
"Apa yang kamu fikirkan saat berkendara dengan kecepatan tinggi seperti tadi?" Tanya Tuan Rey.
"Saya sedang kesal Tuan, kekasih saya diam-diam akan menikah dengan sahabat saya sendiri."
Jawab saya sambil menunduk dan meneteskan air mata.
"Pria tidak bertanggung jawab seperti itu, tidak pantas kamu tangisi. Kapan mereka akan menikah?" Tanya Tuan Rey.
"Besok pagi Tuan." Jawab saya sambil menangis sesenggukan.
"Besok kamu datang kesana, saya akan menemani kamu." Ucap Tuan Rey dengan amarah yang terpendam.
"Tidak usah Tuan, ini masalah saya dengan dia. Tidak ada hubungannya dengan anda." Ucap saya berusaha mencegah Tuan Rey.
"Justru karena saya, kamu harus datang. Saya calon suami kamu. Tunjukan pada nya tentang bagaimana cara menghormati hubungan." Ucap Tuan Rey.
Saya merasa Tuan Rey begitu marah.
Saya hanya bisa diam dan menuruti keinginannya.
________________________
Toko pakaian wanita...
"Turun, masuklah ke dalam Toko Pakaian ini. Belilah gaun yang kau suka." Ucap Tuan Rey sambil membukakan pintu mobil untukku.
Dengan langkah ragu, aku masuk ke dalam.
"Selamat datang Nona, Anda mencari gaun yang seperti apa?" Tanya seorang pelayan Toko.
"Tentu yang terbaik." Jawab seorang laki-laki yang tiba-tiba masuk ke dalam Toko Pakaian.
"Tuan Rey?" Ucap saya terkejut.
"Kamu jangan melihat saya seperti itu, saya ke sini hanya ingin memastikan calon istri saya sudah memilih gaun terbaik di Toko ini." Ucap Tuan Rey.
"Wah, anda beruntung sekali nona. Biasanya laki-laki itu malas kalau di minta menemani seorang wanita berbelanja. Saya kagum dengan calon suami anda." Ucap seorang pelayan memuji Tuan Rey.
"Benar sekali apa yang teman saya sampaikan, karena anda adalah orang yang baik dan pengertian, saya akan kasih diskon baju yang anda beli." Tambah pelayan Toko yang lain.
"Sejak kapan di sini ada diskon? Setahu saya, semua gaun di Toko ini harganya tidak ada yang di diskon." Ucap saya yang sedikit heran.
Rey sedikit kikuk dan mengisyaratkan kepada para pelayan untuk pergi.
"Maaf Nona, kami tinggal sebentar. Kami akan mengambil gaun limited edition untuk anda coba." Jelas kedua pelayan tadi.
Beberapa menit kemudian...
Pelayan sudah menyiapkan gaun yang indah untuk saya.
"Cobalah gaun ini, pasti cantik sekali jika Nona yang memakainya."
__ADS_1
Kemudian saya masuk ke dalam ruang ganti..
Beberapa menit kemudian...
"Bagaimana Tuan Rey? Apakah saya cocok mengenakan gaun ini?" Tanya saya pada Tuan Rey.
Tuan Rey terdiam.
Dia melihat saya sampai tidak berkedip.
"Tuan Rey? Tuan? Apakah saya terlihat jelek?" Tanya saya pada Tuan Rey yang masih saja terdiam.
"Anda sangat cantik, calon suami anda terpesona dengan kecantikan Nona sampai tidak bisa berkata-kata." Ucap salah seorang pelayan.
"Tuan Rey? Tuan?" Saya mendekati Tuan Rey yang masih terdiam.
Saya kemudian memberanikan menyentuh pundak sebelah kanan Tuan Rey agar dia tersadar dari lamunannya.
"Oh Iya, maaf. Saya sedang melihat dengan detail apa yang kurang dari gaun ini. Ternyata saya salah, gaun nya sangat indah. Bungkus gaunnya , saya tunggu di mobil." Jawab Tuan Rey yang terkejut kemudian berbalik dan pergi meninggalkan saya.
"Tuan Rey aneh sekali. Kalau dia suka mengapa tidak mengajak saya pergi bersama nya." Ucap saya heran.
_______________________
Di dalam mobil...
"Tidak." Jawab Tuan Rey singkat.
"Mengapa anda diam saja?" Tanya saya sambil melihat wajah Tuan Rey.
Tuan Rey menjadi salah tingkah saat wajah nya aku pandang.
"Saya tidak marah, saya hanya ingin diam saja." Jawab Tuan Rey sambil mengelap keringat di dahinya.
