
pagi-pagi sekali bee berlari menuju kelas, hari ini ia terlihat sangat bahagia sekali. ia berlari sangat kencang dari depan gerbang hingga setelah melewati lorong perpustakaan tiba-tiba seseorang menarik tas nya hingga iya tertarik ke belakang dan ia pun jatuh terduduk kebelakang. " aduhhh siapa sih punya kerjaan narik-narik tas sampe bikin aku jatuh". saat bee mencoba menengok ke atas betapa terkejutnya ia ternyata seseorang tersebut adalah Arman.
Arman menuduk dan memperhatikan wajah polos bee hingga akhirnya ia pun berkata " makanya kalo jalan itu pelan-pelan ,kalo tiba-tiba nanti ada korban tabrak lari berikutnya gimana, kan aku ga mau kalo nanti akan ada Arman berikutnya setelah kejadian tabrak lari. "ih apaan sih haha ciee yang takut di banyakin hahaha, dah ah bercanda nya sini bantuin" saut bee sambil memberikan kedua tangannya agar dapat dibantu berdiri. " ih ga ah malas hahaha" saut arman sambil kembali ke posisi berdiri setelah menunduk.
wajah bee yang awalnya senyum tiba-tiba berubah menjadi merah bagaikan udang, nampaknya ia kesal karena ulah Arman yang telah membuat nya jatuh malah tidak bertanggung jawab untuk membantunya berdiri. Arman yang paham akan ekspresi itu segera menundukkan Badan nya lagi "cieee yang muka nya merah karena marah" Arman menarik hidung bee hingga ia merasa kesakitan. "iiii iya iya ga jadi marah, tapi lepasin dulu ini sakit taoo hhhhhh" bee memukul tangan Arman yang tepat berada di hidungnya dengan berharap Arman segera melepaskannya.
kemudian setelah Arman melepaskan tangan nya dari hidung bee, ia langsung menggenggam kedua tangan bee dan membantunya berdiri. saat badan bee baru setengah berdiri tiba-tiba Arman melihat pak Andi yang baru saja keluar dari ruangan guru dan berjalan menuju arah kelas. seketika arman melepaskan pegangan tangannya kemudian bee terjatuh terduduk " Aw Armaaaannnn.. kenapa di lepas sih kan aku belum berdiri sakit tau" ucap bee dengan nada mendesah kesakitan. "ada pak Andi" ucap Arman dengan wajah panik, dangan ekspresi sedikit melotot, arman memberikan kode dengan kedua tangan nya agar beerona segera berdiri.
bee yang melihat ekspresi itu segera menoleh kebelakang dan benar saja ia melihat ada pak Andi tepat di belakang nya sedang berjalan menuju ke arah kelas yang sudah pasti akan melewatinya yang sedang jatuh di lorong dekat Mading. ia kembali menoleh kedepan mendapati Arman sudah tidak di depan nya, "Arman ya ampun dia kabur deluan lagi" ucap bee dalam hati cemas... "emmm pak pak ampun pak, tolong jangan marahin saya, saya tadi terjatuh pak" ucap beerona dengan mata terpejam dan tangan memohon ke atas berharap agar pak Andi tidak memarahi nya.
seketika hening, beerona tidak mendengar suara apapun dari pak Andi, bee membuka matanya perlahan dan melihat ke sekeliling nya dan ia tidak melihat sama sekali adanya pak Andi "hhhhh Syukurlah sepertinya pak Andi tadi berbelok kearah perpustakaan. ucap bee sambil mengelus dadanya.
seketika terdengar bisik-bisik, seseorang memanggil namanya " sttt bee cepat berdiri mumpung pak Andi ga ada". bee menengok ke kiri dan ke kana mencoba mencari sumber suara yang memanggilnya ternyata itu adalah suara Arman yang sedang bersembunyi di samping tiang gedung sekolah " hhhh dasar kurus, aku kira kamu tadi pergi ninggalin aku, tapi ternyata kamu sembunyi " ucap bee sambil berusaha berdiri dan membersihkan rok nya. "ciee yang takut aku pergi" ucap Arman sambil menunjukan ke arah bee dan berlari meninggalkannya " ihh apaain sih, eh tapi serius ya nanti pulang sekolah jangan langsung pulang". teriak bee dari belakang. dan hanya di balas senyum oleh Arman.
