L'M FINNE

L'M FINNE
BAB 3.NOTE 3


__ADS_3

Hari minggu dimana hari yang ia tunggu ia diajak ibunya berkunjung dirumah neneknya.


Rumah neneknya tidak terlalu dekat dan tidak juga terlalu jauh. Terkadang ibunya pergi kesana menggunakan sepeda. Walau terkadang ia agak membenci neneknya ia tetap ingin menemui neneknya.


Nenekya biasa nya akan membanding bandingkan kehidupan ibunya dengan kehidupan Budhenya.


Grera sudah disambut oleh neneknya yang menunggunya. Walau ia sering membandingkan ibunya p, neneknya sangat menyayanginya. Ia diajak pergi ke dapur untuk makan.


Memang masakan neneknya tidak ada duanya. Yah bisa diakui jika ibunya tidak cukup pandai dalam memasak. Namun masakan ibunya juga suatu hal yang paling ia tunggu.


Teman Grera yang mempunyai rumah diseberang rumah neneknya juga berkunjung untuk mengajak Grera  bermain bersama.


Ia bernama Akila ,Akila prameswari  nama lengkapnya biasanya ia dipanggil kila.


Kila cukup huble bermain dengan siapa saja. Jadi cukup mudah sekali untuk dia berteman dengan Grera. Terkadang mereka hanya bermain ketika bertemu saja tanpa janjian terlebih dahulu.


 Kila mengajak Grera bermain dipinggir jalan yang banyak ditanami perpohonan. Yah kedua anak ini sedang bermain masak masakan dengan tanaman kecil kecil berwarna merah muda jika masih muda dan merah darah ketika sedang matang.



TANAMAN INI TERNYATA BERNAMA BLOODBERRY


Tanaman ini diuleg uleg seperti mengoleg sambal dan ditaruh ditangan dengan di oles oles. Atau ditekan buahnya sambil didekatkan di kulit kita dan **** cairan warna merah dari buah tersebut akan keluar.


Dan akan terlihat seperti sedang terkena darah.


Kila dan Grera bermain sampai Selena datang dan mengajak Grera  pulang. Terlebih banyang  banyang juga sudah berada disebelah timur menunjukan jika waktu sudah sore. Sesudah sampainya dirumah Grera dirumah ia mandi.


"Heh sana cepat cuci piring !!."Ucap seorang ibu.


"ii-ya ma bentar ."Anak itu berucap.


"Kamu gak denger apa yang saya ucapkan !!." Anak bergegas pergi melakukan perintah ibunya.


Sepertinya malam ini Grera harus ke kamar mandi terlebih dulu sebelum tidur nanti. Ia takut jika tengah malam ia terbangun lagi dan merepotkan ibunya.


Keesokan harinya Grera terbangun, ia hari ini ingin berangkat bersama temannya. Jelifa merupakan teman terdekat Grera.

__ADS_1


Terkadang mereka kesana kemari bersama. Namun juga terkadang tidak bersama, biasanya ibunya akan melarang bermain ini atau bermain itu. Sekiranya permainan itu tidak bahaya maka ia diizinkan bermain.


Teryata menunggu jelifa begitu lama. Apa saja yang ia lakukan didalam. Tak selang lama ia keluar. Ia sudah rapi dengan seragamnya.


Mereka berlari agar tidak terlambat dan naas ternyata mereka terlambat. Padahalkan mereka sudah berusaha agar tidak terlambat. Tidak apa apa toh belum terlambat, pikir mereka.


Pembelajaran yang menyenangkan karena Grera bisa melakukannya dengan cepat.


Sedangkan jelifa ia belum selesai. Bahkan setengah saja belum selesai. Jelifa ingin cepat selesai tapi yah bagaimana, seakan akan sulit sekali tugas yang diberikan gurunya.


Teng teng teng Bunyi suara bel yang menandakan istirahat dimulai.


Jelifa bergegas menarik tangan Grera untuk di ajak membeli jajan di kantin. Lantas Grera bertanya" mengapa kau menariku ?."


"Yang jelas kekantin beli jajanlah, buat apa aku menarikmu kekantin jika bukan beli jajan !." Ucap Jelita.


"Apa, aku tidak membawa uang " Ucap Grera sambil memilin tangannya.