"Apakah AC mobil tidak berfungsi Tuan?" Tanya ku pada Tuan Rey.
"Daripada kamu terus saja bertanya, aku ingin dengar tentang mantan mu itu." Ucap Tuan Rey yang menjadi sangat serius saat membicarakan Firza.
"Saya malas membahas pengkhianat." Jawab ku kesal.
"Ceritakan saja." Perintah Tuan Rey.
"Baiklah." Ucapku sambil menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya pelan.
"Firza adalah kekasih saya sejak kami berdua duduk di bangku SMA. Kami berdua juga memiliki sahabat karib, namanya Silvia. Silvia adalah "Mak comblang" yang menyatukan antara saya dan Firza. Setelah lulus SMA, kami masih menjalani hubungan. Ibu saya tidak menyukai sifat Firza yang selalu meminta uang kepada saya dengan dalih meminjam uang. Pernah suatu hari, dia meminjam uang saya sebesar dua puluh juta rupiah. Dia mengatakan jika uang itu Ia pergunakan untuk membayar biaya Rumah Sakit sang Ibu yang baru saja operasi usus buntu. Karena saya dan keluarga nya sangat dekat, jadi saya ikhlaskan uang itu. Dan... "
"Stop !!! Hentikan cerita mu." Ucap Tuan Rey yang menghentikan saya untuk tidak kembali bercerita.
"Ada apa Tuan? apakah saya melakukan kesalahan?" Tanya saya pada Tuan Rey.
__ADS_1
"Kesalahanmu adalah mencintai orang yang salah. Lupakan saja dia." Jawab Tuan Rey tegas.
"Saya sudah memikirkan itu sejak dia mengkhianati saya Tuan." Ucap ku lirih.
"Tidak usah bersedih, kita beri pelajaran dia saat hari pernikahan nya besok." Ucap Tuan Rey.
"Apa yang akan anda lakukan Tuan?" Tanya ku penasaran.
"Kamu lihat saja besok, apa yang bisa saya lakukan untuk orang yang sudah menyakiti calon istri Reynald." Ucap Tuan Rey sembari tersenyum sinis.
Saya berharap, Tuan Rey tidak menggunakan kekuasaan nya untuk membalaskan sakit hati saya kepada Firza.
Huft...
_________________________
Sesampainya di rumah...
"Saya hampir lupa kalau tadi kamu terjatuh dari motor, apakah masih sakit?" Tanya Tuan Rey sembari tersenyum.
Dia manis sekali saat tersenyum.
"Hanya lecet saja Tuan. Tidak begitu sakit." Jawab saya.
"Oke, baiklah. Katakan pada Ibu kalau saya tidak bisa mampir. Ada pekerjaan yang harus segera saya selesaikan." Ucap Tuan Rey.
"Tidak masalah Tuan, nanti saya akan sampaikan kepada Ibu." Jawab saya.
"Kalau begitu saya pergi dulu, jangan lupa obati lukamu itu dan ingat satu hal. Panggil saya dengan nama Rey saja." Ucap Tuan Rey sambil menatap mata saya.
"Maaf Tu.. a n, Eh.. Rey maksud saya. Saya masuk ke rumah dulu. Terima kasih untuk hari ini. Hati-hati di jalan." Ucap saya sembari membuka pintu mobil dan bergegas masuk ke rumah tanpa menoleh.
"Calon istri saya ternyata memiliki paras dan hati yang sama-sama cantik. Ayah memang tidak pernah salah pilih." Gumam Rey.
__________________
Di dalam rumah..
"Seperti ada suara mobil nya Rey, apa kamu pergi bersama nya?" Tanya Ibu yang tiba-tiba muncul.
"Anak baru pulang, yang di perhatian suara mobil. Keterlaluan sekali." Ucap saya menggerutu.
"Hahaha, Maaf kan Ibu. Ibu terlalu bersemangat dengan hubungan kalian. Ibu bersyukur kalau kalian sudah mulai dekat." Ucap Ibu sembari tersenyum.
"Bisa saja Ibu ini. Kalau begitu, saya ingin masuk ke kamar dulu. Ingin mengobati luka lecet di tubuh saya." Ucap saya sambil berjalan menuju kamar.
Tapi langkah saya terhenti, karena Ibu menghalangi jalan saya.
"Kenapa bisa lecet, Nak? kalau kamu pulang naik mobil Rey, motor mu kemana?" Tanya Ibu panik.
"Tenang Ibu, tenang. Tuan Rey sudah mengurus semuanya." Jawab saya sambil memeluk Ibu.
__ADS_1
"Baiklah, Rey memang menantu Idamanku." Ucap Ibu bergembira.