Kuat Demi Status

Kuat Demi Status
kabar buruk yang masih bisa buat kami bersyukur


__ADS_3

Dengan tangan gemetar Tante Sinta mengangkat telepon dari nomor bapak..


"assalamualaikum...".ucap Tante Sinta saat mengangkat telepon.


disaat semua penasaran dengan semua kabar dari bapak,Tante menolak untuk loudspeaker hpnya...tujuannya supaya ibuk dan aku tidak kaget dengan apa yang akan dibicarakan teman kerja bapak..


Aku pun tidak berani untuk meminta bicara,takut apa yang akan aku dengar setelahnya.


Setelah beberapa menit Tante berbicara dengan teman bapak ditelepon,,akhirnya Tante Sinta menjelaskan semua kepada kami.


"Alhamdulillah." kata pertama yang terucap dari bibir Tante Sinta setelah telepon tadi.


"paman tidak apa apa, Alhamdulillah dengan kuasa Gusti Allah paman selamat,hanya saja syok dan harus istirahat selama 1minggu".ucap Tante Sinta.


"Alhamdulillah ya Allah,ucapku beserta keluarga semuanya.

__ADS_1


"nanti kalau keadaan bapak sudah tenang,bisa telfon bapak lagi.." ucap bude Lia


Aku melihat ibuk yang masih syok dengan kabar bapak,aku segera menggendong adikku yang masih kecil,aku menenangkan dia...sebut saja adikku yang paling kecil adzim.


setelah semua nya tenang,obrolan tentang biaya bapak yang harus dibayarkan saat bapak dirawat..aku pun mendengar pembicaraan tersebut dengan pikiranku yang bingung.


"sekalipun kecelakaan ditempat kerja,tidak semuanya ditanggung oleh pemiliknya."awal obrolan bude Lia


"ya bagaimana pun juga kita harus ikut berfikir dan mencari jalan keluar untuk biaya paman".ucap Tante Sinta


tanpa adanya ajakan kepadaku untuk ikut serta dalam obrolan itu karena aku belum saatnya memikirkan soal kebutuhan keperluan yang melibatkan banyak biaya..


"bude,apa aku stop sekolah dulu supaya uang pendaftaran ku bisa buat biaya bapak disana.?" ucapku dengan spontan tanpa berfikir bagaimana pendidikan ku, difikiranku hanya lah keselamatan bapak.


seketika itu ibuk langsung menyanggah ucapanku

__ADS_1


"susah payah bapak ibuk mencari biaya supaya kamu bisa lanjut sekolah,kenapa segampang itu kamu bicara seperti itu nak?".ucap ibu sambil berfikir seolah-olah anaknya tidak berfikir jauh


"aku akan sekolah lagi Bu, setelah semuanya membaik,dan bapak sudah pulih lagi."ucapku sambil menenangkan ibu


Yang ada difikiranku saat itu adalah kesembuhan bapak,bapak sehat kembali dan beraktivitas kembali seperti biasa..


"insyaallah,dengan bapak kembali sehat... bapak bisa mencari rezeki lagi buk dengan lebih hati hati."ucapku kembali


Ibu hanya terdiam mendengar semua pernyataan ku.


Tante Sinta yang tadinya duduk diteras, seketika masuk kedalam rumah setelah mendengar pernyataan ku barusan


"disatu sisi niatmu buruk karena ingin stop menuntut ilmu...tapi disisi lain niatmu baik karena tidak ingin orang tuamu mengalami sesuatu yang buruk,tapi ingat nduk...setelah semuanya membaik dan ada jalan lagi untukmu bersekolah...lanjutkan niat baikmu,karena masa depan mu itu yang terpenting." ucap Tante Sinta dengan sungguh-sungguh.


"insyaallah tant,aku hanya perlu dukungan dari semua saudara semua keluarga untuk bisa menghadapi semua ujian Nya".ucapku dengan mengharap kata Aminnn dari semua keluarga yang saat ini sedang berkumpul di rumahku.

__ADS_1


"biar aku mencari kerja Bu,aku ingin meringankan beban mu dan juga bapak untuk sementara waktu."ucapku


"dengan niatmu berhenti sekolah sementara,untuk mengambil alih biaya sekolah untuk biaya bapak ibu,Tante,juga bude masih setuju nak..tapi tidak untuk kamu bekerja,usia mu belum waktunya untuk bekerja."ucap ibu yang memelas agar aku tidak nekat bekerja.


__ADS_2