
Tak terasa waktu begitu cepat,tari betah bekerja bersama bude Narti.Dengan ucap syukur akhirnya tari bisa mendapatkan penghasilan untuknya melanjutkan sekolah...
Kepulangan tari membuat ibu dan juga adik adik senang,3bulan berlalu membuat penghasilan tari lumayan banyak.
"Alhamdulillah Bu,tari sudah punya uang untuk biaya sekolahku."ucapku
"Alhamdulillah nak,ibu bangga padamu."ucap bangga ibu padaku
"Bu,kapan bapak pulang...aku denger denger teman bapak sudah pulang Bu."tanyaku
"belum tau juga nak,kapan pun bapak pulang semoga diberikan keselamatan sampai dirumah ya nak."ucap ibu ku
"iya Bu Aminnnn."ucap ku
Setiap kali bapak telepon tidak ada pembahasan kapan bapak pulang,setiap aku bertanya...bapak juga tidak mau menjawab.
Dalam fikirku,mungkin bapak masih ada kerjaan yang harus diselesaikan.
Waktu berlalu sepekan sudah,bapak belum ada pulang.
aku dan ibu hanya berdoa untuk kebaikan bapak,
"kami rindu bapak."gumamku dengan mata berkaca-kaca
Kami beristirahat, berharap bapak telepon meminta untuk dijemput...
sampai pagi tidak ada kabar dari bapak.
Tanpa tahu kabar kepulangan bapak,kami bersendau gurau bersama.
Mobil travel warna hitam berhenti dipinggir jalan,yang membuat kami kaget bukan kepalang...
__ADS_1
"bapakkkkkkkkkkk...."teriak adik bungsu ku
Semua tidak percaya dengan tiba tiba bapak pulang,ternyata bapak memberi kejutan kami...
"Alhamdulillah...bapak sudah pulang."ucapku
Bahagianya kami,saat ini bapak berada ditengah tengah kami.
Bapak yang saat ini sudah membaik,membuat kami bahagia..
bapak yang akan berencana ikut kerja dikota,dan aku meneruskan pendidikan ku yang sempat tertunda karena kendala biaya..
Hari hari pun dilalui dengan penuh semangat,saat aku sudah naik ke kelas 2 SMA...tanpa aku minta tanpa aku harapkan,hal buruk terjadi lagi pada bapak..
sepulang sekolah ku,aku bertemu dengan ibu ku yang sedang menangis ditengah jalan saat dibonceng pamanku...
Seketika membuatku bertanya-tanya,ada apa sampai ibu ku menangis ditengah perjalanan.sesampai rumah aku beranikan bertanya pada bude,
Bude tak kunjung membuatku semakin penasaran dan juga panik, sebenarnya ada apa lagi ini.
Sampai aku menangis juga,bude baru mau memberitahu ku.
"bapak kecelakaan nduk...".jawab bude Lia
Seketika tangisku berhenti,,,tanpa bisa berkata apapun,badanku lemas kepalaku pusing.
Cobaan apa lagi ini Ya Allah....hiks..hikss
kenapa cobaan terus berdatangan kepada bapak...tangisku pecah
"bapak gimana bude,gimana bisa kecelakaan?" tanyaku dengan tangisan
__ADS_1
"bapak kesetrum listrik tegangan tinggi nduk,badan bapakmu terbakar dan sekarang dibawa kerumah sakit."jawab bude dengan sesenggukan menangis
"astaghfirullah ya Allah gusti,kenapa bapak mengalami cobaan yang begitu berat.."ucapku
"apa Engkau begitu menyayangi keluarga kami Ya Allah,sampai kau tak henti hentinya memberikan ujian ini."tangisku pecah dengan semua anggapan anggapan yang ada
"sabar nduk,kamu harus kuat buat ibu dan adikmu,semua sudah kehendak Allah,,kita tidak bisa menghindar."nasehat bude untukku yang masih saja tidak percaya
Aku yang dirumah bersama bude dan adik adikku,hanya bisa berdoa untuk kesembuhan bapak..
luka bapak begitu parah karena badan bapak sebagian terbakar,tangan bapak sebelah kiri mengelupas karena ledakan dari alat pengukur panjang yang dipegang bapak waktu itu.
Sebelum kejadian naas tersebut,bapak sudah wanti wanti pada semua teman teman bapak untuk selalu hati hati,karena ada kabel tekanan tinggi yang mengelupas...
tanpa diminta,tanpa disadari...tangan bapak lah yang terkena sengatan listrik tersebut, seketika ledakan ditangan bapak terjadi,listrik padam dan bapak terpental ke belakang dengan jarak 100meter...separuh badan bapak terbakar,dengan keadaan masih tersadar bapak menuruni anak tangga dari lantai 2 ke lantai dasar untuk meminta bantuan...semua pekerja dilokasi sama sekali tidak ada yang berani mendekati bapak karena sudah lemas terkulai saat melihat bapak dalam keadaan terbakar...
dengan kuasa Allah,bapak masih bisa berjalan sampai klinik dekat lokasi bapak bekerja.
Sesampai di klinik,bapak hanya diberikan surat rujukan ke rumah sakit yang lebih lengkap alat medisnya...
dengan dukungan dan doa dari teman teman kerja bapak,bapak Masuk ruang UGD supaya segera ditangani..
Dengan rasa khawatir dan tangis ibu, sampai lah ibu dirumah sakit dimana bapak dirawat..
Tubuh ibu lemas melihat siapa yang berada didalam ruang UGD...
"bapakkkkkk,,Ya Allah gusti kenapa bapak harus mengalami musibah terus menerus."tangis ibu pecah melihat kondisi bapak
"sabar Bu,musibah yang harus kita syukuri."ucap teman kerja bapak
"baru kali ini saya melihat orang tersengat listrik tegangan tinggi sampai meledak,terpental dan terbakar...masih dalam keadaan sadar Bu,,campur tangan Allah lah yang mampu melindungi pak Ali Bu."ucap nya kembali.
__ADS_1