Kupu Kupu Pembantai

Kupu Kupu Pembantai
5. Kediaman Keluarga Reyon


__ADS_3

Sisi membawa Elria ke kediaman keluarga Reyon menggunakan alat teleportasi yang dipinjamkan ayahnya. Jujur saja, Sisi sebenarnya bisa mengimbangi Arsel apabila tidak ada Elria yang membuat konsentrasi dirinya terpecah.


Sisi hanya bisa mengimbangi, untuk mengalahkan Arsel sangat sulit dengan kemampuan bertarungnya yang belum terasah oleh pertarungan hidup dan mati. Berbeda dengan Arsel yang sering berperang di perbatasan kerajaan, membuat kemampuan bertarungnya terasah dengan baik.


"Ini dimana?" Elria bertanya saat pandangannya sudah tidak kabur, karena pada saat berteleportasi sebuah cahaya menyilaukan pandangan matanya.


"Uhuk..." Sisi mengeluarkan seteguk darah segar, luka dalam akibat ledakan dua kekuatan tadi masih sangat sakit meskipun dia sudah menggunakan sihir regenerasi.


"Sisi!"


Elria segera menghampiri Sisi yang terduduk sambil memegangi dadanya, Elria segera memberikan sihir penyembuhan. Perlahan wajah Sisi yang pucat kembali berwarna, meskipun Sisi masih sangat lemah akibat mananya terkuras habis saat melakukan teleportasi dan juga memperparah luka dalamnya.


Seorang pria paruh baya menghampiri Elria dan Sisi, Elria menebak bahwa pria itu ayahnya Sisi bila dilihat raut khawatir nya yang amat mendalam. Dia adalah Jack Reyon, Ayah dari Silviana Reyon. Jack Reyon mengambil alih Sisi dan membawanya ke kamar, Elria hanya mengikuti Jack Reyon dari belakang.


"Sisi sudah lebih baik, Paman. Mungkin hanya tulang rusuknya yang patah membutuhkan waktu beberapa hari agar sembuh total. Aku hanya bisa membuat Sisi selamat dari kondisi kritis nya, Maaf aku tak bisa berbuat banyak." Elria mengucapkan kata kata ini dengan penuh kesungguhan dan. penyesalan yang mendalam.


Jack Reyon terdiam lama sampai akhirnya dia tersenyum tulus dan berkata, "Justru saya sangat berterima kasih pada Yang Mulia."


Elria yang mendapat respon seperti itu hanya bisa tersenyum canggung, "Sudahlah, kini aku bukan lagi Tuan Putri Kerajaan Mentari Merah. Juga terima kasih sudah menyelamatkan ku dan kalian juga tidak perlu melayani aku dan keluargaku yang tersisa."

__ADS_1


Elria yakin, tujuan Arsel hanya menguasai tahta dan kerajaannya. Maka dari itu dia yakin Arsel tidak akan membunuh paman dan bibinya yang menjadi bangsawan.


"Tidak tidak, menjadi bawahan Yang Mulia adalah sebuah kehormatan bagi keluarga Reyon ku." Jack Reyon langsung menyangkal perkataan Elria dengan tegas.


"Ugh, baiklah baiklah. Tapi, bisa kau jelaskan kenapa Keluarga Reyon sangat setia pada keluarga ku?" Kening Elria mengernyit heran.


"Sebenarnya keluarga Reyon tidak pernah setia pada keluarga kerajaan, tapi kami hanya setia kepada Anda Yang Mulia." Jack Reyon berkata sambil menundukkan kepalanya hormat pada Elria.


Elria membuka mulutnya kembali, masih ada pertanyaan yang mengganjal hatinya. Namun pertanyaannya dia tunda saat mendengar erangan sakit dari Sisi.


"Urgh..."


Sisi membuka matanya perlahan, Elria adalah orang yang pertama dia lihat. Dengan suara pelan bahkan hampir tidak terdengar dia berkata, "Yang Mulia, maafkan hamba karena tidak bisa membunuh Arsel."


Jack Reyon yang melihat amarah terpancar dari kedua bola mata Elria hanya bisa terdiam, karena dia mengetahui sebuah fakta yang amat besar dan berpengaruh untuk masa depan.


"Yang Mulia, bukankah lebih baik Anda membersihkan diri terlebih dahulu?" Jack Reyon mengingatkan Elria yang sudah lupa akan penampilannya yang sungguh berantakan.


"Ah iya, terima kasih sudah mengingatkanku." balas Elria sambil menatap gaunnya yang penuh licak tanah dan darah yang bercampur, membuat gaunnya yang indah menjadi seperti gaun lusuh.

__ADS_1


"Anda terlalu sungkan Yang Mulia."


Jack Reyon memanggil seorang maid wanita agar membantu Elria membersihkan diri. Elria sendiri tidak menolaknya, dia sudah terbiasa dengan kehidupan kerajaan.


"Ah, Yang Mulia, Bisakah Anda menemui hamba di taman belakang kediaman?" pinta Jack Reyon.


"Baiklah, tapi untuk apa?"


"Ada sesuatu yang harus saya sampaikan dan ini adalah sesuatu yang amat sangat penting. Menyangkut masa depan Daratan Mimpi." ucap Jack Reyon dengan raut serius.


Elria menatap Jack Reyon dengan sedikit takut saat melihat rautnya yang amat serius. "Aku akan kesana"


Elria segera pergi diikuti pelayan wanita yang dipanggil oleh Jack tadi. 'kira kira apa yang akan dia bicarakan?' pikir Elria.


Jack Reyon hanya menatap kepergian Elria dengan pandangan yang sulit diartikan, "Semoga yang dipilih Moon Godness adalah yang terbaik." gumamnya.


***


**Maafkan aku yg gak update hehe...

__ADS_1


Aku mager ngetik panjang panjang, maklumin aku mah plin plan.


See you next chapter** ^^


__ADS_2