Kupu Kupu Pembantai

Kupu Kupu Pembantai
04. Sisi Atau Silviana Reyon?


__ADS_3

Arsel menatap Elria dengan tatapan penuh kebencian yang mendalam, membuat bulu kuduk Elria berdiri ketakutan.


Sejenak Elria merasa menyesal atas keputusannya, karena tepat saat Elria dikelilingi cahaya dari Batu Penyucian ayahnya merenggang nyawa beserta ibunya yang tertusuk pedang dari belakang. Tapi, Elria mengenyahkan perasaan sesalnya. Dia akan membalas semua dendam ini pada Arsel dan ras iblis!.


Elria mengambil napas dalam dalam, dia mencoba menetralkan perasaan marah, kebencian, kecewa, dan sedih didalam hatinya. Setelah benar benar tenang, Elria menatap Arsel dengan raut wajah datar dan sorot mata yang benar benar dingin tanpa ekspresi seperti seseorang yang sudah mencabut ribuan nyawa ditangannya. Arsel sendiri terkejut karena ini pertama kalinya melihat Elria menatapnya dengan sorot yang dingin tanpa ekspresi sedikitpun.


"Hahahaha... Menarik! Benar benar menarik! Aku tidak tahu bahwa Tuan Putri Elria bisa menampilkan ekspresi seperti ini!" Arsel tertawa terbahak bahak saat mengetahui Elria bisa menampilkan ekspresi datar dan dingin.


"Mulutmu yang kotor itu tidak pantas menyebut nama Nonaku!"


Seseorang menginterupsi ucapan Arsel, dia adalah Sisi. Dayang kepercayaan Elria dan juga orang yang melindungi Elria saat mengalami syok mental.


"Sisi...?" gumam Elria saat melihat Sisi dengan berani menyela ucapan Arsel.


"Oh? Siapa dirimu yang berhak menyela ucapan ku?!" seru Arsel tak terima.


"Silviana Reyon! Pelindung keluarga Kerajaan Mentari Merah!" balas Sisi sengit.


"Hah?"


Elria mengerutkan keningnya dalam, dia baru mengetahui fakta bahwa Sisi adalah anggota pelindung keluarganya. Elria sendiri juga baru mengetahui nama lengkap dayangnya yang ternyata bermarga Reyon, pelindung keluarga kerajaan.

__ADS_1


Diam diam Elria tersenyum kecut, ternyata ada banyak rahasia yang disembunyikan pelayan pribadi dirinya. Padahal Elria pikir, dia sudah amat mengenal Sisi. Nyatanya tidak sama sekali.


Berbeda dengan respon Elria, Arsel justru terkejut akan perkataan Sisi. Ya, Arsel memang mengetahui bahwa ada pelindung keluarga kerajaan. Tapi, dia tidak menyangka bahwa pelindung keluarga kerajaan adalah Keluarga Reyon, keluarga yang amat kuat dan misterius di Daratan Mimpi. Meskipun Keluarga Reyon tidak besar, tapi setiap anggota Keluarga Reyon memiliki kekuatan yang luar biasa. Yang terlemah saja berada ditingkatan yang sama dengan Arsel, tingkat Mage.


"Tidak kusangka aku akan bertemu dengan anggota keluarga Reyon yang misterius disini. Tapi, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan. Kenapa keluarga Reyon mau tunduk pada Kerajaan Mentari Merah?" tanya Arsel dengan dahi berkerut.


"Apa harus dijawab?" balas Sisi balik bertanya dengan nada merendahkan.


"Tentu." ucap Arsel dengan lantang.


"Kamu tidak berhak tahu! Dan lagi hal ini tidak ada hubungannya dengan binatang hina seperti dirimu!".


"Kamu...!" Arsel merasa kesal atas respon yang Sisi berikan padanya.


Sisi yang melihat Arsel marah karena ucapannya hanya tersenyum tipis. Sisi pun segera membuat barier pelindung tanah untuk melindungi dirinya dan nonanya saat melihat bola api dengan kecepatan tinggi mengarah pada dirinya.


Baaaam!


Suara ledakan yang cukup besar hingga mampu membuat tanah yang dipijak bergetar akibat benturan dua kekuatan. Asap yang mengepul akibat ledakan tadi perlahan menghilang, menampilkan sosok gadis muda dengan beberapa luka bakar ditubuhnya. Dia Sisi, meskipun kekuatan dirinya sama dengan Arsel tapi pengalaman bertarung Sisi masihlah lebih rendah dibandingkan Arsel.


Sisi mengusap darah di sudut bibirnya yang robek akibat ledakan dua kekuatan, dia tidak berharap bahwa Arsel akan lebih kuat darinya meskipun kekuatan mereka setara.

__ADS_1


Arsel tertawa puas saat melihat keadaan Sisi yang cukup mengenaskan, "Inilah akibatnya jika kau tidak patuh!" ucap Arsel dengan nada sombong.


Elria menatap Sisi cemas, dia ingin membantu Sisi memulihkan luka bakar yang diderita oleh Sisi namun dilarang dengan tegas oleh Sisi.


Sisi sendiri menggertakkan giginya, dia tidak boleh berlama lama disini atau dia akan kalah dan nonanya dalam bahaya. "Mungkin aku tidak bisa mengalahkan mu saat ini, tapi cepat atau lambat aku akan balaskan dendam ini!"


Sisi membuat sebuah bola tanah seukuran bola basket yang semakin lama semakin besar, 'nona, bisakah anda membuat sihir elemen angin?' telepati Sisi pada Elria.


'bisa, tapi untuk apa?' balas Elria.


'aku akan menghancurkan bola batu yang kubuat lalu nona buatlah sebuah badai angin agar menghalangi pandangan Arsel dan kita akan kabur dari sini' telepati Sisi sambil menjelaskan rencana pelarian dirinya dan Elria.


'baiklah..'


Tepat setelah Elria mengiyakan rencana Sisi, Sisi langsung menghancurkan batu yang sudah seukuran rumah rumah milik penduduk desa. Elria sendiri sudah siap dengan sihir anginnya, sihir milik Elria menerbangkan semua debu, pasir, dan bebatuan disekitar membuat sulit untuk melihat. Sisi yang melihat momentum sihir ini tak akan bertahan lama segera meraih tangan Elria.


Setelah Elria berada didekat dirinya dan juga sihir portal ruang yang berasal dari alat pinjaman ayahnya, Jack Reyon. Sisi dan Elria menghilang tepat setelah momentum badai pasir, membuat Arsel menggeram marah karena tidak berhasil membunuh Elria hari ini.


Arsel pun memporak porandakan taman tengah Kerajaan Mentari Merah yang sejak pembantaian dan pertarungan Sisi - Arsel sudah kacau balau karena banyaknya lubang ledakan sihir.


×××

__ADS_1


Jangan lupa vote, komen, dan like ya^•^


__ADS_2