L'M FINNE

L'M FINNE
Bab 10.Note 10


__ADS_3

"Serius aku gak bohong Grera, ngapain aku bohong. "Ucap salah satu teman Grera menimbali lagi.


"Kalau begitu biarkan saja dia yang datang kepadaku nanti kalau kembali hehehe !. "Jawab Grera.


Merekapun mengakhiri pembicaraan sampai di situ.


Lalu Grerapun mengeluarkan kotak bekal yang ia bawa tadi, ia juga tak lupa menawarkan kepada teman temannya.


Lalu teman temannya tentu tidak mengambil, mereka membawa bekal sendiri sendiri dari rumah. Jelas mereka janjian untuk membawa bekal.


Grera membawa mie goreng yang ia masak sendiri tadi pagi. Sedangakan teman temannya ada yang membawa sayur terongg di bumbu lodeh, ada yang membawa nasi goreng dengan telur goreng, ada ayam goreng juga.


Mereka memulai makan makan enak bersama sama sesekali mereka mengobrol bersama agar tidak terlalu sepi kayak kuburan.


Teng teng teng, suara bel sekolah sudah menandakan masuk kelas untuk memulai pembelajaran yang pertama. Satu persatu kotak bekal di tutup dan di masukan di tas masing masing atau di loker bawah meja mereka sendiri sendiri.


"Pagi buat kalian semua, ayo yang belum di maksukan segera di maksukan jam pembelajaran pertama sudah di mulai !!!."Ucap bu guru yang sedang berjalan ke tempat kursinya sambil melihat murid muridnya yang memasukan kotak bekal mereka .


"Pagi buu !!!."Ucap serentak para murid di kelas ini.


"Ayo buka buku paket Bahasa indonesia hal 132, 7.2 yang mari kita diskusikan!!."Sang guru menyuruh murid muridnya untuk membuka buku paket tersebut.


Tidak lupa ia menjelaskan apa yang akan di pelajari hari ini dan memberi mereka tugas.


"Shut Grera, hey hey ." I adalah teman Grera mencoba memanggil Grera.


"Eeeeh iya, kamu memanggilku !." Balas Grera sambil menunjuk dirinya sendiri.


"iya, info jawaban no 3 dong!!, plis plis yaya ya !." Ucap temannya meminta contekan ke Grera.


"Oooh oke, aku jelasin gimana ?. Agar kamu juga faham !! ." Grera menawarkan bantuan ke temannya itu.


Tapi tawaran itu di tolak mentah mentah. Yang di dapat Grera hanya cacian dan makian .


"Ck Aku tau kamu pinter, apa sih susahnya ngasih buku aja !!!." Cacian temanya begitu menusuk di telinga Grera.


"Ya udah ini bukunya tapi nanti balikin cepat yaaa !." Balas Grera bersabar.


"Idih ngapain aku lama lama sama buku kamu kalau gak karna pengen contek aja !!. Terlebih aku bisa beli buku sendiri tanpa harus mencuri buku kamu yaaa !!!." Sangat memusuk hati Grera perkataan temannya tersebut.

__ADS_1


Karena Grera udah gak kuat di dalam kelas nya ia berpamitan ke luar dengan alasan ke kamar mandi. Sesampainya di kamar mandi Grera tentu saja menangis. Ia sakit hati mendengar perkataan temanya yang seolah olah ia tidak mampu membeli buku sendiri.


Terlebih lagi maksud Grera ia takut jika bu guru melihat ia tidak mengerjakan tugas lantaran bukunya ma sih di pinjam temanya. Ia juga takut jika ia ketahuan membeli contekan ke temannya itu.


Grera mencoba menahan tangisannya tapi air mata itu meluncur begitu saja turun membasahi pipi cuby milik Grera. Sudah berulang ulang kali Grera mengusap air matanya namun air mata itu terus menetes bagai sumber mata air.


Sampai akhirnya ia membasuh mukanya dengan air dan memastikan air matanya tidak akan terjatuh lagi. Ia juga takut nanti di cari oleh bu guru dan teman temannya lantaran ia sanagt lama di toilit .


Sesudahnya ia kembali ke kelas dengan muka memerah.


"Hey Grera kenapa muka kamu merah banget habis nangisnya !!!." Ucap Latifa.


"Eee-eegak kok lagian ngapain Grera nangis gak ada gunanya tau !!." Timbal Grera.


"ooh kirain nangis soalnya berair banget mata kamu loooh !!."Ucap Latifa merasa kuatir dengan keadaan Grera.


Grera trus menyakinkan Latifa agar tidak menghawatirknya, tentu saja Grera takut jika ia di ketahui habis menangis karena hinaan temannya tadi.


"Eeeh kantin yuk, kamu kelamaan ke toiletnya sambil buang air besarnya ?." Tanya nya lagi.


"Eeeh iya iya.Tadi perut Grera sakit kayak memutar mutar isi perut Grera, tapi sekarang enggak kok aman !!!."Balas Grera


Plang krek suara piring dan kursi terjatuh di lantai secara berserakan dan dimana mana. Dapat di lihat di tengah tengah ada seorang gadis yang jatuh tersungkur.


