
Sesudah pulang sekolah Grera langsung pergi bermain ke sawah. Entah ia akan mandi di sungai atau keliling di sekitar sawah.
Pemandangan dari segi manapun sangat terlihat indah bagi anak desa ini. Ia tidak sendirian ia ditemani oleh kakaknya dan temanya.
Sampainya di sawah Grera langsung berlari, melompat. Yah Grera selalu menyukai tempat ini terlebih ia bisa mengajak temannya. Yang ia ketahui jika temanya tidak pernah kesawah.
"Aku ingin mandi disungai, ayo siapa yang mau ?."tanya Grera.
"Tapi bagaimana kitakan tidak membawa ganti baju?." Jelifa (Temanya Grera yaah).
"Tidak apa apa kita nanti akan menunggu agak kering terlebih dahulu sebelum pulang! ."Caron.
Mereka mandi dengan begitu gembira.Terkadang sesuatu yang kecil mampu membuat seseorang merasa sangat bahagia. Walaupun itu hal kecil.
Jam 15.00 disebuah rumah terdapat seorang ibu yang sedang mengomel. Ia merasa marah akan anaknya yang pergi tanpa izin. Ia juga memikirkan perut anaknya yang belum terisi makanan siang ini.
Sudah berkali kali ia datang mencari disetiap rumah tetangganya, tapi tetap sama jawabanya anaknya tidak bermain kesini. Memikirkanya membuat ia pusing.
Hari sudah terlihat sore ketiga bocah itu sudah berlari secepat cepatnya agar sampai rumah ia tidak diomeli. Tapi tetap saja mereka pulang terlambat.Tetap sama tidak ada yang menunggu Grera pulang tetap sama tidak ada yang memarahinya.
Grera membayangkan betapa senangnya jika ia pulang bertemu keluarga dan ditanya dari mana, taukan akibatnya bermain terlarut sore.
Hah sepertinya ia terlalu berharap mempunyai ibu seperti Jelifa, walaupun ibunya pemarah. Ibunya selalu memperhatikanya dari ia makan tepat waktu sampai dari segi penampilan. Apa yang bisa ia harapkan dari kehidupan ini ?.
Grera mungkin akan dimarahi habis habisan ketika ia bertengkar dengan kakaknya. Entah dipukul, dicaci maki oleh ibunya atau bapaknya. Seakan akan dunia selalu menyalahkan apapun terhadap dirinya.
Padahal jika di rinci bukan dia yang berbuat kesalahan, tapi kenapa ia ya selalu di salahkan karena hal itu ?.
Bahkan saat ini tidak ada makanan sama sekali untuk dimakan. Apakah mereka tidak memikirkan dirinya atau memang bapaknya tidak mempunyai uang untuk membeli bahan makanan.
"Grera kemarilah ,tolong belikan jagung yang besar besar 1 kg !." Suruh sang Bapak.
"Iya pak."Ia sambil menggangguk anggukan kepala.
Sekelibat pemikiran terlintas dipenaknya buat apa jagung ini nanti ?, kan dirumah ia tidak mempunyai ayam.
__ADS_1
Sesampainya ia dirumah. Jagung tersebut langsung digoreng oleh bapaknya dan dikasih sedikit garam. Dan dihidangkan dalam piring besar.
Ia melihat ayahnya. Ayahnya lantas menggangguk anggukan kepala.
Dapat ia lihat jika kakak pertama dan kedua mengambil jagung itu dan memakanya secara lahap. Bahkan jagung tersebut sudah berkurang 1/4 dari sebelumnya.Ia mencoba memakan satu.
Enak ada asin asin sedikit walau jagung itu keras dan masih panas.
Malam pun tiba ia tidur dengan ibunya dikamar. Dirumahnya hanya ada kamar satu jadi yang laki laki tidur diruang keluarga. Walaupun malam ini terasa dingin ia tetap dapat tidur pulas.
Tengah malam tiba Grera ingin ke kamar mandi tapi ia sangat takut lantaran kamar mandi di rumah nya, berada dibelakang dan tidak ada lampu penerang.
Biasanya ia akan menunggu pagi tiba tapi untul saat ini ia ingit membuang hajatnya. Mencoba untuk membangunkan ibunya yang terlelap adalah pilihan yang kurang benar.
Yang ia dapatkan hanya cacian yang keluar dari mulut ibunya. Padahal dia hanya ingin membuat hajatnya tapi ia takut sendirian kebelakang.
Grera hanya mampu menangis dan menahan hajatnya. Sudah lama ia menangis wanita itu hanya mencaci sambil berusaha terlelap kembali. Tapi suara tangisan putrinya salalu mengganggunya.
"Ayo cepat aku antarkan!." Ucap Selena ibunya Grera.
"iii-ya ibu ,maaf meng-ganggu ii-bu." Bakas Grera.
