
Setelah sampai di rumah, Arman menaruh tas nya di atas tempat tidur nya dan tidak langsung mebuka nya. Ia baring sambil menatap langit-langit atap rumahnya dan kemudiaan berpikir. Mengapa bee memberikan hadiah padanya apakah bee menyukainya. " Tidak mungkin, itu tidak boleh terjadi" ucap Arman dalam hati sambil memegang kening dengan tangan kanan nya
Ia menengok ke kanan, dan memperhatikan tas nya. Sepertinya ia penasaran dengan isi kado yang di berikan bee, ia duduk kemudian mengambil tas nya lalu mengambil kado yang ada di dalam tas nya. Setelah mendapati kado tersebut sudah ada di tangan nya ia tidak langsung membukanya.
Arman diam sambil memandangi kado tersebut dan kemudian ia meletakkan kado tersebut di atas meja tempat tidurnya lagi dan lalu mengacak-acak rambutnya sendiri dengan kedua tangan nya " hhhh seharusnya aku senang mendapatkan kado dari anak perempuan" ucap Arman kesal. Namun perasaannya berkata lain, ia tak ingin sama sekali jika bee menyimpan rasa padanya hingga memberikan kado padanya.
****
Arman kemudian beranjak dari tempat tidur nya, ia mebuka lemari nya dan mengambil sebuah kardus yang ada dalam lemarinya. Ia kemudian mebawa nya dan meletakkannya di atas nakas. Kemudian ia membuka kardus tersebut secara perlahan dan mengambil sebuah baju yang sering ia kenakan saat ia masih kecil. Arman mengamati nya dengan wajah sendu.
Baju yang ia amati itu merupakan baju Koko berwarna biru yang sering ia gunakan sholat saat masih kecil. Dulu saat masih SD Arman benar-benar tidak mengetahui jika agama sesungguhnya bukanlah agama Islam. Ia sering mengikuti teman-teman sebaya nya ke masjid dan ikut sholat hingga ia di berikan baju Koko sebagai bagian dari perlengkapan sholat. Mungkin hal itu lah yang membuat ia terlihat seperti orang islam dan mengetahui sedikit banyak tentang Islam.
__ADS_1
Arman kemudian memasukkan kembali baju Koko tersebut kedalam kardus, ia kemudian berdiri dan melihat sebuah kalender di dinding. Sekarang ia sudah kelas 3 SMP, setelah 1 Minggu kemarin dia melaksanakan ujian nasional dan sekolah maka, 1 bulan lagi akan diadakan acara perpisahan dan pengumuman kelulusan. Setelah itu ia akan kembali ke kampung halamannya di Toraja mengikuti kedua orangtuanya.
Hal yang ia sesali kenapa baru sekarang ia mengenali beerona yang merupakan adik kelas nya, selama ini ia memang tidak begitu akrab berteman dengan wanita, minimal ia pasti hanya tau nama. Namun untuk kali ini dengan bee ia benar-benar berteman akrab semenjak saat ia memberikan minum pada bee dan mengajari nya bermain gitar.
Arman Kemudian duduk kembali di atas kasur dan mengambil kado yang ia letakkan di atas kasur tersebut. Ia lalu membuka nya dan melihat didalamnya ternyata terdapat sebuah jam tangan warna hitam dengan corak merah, serta terdapat sebuah surat.
Arman lalu mengambilnya surat tersebut dan kemudahan membaca nya
"Selamat ulang tahun Arman, maaf cuma bisa kasih ini yah, semoga kamu suka, aku kasih jam ini biar saat kamu memakainya dan melihat waktu yang ada di jam, maka kamu juga akan mengingat aku dan juga waktu yang pernah kita lewati"
seperti itu lah ucapanan bee yang tertulis dalam surat tersebut. Arman membaca dalam hati seolah-olah dia mendengar sendiri di kepala nya bagaimana cara bee mengucapkan kelimat tersebut dengan gaya nya yang pecicilan.
__ADS_1
"Dasar pecicilan" ucap Arman sambil tersenyum dan meletakkan surat tersebut ke dalam kotak. " Ternyata ada untungnya juga jika kita baru berkenalan sekarang, karena semakin sedikit waktu bersama maka semakin kecil kemungkinan rasa antara kita muncul" ucap Arman dalam hati sambil mengambil jam tersebut dan memakainnya di tangan kirinya.
Bersambung
****
hai teman-teman...
mohon maaf yah jika aku kurang aktif menulis di novel ini..
aku lagi fokus menyelesaikan novel ku yang satunya judulnya unknown message.
__ADS_1
jika kalian mau kalian bisa baca novel yang ini saja dulu. semoga kalian suka 🙏