
perjuangan yang dihadapi tari bukanlah materi,ilmu dan bangku sekolah,,,melainkan tugasnya mencari rezeki untuk segala kebutuhan keluarga.
esok hari saat berangkat bekerja ditoko jamu,tari mendapat notifikasi SMS dari temannya.
"assalamualaikum tar,aku dengar dengar kamu putus sekolah ya?".kalimat pertama yang dituliskan di pesan singkat teman tari,sebut saja Irma.
"wa'alaikumsalam...iya ma,aku terpaksa melakukannya..dalam hati aku ingin sekali melanjutkan pendidikan..tapi aku lebih berat untuk pengobatan bapak ku dulu ma..jika nantinya ada rezeki untuk ku sekolah lagi..aku akan melanjutkan pendidikan lagi ma."ucapku dengan mata berkaca-kaca.
"niatmu baik tar,semoga bapak segera pulih kembali,,,dan kamu bisa melanjutkan sekolah lagi."ucap Irma
"Aminnnn....makasih ya Irma."ucap ku dengan menyudahi obrolan via pesan singkat
Bekerja seharian membuat tari merasakan apa yang sebenarnya dirasakan orang tua selama ini...capek pegal seluruh badan...yaa itu yang tari rasakan.semua butuh perjuangan jika ingin mendapatkan sesuatu...
Sesampai dirumah karena sudah bekerja untuk 2hari ini,tari seperti biasa melakukan aktivitas nya...
"Alhamdulillah Bu,akhirnya tari bisa menghasilkan uang walau tak seberapa."ucap ku
"tapi... penghasilan tari belum juga cukup untuk tambahan biaya bapak Bu."ucapku dengan wajah sedih
"kamu tidak usah khawatir nak,rezeki akan selalu datang untuk kita yang selalu berusaha."ucap ibuku
kring....kring...kring
Muncul nama Irma dilayar handphone tari...
"Assalamualaikum tar,kira kira kamu mau nggak kalau ikut kerja bude ku...gajinya lumayan daripada ditoko jamu itu."tanpa basa basi Irma menjelaskan padaku
"wa'alaikumsalam ma,,emmmm aku mau tanya ibu dulu yaa...memang bude kamu kerja dimana?".tanyaku
"budeku kerja jadi tukang masak disebuah toko meubel...ada lowongan buat kamu,untuk dibagian penjaga tokonya,jadi nanti kamu bisa menginap sama budeku tar."ajak Irma
"sebenarnya aku juga sudah bersyukur atas apa yang aku dapatkan saat ini,tapi aku juga tidak bisa bohong kalau biaya bapak masih kurang ma."ucap melasku
"tanya ibumu dulu tar,tolong kabari aku kalau ibumu setuju, wassalamualaikum"ucap Irma sebelum menutup telepon nya
"iya Irma, terimakasih yaa... wa'alaikumsalam."ucap diakhir telepon ku
aku perhatikan ibu yang sedang membuat cemilan untuk kami makan sambil nonton tv,aku dekati beliau.
__ADS_1
"Bu... sebenarnya bukan maksutku untuk pindah pindah tempat bekerja,tapi kalau dipikir-pikir penghasilan ku ditoko jamu tidak akan cukup Bu untuk kebutuhan dan biaya bapak.."ucap ku
"lalu keputusan mu apa nak?" tanya ibuku
"jika ibu mengizinkan,aku akan ikut dengan bude nya Irma Bu..beliau bekerja jadi tukang masak disebuah toko meubel...dan aku menjadi penjaga tokonya Bu."ucapku lagi
"itu semua keputusan mu nak,ibu dan adik adikmu hanya bisa mendukung dan mendoakan kamu."ucap ibuku
"Alhamdulillah jika ibu sudah mengizinkan."ucap ku dengan hati senang
Tanpa menunggu lama aku menelepon Irma,memberi kabar jika aku ikut budenya bekerja.
satu kata yang keluar dari mulut irma adalah dia ikut senang jika jalan ku mencari rezeki semakin terbuka lebar.
sebelum aku melamar pekerjaan ditoko meubel tempat bude Irma bekerja...aku sudah menyusun kata kata untuk berpamitan dengan bos ditoko jamu.
Tanpa basa basi aku berpamitan dengan alasan ingin mencari pengalaman kerja ditempat jauh, Alhamdulillah bos ku yang dulu mengizinkan tanpa adanya rasa berat hati..