"Grera, apa kau ingin membantu gadis malang itu lihatnya sungguh kasian. Tapi aku tidak berani ke sana dan takut dengan laki laki yang berdiri tidak jauh dari perempuan itu !!!."Ucap Latifa menanyai Grera.


"Aa-ku juga takut, kau tahu mereka terlihat menyeramkan bahkan lebih dari itu Latifa !!!." Balas Grera menahan rasa takutnya. Ia juga sudah kemetar melihat apa yang terjadi di depan matanya sendiri .


"Tidak perluh kamu tolong Grer ayo pergi, kita berdua sudah cukup melihat sampai di sini kamu juga tahukan kalau di depan sana bulyng aku takut kita juga terkena bulyng Grer !."Latifa berucap dan menasihati Grera agar tidak datang ke sana.


"Benar Latifa ayo pergi sesegera mungkin, semoga gadis itu ada yang menolongnya tepat waktu agar dia tidak terlalu terluka !." Grerapun berkata demikian ke Latifa.


Latifa langsung mengandeng tangan Grera agar dia segera beranjak dan pergi secepantya.


"BERHENTI KALIAN !!! ." Seseoramg dari belakang memanggil Grera dan Latifa dengan suara teriakan yang mengelegar .


"Ayo cepat pergi Grera jangan hiraukan dia kita selamatkan diri kita sendiri dulu ."Setelah mengatakan seperti itu Latifa menarik kencang tangan Grera dan membawanya lari dengan cepat.


Hah hah haaaaah Grera dan Latifa ter engah engah setelah mereka cukup jauh dari kantin.

__ADS_1


"Untung selamat kita Grer, banyangkan saja jika tidak apa yang terjadi sama kita yaaaa ?." Ucap Latifa berfikir.


"Benar kata kamu Latifa, jantungku seperti berdisko disko karena kecapekan habis lari tadi !!."Grera berterus terang jika ia merasa capek.


"Iya sama aku juga capek. Tapi bagaimana kita jalani hari hari besok ?, apakah kita harus terus bersembunyi atau menghindar terus dari mereka ?. Atau meminta maaf saja besok ?. " Latifa tamut jika ia dan Grera di jadikan buronan oleh mereka.


"Aku tidak tahu harus apa ?." Ucap Grera.


"Ayo kita ke kelas saja !." Ajak Latifa.


Setelahnya mereka kembali ke kelas mereka agar tidak terlambat memasuki pembelajaran ke dua mereka.


Sungguh membosankan pembejaran ke dua ini, mata pelajaran yang paling Grera benci dan Grera kutuk. Mata pembelajarannya ialah Matematika. Kata orang jika faham rumus maka akan mudah mengerjakan matematika.


Padahal walau sudah tau rumusnya tetap saja bisa salah dalam hitungnya. Melelahkan sekali mata pembelajaran itu .


Di tambah lagi matematika suka sekali colab dengan mata pembelajaran lain sepertu bahasa indonesia, Ilmu pengetahuan alam bahkan sampai ke bahasa inggris .


Sangat tidak ramah di otak kecil kita bukan. Bahkan hanya sedikit yang menyimak pembelajaran yang lainnya pada tidur dengan di tutupi buku, ada juga yang main game dengan di tutupi buku juga. Mereka melanjutkan pembelajaran sampai jam pulang.


⚘:Pov sudah pulang sekolah / saat di rumah.


Grera langsung masuk ke rumahnya dan meletakan tasnya yang berisi alat tulis dan bekal yang ia bawa tadi. Ia mengeluarkan bekal tersebut dan membukanya untul di cuci sekalian dengan piring kotor yang sudah menumpuk banyak di tempat penyucian piring.


Grera masih menggunakan seragamnya saat mencuci piring dan bekas bekalnya tadi hingga bersih tak tersisa bekas minyak sedikitpun.


"Hey kamu, nanti setelah mencuci piring kotor itu jangan lupa cucikan bajuu yaaa !!!." Ucap kakak ke 2 Grera.


"iya kak nanti aku cuciin kok, tapi habis istirahatnya Grera capek habis pulang sekolah !." Balas Grera .


"Apa kamu pikir kakak tidak lelah haaaah, kakak bilang cuci habis cuci piring ya harus setelah cuci piring. Gak ada acara molor molor kamu mau jadi pemalas haaaah !!!. " Bentak sang kakak ke Grera.


Grera setelahnya diam saja tidak akan pernah usai jika ia tidak akan mengalah soalnya kakaknya itu pintar sekali beradu mulut. Tidak ada gunanya ia melaporkan ke bapak. Pasti kakak yang akan di bela dari pada Grera.


Sangat melelahkan jadi seorang Grera. Ia ingin pergi saja dari rumah tapi ke mana nantinya ia akan pergi, ia tak punya siapa siapa lagi untuk buat jadi teman cerita hidupnya yang pilu ini.


Grera menganti pakaiannya terlebih dahulu dan menggantinya dengan pakaian yang terlihat santai.


Ia mengambil seragam dan sekalian mencucinya dengan seragam dan baju kakaknya.

__ADS_1


Tentu sekalian di cuci karena besok sudah hari minggu. Hari yang di nanti nanti pelajar tapi tidak dengan Grera ia akan seperti pembantu tanpa gaji si rumahnya.


__ADS_2