Ia rasanya ingin menangis lagi tatkala ibunya hanya mengantarnya sampai pintu belakang. Tapi Grera menekan rasa takutnya dan cepat cepat membuang hajat nya.
Ia tidak ingin ditinggalkan dibelakang sendirian. Dia takut jika setan pocong atau kunti tiba tiba ada.
Hah membanyangkan saja sudah membuat bulu kuduk Grera berdiri. Secepat kilat ia berlari tanpa memakai celananya. Ia terlalu takut.
Yah walau mengecewakan ternyata ibunya sudah terlelap di mimpinya. Tidak apa apa iya sudah bersyukur karena ibunya sudah mau mengantarkanya, walaupun dia seperti tidak ihklas. Grera kembali terlelap menjemput mimpi yang indah.
Mimpi yang seakan akan tidak akan pernah ia gapai seumur hidup. Tapi dia yakin jika suatu saat akan bisa mengapai apa yang diinginkanya.
Keseharian seorang Grera sesalu terulang-ulang bak kehidupan yang monoton. Sakit terasa, sesak menjalar, lantas bagaimana anak sekecil ini bisa memeluk angan angan yang besar.
Apa yang harus ia jaga sudah terenggut oleh orang terdekatnya. Apa yang seharusnya ia miliki terenggut oleh seseorang terdekat. Kelam sungguh kehidupan.
__ADS_1
Ia akan berjanji pada dirinya suatu saat akan adanya karma yang akan datang menanti mereka. Entah dari tangan kecilnya atau dari tuhan yang ia percayai. itulah janji sesosok anak kecil yang sudah kelam kehidupannya.
Pagi tiba suara ayam jantan sudah berkokok menandakan adanya hari yang sudah pagi. Lagi dan lagi ia terbangun tanpa ada nya sosok ibunya.
Sedangkan kakaknya sudah hampir berangkat sekolah. Lantas kemana bapaknya yang hari ini sudah tidak dirumah.
Ia bergegas pergi mandi dan melakukan ritual mandi. Sesampainya disekolah dia dipanggil sesorang.
Seseorang yang mungkin ia kenal. Abraham, Abraham teon seorang ayah dari kakak kelasnya. Grera bergegas menuju orang tersebut. Abraham menyodorkan uang senilai 5000 untuk Grera.
Ia tidak lupa mengujapkan terima kasih.Grera tentu senang ia mendapat uang untuk membeli uang jajan seperti teman temanya. Ia menyimpan uang tersebut untuk nanti saat jam istirahat.
Tapi kesenanganya terusak uang tersebut diminta oleh kakaknya. Bukankah dia tega sekali. Padahal kak Caron ia di beri uang saku oleh bapak. Sungguh tidak adil bukan jika ia meminta uangnya ia saja tidak diberi uang saku, giliran ia mendapatkan uang saku kenapa ia meminta padaku.
Dengan berat hati ia memberi setengah uang itu untuk kak Caron dan ia menyimpan setengah lagi untuk membeli pensil. Untuk hari ini ia tak sempat membeli jajan, lain kali mungkin ia bisa membeli. Pensil lebih penting dari pada makanan itu.
Tidak apa apa bukan jika berbagi dengan saudara kita.Sekali lagi ia berpikir seperti ini entah keseribu atau bahkan tiga ribu. Memangnya Grera bisa menghitung sampai ribuan. Tidak bukan, dia hanya mampu menghitung 1 sampai 20 mungkin.
Seperti biasa dia pulang, untuk sesaat dia tertegun. Grera melihat sudah ada nasi dan sayur bayam, Grera bisa menebak jika bayam itu di petik ibunya dari pinggir jalan.
Yang mungkin saja tumbuh dengan liar. Mana mungkin ibunya mencuri bayam jika itu dipetik banyak orang. Akhirnya Grera makan dengan nikmat. Terkadang ibunya perhatian terkadang tidak. Membuat pusing kepala saja jika dipikirkan.
Daripada untuk memikirkan hal tidak penting menggapa kita tidak memikirkan setelah ini akan bermain apa ?. Untuk hari ini lebih cocok jika di rumah saja, mungkin tidur akan lebih baik.
"Diamlah jika dia mendengar apa yang kita bicarakan, jangan salahkan aku untuk bertindak!."Kata seseorang terhadap suaminya.
"Ck menyebalkan !."kata lelaki itu menjawab omelan istrinya.
#Catatan hari ini#
Tetap semangat jangan menyerah okee :)
●Mungkinkah sudah ada yang menebak apa yang menjadi mesteri dibab ini atau sebelumnya ?.
●Katakan dikolom komentar okee dan jangan lupa like jika menurut kalian menyukai ini.
__ADS_1
●maaf jika ada kesalahan maklumi saja saya masih pemula okee
●BAY BAY BAY SEMOGA BERJUMPA KEMBALI DIBAB SELANJUTNYA🖐🖐.