
beerona akhirnya sampai di depan rumah Arman, hari ini ia berencana ingin belajar gitar tanpa memberitahu Arman terebih dahulu jika ia akan datang ke rumahnya.
"permisi, Assalamu'alaikum Mann Arman..." teriak bee dari luar rumah sambil menengok ke dalam apakah terdapat orang di dalam rumah tersebut. belum ada tanda tanda kehidupan terlihat beerona kembali berteriak mencoba mengucapkan salam "permisi Assalamu'alaikum" saat menengok kedalam bee merasa sedikit heran mendapati dalam rumah tersebut ada sebuah pohon natal besar di dekat meja ruang tamu.
seketika itu bee menunduk dan mencoba berpikir " mengapa ada pohon natal di dalam rumah Arman, apakah dia seorang non muslim," ucap bee heran namun hanya di dalam hati, lalu beberapa saat kemudian Arman keluar dengan wajah kaget mendapati seorang teman wanita main ke rumah nya. "loh kok kamu di sini, mau ngapain" tanya Arman heran dengan wajah sedikit malu-malu dan menahan senyum, sebab baru kali ini ada anak perempuan yang datang dan main ke rumahnya.
"ya ga papa, emang nya ga boleh ya, kalo ga boleh aku pulang nih " jawab bee nada sedikit mengancam. "eh iya iya ga papa ko, sini masuk" saut Arman ramah menyuruh bee untuk masuk ke dalam rumah nya. " yey makaseh" ucap bee kegirangan langsung duduk di kursi teras rumah.
"oh ya tadi aku datang ngucapin salam maaf yah, aku kira kamu itu orang Islam hehe" dengan nada pelan bee mengucapkan permohonan maaf nya karena ketidaktahuannya. "oh ya ga papa santai aja, banyak kok orang yang ngira kalo aku ini orang Islam" Arman mencoba menjelaskan dengan nada santai. "jadi kamu ke sini mau ngapain" tanya Arman dengan ragu.
"em ehehe anuu ituu, kan kemarin aku ada liat kamu main gitar tuh di ruang musik" jawab bee dengan nada pelan dan malu malu. " iya terus kenapa, sekarang kamu mau akui ya kalo aku itu keren" saut Arman dengan sedikit tersenyum. "ih bukan kan mulai ihhh" beerona tidak sengaja berteriak karena kesel sehingga ia menutup mulutnya sambil memukul-mukul lengan atas Arman.
" jadi gini, aku tuh dapat tugas praktek main alat musik dua Minggu lagi, jadi aku kesini mau minta tolong sama kamu plisssss, ajari aku gitar yahhh" dengan wajah memelas bee mencoba merayu Arman agar mau mengajarinya cara bermain gitar. " ehh emang nya kamu yakin mau belajar main gitar, nanti jari-jari mu jadi kapalan loh" tanya Arman heran mencoba meyakinkan bee apakah dia benar-benar ingin belajar bermain gitar. "ihhh ga papa aku siap terima resiko, yang penting aku bisa main gitar plisssss" dengan wajah lebih memelas membuat Arman tidak tega melihatnya. " hhh ya udah iya aku ajari, bentar ya aku ambil gitar di dalam dulu" saut Arman dengan nada terpaksa. "ihihi yess yess aku belajar gitar" teriak bee kegirangan bahkan tampa sadar badannya ikut berjoget karena sangking senang nya.
***
"nah jadi ini kunci C, dan ini kunci D" Arman mencoba menunjukan kunci-kunci gitar kepada bee namun bee masih tidak mengerti.
"bisa tolong langsung praketaan pada ku, agar aku mencoba nya juga" pinta bee. akhir Arman memberikan gitar tersebut kepada bee dan membantu memegang jari-jari kecil beerona dan menyusun nya agar sesuai dengan kunci kunci gitar yang di maksud.
tanpa sadar saat Arman sedang berusaha menyusun jari-jari kecil beerona menjadi susuan bentuk kunci gitar, wajah mereka begitu dekat, hingga sedikit lagi hidung bee menyetuh hidung Arman. lalu kemudian tangan kiri arman menyentuh dagu runcing beerona dan kemudian menarik nya ke bawah "nah begini kuncinya coba di liat bisa ga" ucap Arman sambil menunjukan kunci gitar yang ada di bawah. bee seketika kaget dan hampir berprasangka buruk " ohh iya bentar yah aku coba hehe" saut bee malu, dalam hatinya ia mengira saat itu ia akan mendapatkan ciuman pertama. "hhh yang benar saja aku masih bocah, astagfirullah kenapa pikirin ku begitu liar" ucap bee dalam hati sambil mengelus- ngelus dadanya.
