Kutukar Rahimku Dengan Uang

Kutukar Rahimku Dengan Uang
PROLOG


__ADS_3

Seorang gadis remaja tampak sedang menunggu seseorang di depan rumahnya yang cukup sederhana. Gadis itu mengenakan dress selutut dengan warna perpaduan biru dan merah muda. Rambutnya yang panjang terurai itu di hiasi dengan pita berwarna senada, tas senada dan sepatu pantofel hitam, membuatnya makin sempurna malam itu.


Sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan gadis itu. Kaca jendela mobil perlahan turun dan tampak sosok pemuda tampan yang tersenyum ke arah gadis itu.


"Mari, baby." Tanpa ragu, gadis itu memasuki mobil mewah itu dan duduk di samping pemuda tampan itu. Terlihat gadis itu sangat antusias dengan ajakan pemuda itu.


"Kau akan puas dengan pelayananku, sayang," ucap gadis itu membuat pemuda di sampingnya menyeringai senang. Dia mulai melajukan mobilnya menuju ke kediamannya dan membawa gadis itu untuk tidur bersamanya malam ini.


☘☘☘


"Apa kau puas malam tadi?" tanya gadis yang sekarang masih di bawah selimut bersama seorang pemuda yang membawanya. Pemuda itu tersenyum ke arah gadis itu.


"Sepertinya, malam ini kita harus melakukannya lagi. Aku akan memastikan benihku tertanam sempurna di rahimmu, sayang," balas pemuda itu sambil menciumi leher gadis itu. Gadis itu sedikit merasa geli, tapi dia hanya membiarkan pemuda itu tanpa ada niatan untuk lepas darinya.


"Baiklah. Aku juga harus memuaskan konsumenku, bukan?" Pemuda itu hanya terkekeh, menghentikan perbuatannya dan menyibak selimut. Dia turun dari ranjangnya dan mengenakan satu per satu pakaiannya yang tergeletak di lantai.


"Apa kau tak berniat memakai bajumu?" tanya pemuda itu membuat gadis yang masih telanjang tanpa sehelai baju itu pun tersenyum.

__ADS_1


"Iya. Aku akan pergi bekerja setelah ini. Apa kau bisa mengantarku? Aku pastikan bahwa kau akan merasa puas dengan pelayananku malam ini, sayang." Pemuda itu mengangguk samar dan bersedia mengantar gadis itu ke tempat kerjanya. Gadis itu turun dari ranjang, sama sekali tak malu ada seorang pemuda melihat miliknya itu.


Gadis dan pemuda itu menuju ke meja makan dan melakukan sarapan pagi. Mereka sama sekali tak mengucapkan sepatah kata pun saat sarapan sampai selesai. Sesuai permintaan sang gadis, pemuda itu mengantar sang gadis menuju ke tempat kerjanya.


Sesampainya di tempat kerja, gadis itu turun dari mobil dan melambaikan tangannya ke arah pemuda itu. Pemuda itu hanya balas tersenyum tipis dan meninggalkan gadis itu.


"Kau sudah sampai ya, Diana. Bagaimana dengan keadaanmu?" tanya teman kerjanya, Nabil dengan wajah khawatir.


"Aku baik-baik saja kok, Bil. Aku bisa bekerja hari ini." Nabil menghembuskan napas lega.


"Syukurlah kalau begitu. Tadi, aku lihat ada mobil mewah yang mengantarmu ke sini. Siapa?" Gadis yang bernama Diana itu melambaikan tangannya.


Diana dan Nabil menjalankan tugas mereka masing-masing. Diana yang menyapu dan Nabil yang menjaga kasir. Mereka lumayan akrab belakangan ini, membuat Diana mempunyai teman saat dirinya bekerja. Yah, setidaknya dia dekat dengan salah satu pegawai di tempat kerjanya tersebut untuk mencari uang sampingan.


Pekerjaan Diana memang malam hari. Tapi, karena tak ingin dirinya di curigai oleh tetangga sekitar rumahnya, dia mencari kerja sampingan, membuktikan kalau uang yang dia dapatkan itu hasil dari kerjanya selama ini.


