada mi gemes yang harus di kunyah di dalam mulut nya.
setelah itu, tiba-tiba saja seseorang dari sampingnya menutup mulutnya dan berkata "oiii mba masuk lalat nanti" seketika itu bee tersadar kemudian kaget setelah mengetahui ternyata seseorang yang di sebelahnya dan menutup mulutnya adalah Arman. "iiii kamu ngapain sih nutup mulut ku pake tangan mu bauu taoo" teriak bee kesel sambil membersihkan mulut ku dengan tangan nya. arman mencoba mencium tangan nya sendiri sambil berkata "ih ga bau kok, bilang aja kamu senangkan kalo mulut mu di sentuh sama orang sekeren aku" jawab Arman sambil tersenyum dan memainkan alis naik turun.
__ADS_1
"ih ogah banget asal kamu tau ya aku tadi itu ga sengaja dan hilaf bilang kalo kamu itu keren, jadi pliss jangan ke PD an" saut bee dengan nada sedikit merendah. "apa, apa... jadi kamu tadi sempat bilangan aku keren, wahaha ada yang ketahuan nih diam-diam mengakui kalo aku ini emang keren" jawab Arman sambil menyisir rambut dengan jari tangannya. "ya ampoooooon.. kok aku bisa keceplosan gini sihhh" ucap bee kesal dalam hati sambil menahan malu. sebenarnya dalam hatinya bee mengakui jika arman benar-benar keren, dia tinggi dan berbakat dalam bidang musik dan olahraga basket. akan tetapi tingkah nya yang usil dan selalu membuat kesel. membuat bee malas mengakui nya jika dia itu keren.
" gak, kamu gak keren blekkk" bee pergi meninggalkannya dengan keadaan kesal dan menahan malu, "dih ngolok, hati-hati nanti kamu bisa-bisa suka loh sama aku" teriak Arman dengan nada bercanda. "gak akaaaann adanya kamu kali yang bakal suka sama aku...blekkk" teriak bee cempreng sambil berlari meninggalkan Arman.
***
saat dikelas seorang guru mata pelajaran seni, memberikan tugas kepada anak muridnya yaitu bermain alat musik pada pada bab tentang musik. tugas tersebut akan di praktekan 2 Minggu lagi, bee yang tidak mengerti cara bermain musik pun bingung apa yang harus di lakukan.
" bee kamu kenapa kok Keliatan bingung gitu sih..?" indah mencoba mencari tau sumber masalah mengapa bee terlihat murung. " aku bingung deh ndah, kira kira aku main alat musik apa yah" mencoba mencari solusi kepada indah. "emmm gimna kalo kamu main biola aja kek aku, mudah lohhh" saut indah antusias. "ya Ela itu mah bagi kamu mudah, ya bagi aku ya gak lah, kan aku ga bisa main biola" saut bee masih dalam keadaan bingung.
"iii kan semuanya bisa belajar.. ya udah deh coba cari alat musik yang pengen banget kamu pelajari aja dulu, biar nanti enak gitu belajar nya. karena kan semua itu harus harus ada kemauan baru bisa" jawab indah. seketika bee teringat arman yang bermain gitar siang tadi, membuat bee ingin sekali belajar bagaimana caranya bermain gitar. " aha aku tau, aku bakal belajar apa" jawab bee antusias. "belajar apa tuh" tanya indah penasaran "belajar ... belajar ... belajar mencintai mu eaaaaa " saut bee dengan nada bercanda " ih jijik akoh" saut indah . "hahaa canda canda, pokoknya ada deh nanti kamu juga bakal tau" jawab bee sambil tersenyum licik bagaikan punya rencana buruk.
****
pulang sekolah kali ini beerona tidak pulang bersama indah, ia berusaha mengikuti seseorang untuk mengintainya.
" oiii ngapian di sini, ketahuan kau ya ngikutin si Arman" teriak indah berusaha mengejutkan sahabat nya itu dengan menpuk pundak nya.
seketika Arman yang mendengar ada keributan di belakang nya merasa ikut kaget dan segera menoleh "suara apaan tuh yah" ia mencoba mencari sumber suara berasal namun ia tidak melihat siapa pun, lalu seketika dia teringat cerita dari ibu nya saat ia masih berumur 5 tahun dan suka mengambil buah mangga ke atas pohon tersebut, "Arman jangan pernah naik ke atas pohon mangga lagi, karena di situ ada penghuninya yaitu nenek manggo" begitulah pesan ibunya kepada dirinya. seketika Arman merasa merinding " ihh jangan jangan itu suara nenek manggo lagi dari pohon mangga ..ihh" arman segera menambah laju jalan nya agar dapat segera Sampai ke dalam rumahnya.
sementara itu bee dan indah berhasil menyempatkan diri bersembunyi di balik pohon mangga. "hhhh Syukurlah ga Ketahun.... iii indah kamu ngapain di sini" teriak bee pelan sambil mencubit lengan sahabatnya indah yang hampir saja membuatnya ketahuan oleh Arman. "Aw aw sakit tauuu maaf, habisnya kau tumben tak pulang bareng aku lah jadinya aku heran, makanya ku ikuti kau sampe sini" jawab indah dengan berusaha mebela diri. "iii dasar kepo, mau tau aja urusan orang kau, ya sudah ayo pulang" jawab bee kesal sambil meninggalkan indah yang masih berada di bawah pohon tempat persembunyian bee.
" ehhh bee tunggu... nanti aku di tangkap nenek manggo lagi " indah mencoba mengejar sahabatnya itu.
__ADS_1
****
"iiii bee maaf jangan marah dong" dengan wajah memelas indah memohon kepada bee berjalan di depan membuat bee merasa indah telah menghalangi jalannya. " iii apa sih, aku tuh ga marah sama kamu, cuma kesel aja karena kamu hampir bikin aku ketahuan sama arman" jawab bee dengan nada kesal. " iii tapi kan ga sampe ketahuan, udah ya jangan marah lagi yah" indah memohon sekali lagi dan kembali menghalangi jalannya bee. "iyaa udah kalo gitu jangan di ulangi lagi yah" ( sambil mengacungkan jari telunjuk ke wajah indah ).
"Iyah ga di ulangi lagian kok, kan aku tadi cuma penasaran aja, kamu ngapain ikutin Arman sampe ke rumah nya" tanya indah heran. "aku itu cuma mau tau di mana rumah nya Arman, soalnya aku mau belajar gitar sama dia udah itu aja" saut bee dengan santai. "ooooo mau belajar gitar atau mau ketemu calon mama mertua hayooo" (sambil mengacungkan jari telunjuk ke arah bee) kemudian berlari meninggalkan bee. "indah kamu apa-apaan sih sembarangan aja kalo ngomong, mulut mu belum pernah di amplas ya biar halus" bee berlari mengejar indah, "hahaha cie cie" indah masih berlari sambil mengolok bee yang tertinggak di belakang nya. " awas kau nanti kalo dapat, ku ketok pala kau" dengan nada kesal bee mengejar indah berusaha mengetok kepalanya apabila telah dapat..
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
***
__ADS_1
Terimakasih banyak sudah mampir dan baca novel dari aku uhuhu..
maaf jika ceritanya masih ada yang kurang hehhe.