__ADS_1
***
pelan tapi pasti lambat laun, akhirnya bee sudah bisa bermain gitar setelah 1 Minggu belajar bermain gitar di teras rumah Arman setiap pulang sekolah.
"yey terimakasih banyak ya, sekarang aku sudah bisa bermain gitar" teriak bee girang sambil melompat-lompat.
"eh iya sama-sama, tapi kamu jangan lompat-lompat gitu taooo" saut arman mencoba meneggaskan, " loh kenapa kan aku lagi senang, oooo kamu takut aku jatuh yah" tanya bee heran dan sambil tersipu malu"
"bukan begitu, tapi itu lohh harga susu naik turun jadinya _-" dengan wajah datar Arman menjawab pernyataan yang membuat bee merasa malu, " heh bisanya kamu ngomong gitu, dasar otak mesum" bee menjawab dengan nada kesal dan mencoba menutup bagian yang di maksud Arman dengan kedua tangan nya.
" aku tuh bukan otak mesum, aku tuh cuma mau kasih tau aja, kamu ga tau sih gimna mata laki-laki, makanya perempuan itu di perintahkan memakai kerudung dan memakai rok bukan cekan Levis dasar tomboy_-". bee merasa sedikit kurang ajar memang yang di bicarakan Arman akan tetapi semua itu ada benarnya juga.
"ohh iya kamu benar juga, seharusnya aku tadi tidak suzon dulu sama kamu, terimakasih yah sudah menyadarkan ku" saut bee lemas.
***
setelah 1 Minggu belajar gitar bersama, beerona dan arman akhirnya sudah saling mengerti sifat dan karakter satu sama lain. bee yang memang asalnya tomboy, pecicilan dan juga polos itu di rasa cukup menarik hati Arman. karena pada dasarnya Arman yang merupakan sosok peduli, perhatian dan suka bercanda sungguh mampu membuat bee merasa nyaman. namun baik dari pihak arman ataupun bee tak ada niat lain di hati mereka selain hanya ingin berteman dan rasa yang di antara mereka saat ini tak lain mereka anggap hanyalah simpati.
****
"em setelah ini kita masih bisa berteman kan?" bee mengajukan pertanyaan sebelum ia pulang. "ga ah malas" jawab Arman dengan santai. "ihhh kenapa kok gitu, jahat" saut bee sambil memanyunkan bibirnya. Arman yang melihat pemandangan tersebut seketika tak bisa menahan tawanya, kemudian langsung mencubit pipi bee sambil berkata "iyaaa boyehhh, tapi ada syaratnya". " iiii sakit tauu, iya iyaa syaratnya apa" tanya bee sambil mengelus pipi nya yang kesakitan karena telah di cubit Arman.
__ADS_1
sambil memegang pundak bee Arman pun berkata " syaratnya adalah kamu harus menggunakan kerudung, lalu kamu juga tidak boleh menggunakan celana Levis lagi dan jangan lupa pake kaos kaki juga". bee menggerutu heran "iya iya aku pake kerudung dan rok tapi kenapa harus pake kaos kaki juga sih". " karena kaki wanita juga adalah aurat" jawab arman sambil mengacak-acak rambut bee. " hhh iya iya deh," jawab bee sambil merapikan rambutnya kembali. dalam hatinya berkata " aku yang islam tapi kok dia yang tau banyak sih" akan tetapi ia enggan menanyakan, ia hanya berharap suatu saat bisa mendapati suami seperti arman yang paham agama serat peduli terhadapnya. namun sayang arman bukan lah orang Islam.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
.
__ADS_1
****
terimakasih banyak, hari ini aku menulis 3 bab karena sangat antusias, sepesial bab 1-3 awal pertemuan dan perkenalkan arman dan bee saat masih kecil. :)