Namun, siapa yang menyangka bila pekerjaan Diana pada malam hari adalah menjajakan rahimnya kepada pemuda-pemuda yang ingin tidur dengannya dan dia mendapatkan bayaran mahal dari pekerjaannya itu.

__ADS_1


☘☘☘


Giselia Diana Az-Zahra, gadis dengan kehidupan sederhana yang telah kehilangan orang tuanya sejak berumur 7 tahun. Gadis muda itu sangat terpukul dengan kepergian orang tuanya, meninggalkan luka yang mendalam bagi Diana. Dan, yang lebih buruk lagi, ketika Diana kecil berduka atas kematian dua orang yang amat dirinya cintai, saudara dan kerabat dekat tak ada yang menawarkan tempat tinggal bagi Diana kecil.


Diana yang waktu itu masih kecil, tak tahu harus mencari uang dengan cara apa. Karena selama ini, dirinya hanya membantu orang tuanya bekerja. Bekerja? Apa dirinya harus bekerja demi mendapatkan uang? Namun, dirinya bisa bekerja apa?


Diana kecil mulai mencari pekerjaan yang bisa dia kerjakan. Dia menawarkan dirinya menjadi pembantu, mengepel, menyapu, membersihkan rumah dan masih banyak lagi. Diana akhirnya mendapatkann uang yang lumayan karena kerja kerasnya. Dia bisa membeli makanan dengan uang yang baru saja dia dapatkan itu.


Bertahun-tahun berlalu sejak kejadian Itu. Diana pun tumbuh menjadi gadis yang cantik dan menawan. Gadis itu mulai mencari pekerjaan yang pantas untuknya. Bekerja adalah kesehariannya, untuk memenuhi kebutuhannya. Walaupun sederhana, Diana tetap bisa memenuhi kebutuhannya sendiri seperti, membeli baju, sepatu dan yang lainnya.


Remaja berusia 17 tahun itu mulai mengenal dunia dewasa di mana klub malam menjadi kesehariannya waktu itu. Meminum minuman alkohol dan bersenang-senang bersama pemuda-pemuda yang ada di klub malam. Kesehariannya berubah 180 derajat saat Gadis Remaja itu mengenal apa itu klub malam.


Sejak saat itu klub malam menjadi tempat favoritnya, menghabiskan sisa malamnya untuk bersenang-senang di tempat itu, menggoda para pemuda yang ada di sana dan berjoget Ria bersama-sama. Suasana hatinya sedikit terobati ketika dirinya mengunjungi klub malam setiap hari tanpa absen. Dirinya juga sudah tidak peduli dengan pandangan masyarakat terhadapnya yang suka mengunjungi klub malam.


Saat berumur 18 tahun, dirinya sudah berani untuk merendahkan dirinya di depan pemuda-pemuda yang berada di klub malam tersebut. Dirinya dengan berani menawarkan tubuhnya untuk di tiduri oleh pemuda-pemuda itu. Diana bahkan berani menggoda om-om hidung belang hanya untuk menyerahkan tubuhnya. Sebenarnya, perbuatan Diana Itu termasuk merendahkan dirinya sendiri di depan pemuda-pemuda itu. Karena sudah tidak peduli dengan itu semua, Diana pun memutuskan untuk abai pada semuanya dan membiarkan pemuda-pemuda itu menikmati tubuhnya hingga puas.


Kehidupan Diana mulai berubah ketika pemuda bernama Reza menawarkan dirinya untuk tidur bersama dengannya. Diana yang saat itu senang melakukannya dengan pemuda-pemuda yang berada di klub malam itu dengan senang hati menerima tawaran Reza. Sejak saat itu Reza dan Diana selalu tidur bersama, dan Diana mendapatkan bayaran atas pelayanannya itu. Diana sudah seperti anjing yang menurut pada tuannya, Diana tidak peduli dengan harga dirinya lagi.

__ADS_1


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Reza dan Diana sudah melakukan itu berulang kali, hingga Reza merasakan dirinya memandang Diana berbeda. Sepertinya, Reza menaruh hati pada Diana, pemuas nafsunya itu. Namun, Diana sepertinya tak sadar Reza telah jatuh cinta padanya. Tapi, itu tak jadi masalah. Reza bisa menikmati Diana kapanpun dia mau.


☘☘☘


__ADS_2