****
saat sampai di kelas bee langsung menghampiri indah dan duduk di sebelahnya " ndah bantuin aku dong"." bantuin apa, ngerjain PR yah" saut indah yang masih asik dengan buku nya. " ih bukan... tapi ini" saut bee dengan nada pelan dan meberi kode memperlihatkan sebuah jam tangan dengan warna hitam dan terdapat sedikit corak merah yang ia keluarkan dari dalam tas nya. " ihhh terus mau di apain ini" bisik indah". "bungkusin jadiin kado..." jawab bee pelan berusaha menahan suaranya sambil menoleh kekiri dan kekanan memastikan agar tidak ada yang mendengar pembicaraan. " ya udah sini bawa bahan-bahannya ( kertas kado, gunting dan lem )" saut indah sambil mengarahkan tangannya ke bee.
bee pun memberikan semua barang-barang yang di maksud, agar di bungkuskan menjadi kado oleh indah. indah yang sudah biasa membungkus kado di toko Kakanya merasa hal ini adalah hal yang kecil dan mampu di lakukan hanya dalam waktu yang singkat. "nah sudah sudah jadi" saut indah sembari memberikan kado tersebut kepada bee. tak lupa pula sebelum membungkus nya bee telah menuliskan surat yang akan di letakan berasama dengan jam tangan yang ada di dalam. " yess terimakasih" ucap bee kegirangan.
__ADS_1
"hehe iya sama-sama, bayarannya mana" jawab indah sambil mengarahkan tangannya ke arah bee. " ihhh gitu banget sih sama teman" jawab bee kaget sambil mengerutkan keningnya. " hahaha ye Ela canda - canda " jawab indah sambil berjalan menuju kursinya.
indah yang sudah tau kedekatan bee dengan Arman sebagai teman dekat, membuatnya tak ingin mempertanyakan lagi buat siapa kado yang berisi jam tangan laki-laki tersebut.
***
saat pulang sekolah bee telah menunggu di depan kelas memastikan jika arman lewat di depan kelas nya ia bisa menghentikannya. karena walau bee telah memberitahukan bahwa Arman tidak boleh pulang duluan. namun sifat Arman yang cepat lupa membuat bee harus antisipasi.
bee terus melihat ke arah kelas Arman dan dari kejauhan ia melihat kelas tersebut tampak sudah kosong, "aduh ( sambil tepuk jidad ) pasti Arman pulang deluan gimna ini." ucap bee dengan nada sedikit khawatir.
akhirnya ia memutuskan berlari menuju arah gerbang sekolah dan ia melihat ke kiri dan ke kana namun ia tidak melihat sedikit pun Arman ada di sana.
bee memutuskan kembali ke kelas, dan mencoba menaruh kado itu di laci arman. namun betapa terkejutnya ia saat melihat Arman ternyata saat ini sedang menunggu nya di depan kelasnya. " lohh katanya jangan pulang dulu kok, malah pergi sih tadi" tanya Arman heran sambil menahan senyum. bee tersenyum senang ternyata Arman tidak lupa dan malah menunggu nya di kelas " aku pikir kamu yang malah pulang deluan makanya ku cari" jawab bee sambil tersenyum menahan malu.
"dih emangnya kamu cantik..." ucap Arman dengan wajah sedikit kaget tak percaya bahwa teman nya yang cerewet ini cantik. "ihhh jahatnya.. aku ini cantik lah kan aku perempuan" saut bee dengan memberi senyuman manisnya berharap ia terlihat cantik". Arman yang melihat nya malah tertawa Karena mendapati wajah yang di perlihatkan bee adalah wajah konyol bukan wajah cantik karena bee hanya memberi senyum yang di buat buat agar terlihat manis.
" ya sudah aku pulang dulu ya" ucap bee sambil melihat ke arah jam tangan nya yang menunjukkan pukul 13:30. "oh ya sudah hati-hati" ucap Arman sambil tersenyum masih menaham tawa setelah melihat wajah konyol beerona sebelumnya. "okay, oh ya barang yang tadi ku masukkan ke dalam tas buka nya di rumah aja yah" ucap bee sambil mengacungkan jari telunjuk ke arah Arman. " oh jadi yang masukan tadi barang, barang apaan" tanya Arman penasaran. "ada deh pokoknya liat di rumah aja, selamat ulang tahun" ucap bee sambil berlari meninggalkan arman. seketika setelah mendengar ucapan bee barusan akhirnya Arman paham bawah yang di berikan bee barusan adalah sebuah kado yang menjadi hadiah, haidah pertama yang ia terima saat ulang tahun nya dari seorang wanita.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
*Bersambung
.
.
__ADS_1
****
terimakasih banyak sudah baca cerita Novel dari aku, semoga terhibur.