"Sudahlah aku akan membelikannmu nanti !.? Balas Jelita.


Disisi sebelah kanan tepatnya dari arah pintu, terdapat anak kecil yang melihat itu semua, ia menjadi marah melihat interaksi tersebut.


Ia hanya ingin  menjadi teman satu satunya bukan salah satunya.


Di penjuru kantin terdengar juga suara anak anak yang makan sambil bercerita dan sesekali tertawa mendengar cerita yang menarik. Saat akan kembali Grera tidak sengaja menyenggol temannya. Tentu saja teman nya marah marah.


"Apa kau buta hah !!!."teriaknya sambil marah.


"Maaf aku tidak sengaja."ucap Grera dengan mengulurkan tangannya bermaksud untuk meminta maaf.


"Dasar miskin sudah miskin hidup pula!!." Balas gadis itu.


Uuh sungguh kata kata itulah yang paling ia benci seumur hidupnya. Ia hanya bisa menunduk mendengar itu semua. Tapi jika dibiarkan bukan kah akan menjadi jadi. Untuk sekarang dia memilih diam, bukan berarti dia akan tetap diam.


Tidak ada gunanya jika ia berteriak, menjawab semua ocehan gadis itu. Pasti ujung ujungnya nama orang tualah yang akan terbawa.


Gadis itu pergi dengan angkuhnya dan sesekali menoleh ke belakang. Tidak lupa tatapan kesinisan yang tersirat kebencian mendalam.

__ADS_1


Grera masih bersyukur untuk hari ini ia masih selamat. Besok atau besok lagi pasti akan terjadi lagi. Tapi sungguh hari ini ia tidak sengaja melakukan kesalahan itu.


Ia pulang dengan berat hati memikirkan besok apakah ia akan bisa tenang. Besok ia akan minta maaf lagi dna semoga ia dimaafkan, Grera sungguh tak ingin hidupnya tidak tenang.


Pada besoknya ia meminta maaf lagi. Namanya juga anak orang kaya pasti dia akan menyulitkan anak yang ia benci. Contohnya seperti sekarang Grera dan temanya disuruh membersihkan kelas padahal hari ini ia tidak bertugas untuk membersihkan.


Dengan berat hati mengerjakan apa yang ia perintah . Ia jadi merasa bersalah pada temanya, dia tidak membuat masalah tapi dia jadi ikut ikutan kena hukuman.


Grera hari ini ingin tidur saja sepanjang hari ini, dia kelelahan dan tidak semangat lantaran  keluarganya tidak ada di rumah lagi.


Kapan dia akan seperti anak anak lain.Kenapa  hidupnya terlalu hampa. Apa yang ia lakukan seperti serba salah saja. Tetap sama selalu mengeluh dibelakang. Ia ingin menangis saja tapi ia tidak bisa menangis.


Pahit bukan kehidupan anak anak miskin mereka tertindas padahal mereka juga mempunyai hak hidup bahagia. Apakah karena mereka miskin sampai orang menindas mereka menggunakan kekuasaan.


Jika di dunia ini bisa memilih, mana mungkin ada orang yang mau menjadi miskin tertindas seperti tidak punya kehidupan.


Pagi menyapa Grera dengan secercah cahaya masuk ke dalam mata indah milik Grera. Pukul 07.30 ia sudah berada di sekolah. Seperti biasa ia akan datang dan duduk.


Kehidupan yang monoton penuh darma sad sad yaa memang begitulah hidup Grera. Brak meja Grera di pukul temannya.


"Hallo pagi rara ?." Sapanya.


"Iya pagi juga untukmu !." Balas Grera sambil tersenyum manis ke arahnya.


Dia menyodorkan permen kiss, padahal kelas akan segera di mulai. Sutttt bisiknya dengan menutup mulutnya di sebelah telinga Grera.


"Diamlah Grera dan nikmati permenya sebelum bu guru datang kesini!!." Ucapnya ke Grera.


Grera bergegas membuka dan memakan permen tersebut.


#kata kata hari ini #


Hati hancur dendam meluncur.


● Jangan lupa like jika anda menyukainya.


● BABAY SEMOGA BERTEMU DI BAB SELANJUTNYA 🖑🖐

__ADS_1


__ADS_2