"aku izin Bu,doakan tari semoga betah ditempat kerja yang baru."pamitku kepada ibu
"maafkan ibu nak...ibu tidak bisa memenuhi kebutuhan mu, terpaksa kamu yang harus mencari nafkah."derai tangis ibu pecah saat aku berpamitan
"sudah lah Bu,anakmu pamit ingin mencari pengalaman dan juga penghasilan...bukan untuk pergi tanpa kembali.hehehe."ucapku bergurau supaya ibu tidak khawatir denganku
Ibuuuu,,anakmu bekerja masih dikota yang sama kok...hmmmm
Ibu adalah malaikat nyata,yang selalu cemas tanpa diminta...yang selalu khawatir tanpa diminta,
ibu...ibu...dan ibu sosok malaikat tak bersayap, i love you ibu.
Aku berangkat dengan menggunakan motor bersama dengan bude Irma,sebut saja bude Narti.
Dengan hati yang sedikit gugup dengan apa yang akan menjadi tanggung jawabku saat setelah melamar pekerjaan ditempat baru...
dag...dig...dug
"bener bener deh,gugupku seperti mau bertemu seseorang yang spesial aja."gumamku
Setelah 1jam perjalanan,akhirnya kami sampai didepan toko meubel yang menjadi tempat dimana bude Narti mencari rezeki.
__ADS_1
"Assalamualaikum pak,Bu...".ucap salam bude Narti kepada kedua pemilik toko tersebut
"wa'alaikumsalam bude,sudah sampai to.. langsung masuk aja bude untuk semua keperluan masak sudah saya siapkan didalam lemari pendingin yaa."ucap bos wanita yang bernama Bu tri.
"baik Bu."ucap bude Narti
"oh iya ini siapa bude,anaknya bude yang mana ini?".tanya bos laki laki bude yang bernama pak agung
"o iya lupa pak,ini perkenalkan ini masih kerabat dekat saya pak..namanya tari,dia ingin ikut bekerja disini pak sekaligus mencari pengalaman...apa kah diterima pak sebagai penjaga toko dsini,bukanya bapak ibu sedang mencari karyawan penjaga toko."ucap bude Narti kepada kedua bos nya
"baik bude,mulai hari ini tari langsung bisa bekerja ya."ucap Bu tri
"terimakasih Bu, insyaallah saya akan bekerja dengan baik."ucapku
"iya,nanti akan saya jelaskan apa saja pekerjaan mu disini yaa."ucap Bu tri sekali lagi
"baik Bu."ucapku
Hari pertama bekerja ditempat yang baru tidak lah mudah,harus bisa adaptasi dengan suasana sekitar,dengan karyawan yang sebelumnya sudah bekerja...
yang ada dalam pikiran ku hanya lah mencari rezeki halal dan untuk biaya rumah dan juga biaya bapak
Semangat semangat dan semangat itu yang aku jalani setiap hari ditoko meubel ini
Alhamdulillah semua anggota karyawan disini baik dan ramah,setiap apa yang tidak aku pahami mereka tanpa segan membantu menjelaskan kepadaku.
Aku memang beruntung mendapatkan pekerjaan yang membuat aku semakin betah.
2minggu berlalu,tidak terasa aku sanggup jauh dari ibu selama 2minggu lamanya...
Woowww...padahal dulunya ditinggal ibu belanja aja aku langsung nangis pengen ikut...
setiap malam aku menghubungi bapak,bertanya kabar dan keadaan bapak..
Alhamdulillah,hanya ucap syukur yang selalu aku panjatkan...dengan semua pemberian Gusti Allah yang tiada terkira..
kesehatan bapak yang semakin hari semakin membaik,membuat aku dan keluarga sangat senang.
Membuat aku semakin semangat dalam mencari rezeki,,
__ADS_1
Keseharian ku aku lalui dengan penuh bahagia,keluarga dari pemilik toko sudah menganggap ku bagian dari keluarganya...tanpa adanya rasa canggung,Bu tri yang nampak bahagia karena aku sudah mau menemani nya selama aku bekerja disini.. beliau memeluk ku seperti memeluk saudara nya sendiri..
Setiap ada acara diluar,dari semua karyawan...hanya aku yang diajak,beliau makan apapun,menu itu juga yang sama dengan apa yang aku makan..jarang ada bos besar yang berhati mulia seperti mereka...