
"ayo lah tant, sebenarnya ada apa?jangan buat aku penasaran...",ucapku agak keras karena aku benar benar penasaran.
"sudah lah,nanti kamu akan tau kalau sudah sampai rumah."ucap Tante Sinta sambil mengendarai motornya.
"kalau Tante nekat memberitahu mu dijalan,yang ada kamu nggak bisa diem."
Aku semakin berfikir keras dan mencerna semua ucapan Tante ku barusan...
Selang 30menit aku dan Tante sampai didepan rumah,sudah berkumpul saudara saudara ku dari rumah paling timur sampai ke barat...
"ada apa ini,tumben semua berkumpul jam segini?".tanyaku yang baru turun dari motor Tante Santi.
tidak ada jawaban pun yang semakin membuat aku penasaran sekaligus takut ada apa sebenarnya.
"ibuk mana mbak?",tanyaku kepada anak dari bude ku.
__ADS_1
satu diantara mereka mendekatiku.."sabar nduk,kuatkan ibuk."pesan singkat dari bude...tanpa aba aba tangisku pecah,padahal aku belum tau apa yang sebenarnya terjadi.
Aku masuk kedalam rumah dan diikuti dengan saudaraku semua,diruang tengah ternyata sudah ada bude bude ku dan juga ibuku yang tengah menangis,adik adiku pun ikut menangis...bener bener membuat aku menangis tanpa alasan.
"kenapa buk,ada apa?", kenapa bude,ada apa sebenarnya?"..tanyaku dengan keras,karena aku sudah benar benar penasaran dengan melihat semua menangis..
"nduk...sabar yaa." ucap bude Lia sambil memelukku
"aku harus apa,supaya ada yang bisa menjawab semua pertanyaan ku dari tadi!".bentak ku kepada semua orang yang ada di hadapanku.
sampai akhirnya ada yang angkat bicara...bude Lia yang dengan terpaksa memberi tahu semua kepadaku.
"bapak kenapa bude?"..ucapku
"saat bapak bekerja,bapak jatuh dari lantai 2 nduk." ucapnya lagi dengan memeluk ku lagi
__ADS_1
"Ya Allah gusti....terus gimana keadaan bapak bude?".tanyaku dengan tangisku... seketika tangisku pecah dengan kembali memeluk ibuk dan juga adik adik..
"bapak jatuh dari lantai 2,dan jatuh tepat diatas batu nduk,, Alhamdulillah Gusti Allah masih memberikan keselamatan untuk bapakmu..bapak selamat,hanya saja harus masuk rumah sakit karena syok kaget yang sudah bapak alami".ucap bude Lia dengan terus memelukku.
"ya Allah bude,kenapa bapak harus mengalami musibah terus menerus bude...niat bapak baik mencari rezeki untuk ibuk,untukku dan juga untuk adik adik..hiks hiks".tangisku semakin pecah.
"sabar nduk,semua yang dialami manusia itu adalah kehendak dari Gusti Allah,semakin ujian kita berat semakin kita akan mendapatkan ganjaran yang berlipat".ucap bude Lia supaya aku semakin tenang.
saat itu belum ada WhatsApp, komunikasi pun hanya bisa dengan SMS dan juga menelpon...
Ibuk dan adik adik yang saat ini sudah tenang,membuat aku juga sedikit tenang..
dengan menunggu kabar dari teman kerja bapak,aku sekeluarga bersama sama berdoa bapak baik baik saja..
Kring...kring....kring
__ADS_1
handphone Tante Sinta berdering,saat itu juga aku kaget dan langsung berlari menuju Tante Sinta yang sedang diteras rumah bersama tetangga yang berdatangan karena mendengar suara tangis dirumah ibuk
Muncul nama paman Ali dilayar handphone Tante Sinta,,jantungku berdegup kencang aku tidak sabar kabar apa yang akan aku dengar,disamping itu aku pun takut jika lau kabar itu kabar buruk yang harusnya tidak aku dengar.