
"Pagi anak anakku yang kusayanggi." Ucap bu guru menyambut anak anak murid nya. Bu guru datang dari arah pintu ke tempat duduk nya.
" Pagi bu ." Balas murid seisi kelas dengan kompak.
Hari ini kita akan mempelajari menghitung. Sang bu guru pun menjelaskan dengan detail dan rinci namun masih saja ada anak yg tidak memahami apa yang di jelaskan.
Seperti seharusnya seorang guru yang mempunyai kesabaran. Ia mendatangi kemeja anak yang tidak memahami apa yang ia jelaskan dan ia jelaskan kembali agar anak itu memahami apa yang ia jelaskan barusan.
"Ayo anak anak maju satu satu dan kerjakan seperti ibu jelaskan tadinya !." Perintah sang guru.
Sampai waktunya Grera, ia gemetar karena ia tidak memahami secara menyeluruh apa yang di jelaskan.
" Bu saya tidak bisa bu !." Ungkapnya jujur kepada bu guru.
" Tidak apa apa nanti akan saya ajari kembali sampai kamu faham ?." Balas sang ibu guru.
Grera mencoba namun gagal, ia hanya mampu menoleh ke arah bu guru.
"Begini Grera , 3 angkanya di jari dan 7 nya di mulut. Coba jumlah kan dengan melanjutkan angkanya dari mulut !!." Imbuh sang guru.
8,9,10 ia menghitung sambil menekuk jarinya. Sepuluh bu jawabannya. Setelah mengucapkannya ia menulisnya di papan tulis. Nah sekarang fahamkan Grera, ia melihat Grera.
Grerapun mengangguk anggukan kepalanya dan mengucapkan "makasih bu."
Dan Grera kembali ketempat duduknya.
Saat sudah pulang sekolah.🌱
Di hari yang sangat panas ini Grera sudah ada dirumah temanya. Mereka hari ini sudah membuat suatu janji. Latifa juga sudah siap siap pergi bersama Grera. Tentu saja kedua anak ini semula sangat malas keluar jika saja mereka tidak membuat janji bersama teman teman yang lain.
Di sinilah mereka berkumpul dirumah Latifa tentunya. Mereka tinggal menunggu teman yang lain. Rencananya mereka akan pergi ke lapangan yang ada di desa mereka, untuk menonton pertandingam sepak bola. Tentu saja hal ini menyenangkan sebab pemain yang melakukan pertandingan boleh siapa saja.
Grera dan teman teman yang lain memilih duduk dibagian depan dibawah pohon mangga. Selain untuk melihat pertandingan dengan jelas juga untuk menghindari sinar matahari yang menyengat.
Pertandingan cukup lancar dan sesekali ada yang terjatuh tapi itu tak membuat mereka bersedih.
Sayang sekali ditengah tengah pertandingan Latifa merasa haus. Dia meminta izin untuk membeli minuman di toko depan lapangan.
__ADS_1
"Apa mau aku temani ?."tawar Grera sambil menoleh ke arah temanya.
"Tidak perlu aku bisa membeli sendiri, ooh ya kau ingin menitip apa ? ." Gantian Latifa lah yang menawarkan.
"Boleh aku menitip permen dan ini uangnya !."jawab Grera.
"Ooke tunggu sebentar !." ucap Latifa sambil menerima uang Grera dan berlari terbirit birit menuju toko tersebut.
Hahaahaa Grera tertawa melihat kelakuan sahabatnya itu. Sangat lucu bukan seperti saat dikejar maling. Ia kembali fokus melihat pertandingan.
Dan untuk beberapa menit berlalu datanglah Latifa ia menyodorkan permen kis, kopiko, yupy.
Secepat mungkin Latifa membuka botol air menetap itu, naas sulit dilakukan ternyata. Grera mengambil minuman tersebut dan membukanya. Yeah tutup botol tersebut terbuka.Ia memberikan botol tersebut ke Latifa."Makasih." Ujar Latifa .
Seperti inilah yang namanya sahabat saling membantu bukan saling berkhianat ataupun saling menusuk.
15.30 Disebuah cafe terdapat dua manusia yang saling berbicara. Mereka berbicara sesekali memberikan tatapan kebencian satu sama lain. Umpatan demi umpatan terkadang keluar begitu mulus dari kedua manusia itu.
"Pikirkan baik baik , anak itu hanyalah sampah yang tak berarti !!"salah satu di antara mereka berdiri dan pergi meninggalkan seseorang itu sendirian.
"Bagaimana jika aku terlanjur menyayangi anak itu"seseorang tersebut nampak berpikir ?."
mempunyai pilihan untuk sekarang.
Hari yang sangat melelahkan seperti di jemur dibawah matahari padahal ia sudah meneduh di bawah pohon mangga. Ia tadi pulang cukup sore, tapi yang ia takutkan, apakah Latifa nanti akan di marah ibunya ?.
Tapi Latifa sendiri yang meminta menunggu sampai selesai. Dari pada membuat pusing. Grera memutuskan untuk meminta maaf saja besok, ia juga merasa bersalah, kenapa ia tadi tidak membujuk sahabatnya.
Yang jelas Grera tadi mendukung sahabatnya karena ia juga ingin menonton sampai selesai.
Menonton sepak bola ternyata tidak seperti dibanyangannya, ia membayangkan jika itu sangat membosankan, hanya membuat kaki sakit ketika tidak sengaja terinjak lawan ataupun kawan main. Pokoknya itu lLebih dari imajinasinya.
Beruntung sekali malam ini, ada tetangga yang sedang ada acara selamatan. Ia dan keluarganya bisa makan kenyang malam ini.
Sayang sungguh sayang baru saja ia ingin mengambil, ternyata berkat hasil kondangan sudah diserbu oleh kakak kakaknya. Ia meminta kepada ayahnya untuk mengambilkan untuk dirinya.
Beruntung ia mendapatkan suwiran ayam yang sudah disuwir oleh ayahnya untuk di bagi bagi. Terkadang ia tidak mendapatkan ya.
__ADS_1
Setelah makan Grera tidur dengan nyenyak jangan lupakan perutnya sudah terisi banyak makanan untuk hari ini. Ia cukup lapar karena siang tadi ia tidak makan. Grera dan Latifa tadikan masih menonton sepak bola belum pulang sama sekali.
LATIFA POV.
"Ma maaf Latifa tadi telat pulang ma." ucapan Latifa hanya dilirik saja tanpa dibalas oleh mamanya.
Latifa sendiri juga tidak tau apa yang harus ia lakukan. Dari tadi mamanya selalu mengacuhkanya. Berulng kali ia meminta maaf tapi ibunya tidak mau menjawab.
"Hmmm sudah tau salah bukan, mama maafkan hari ini. Tapi sampek besok terulang,mama seret kamu dari lapangan sampel rumah !!." Ndumel sang mama yang sangat mengkuatirkan putrinya itu.
Putrinya sangat sulit di bilangin, giliran di diamkan ia tak tega melihat putrinya memelas seperti ini. Hati ibu siapa yang tidak mengkuatirkan putrinya jika ia belum pulang pulang dari pagi, terlebih ia tadi tidak pulang kerumah untuk makan siang.
Apa putrinya itu tidak kelaparan cuman gara gara terlalu asyik menonton pertandingan sepak bola tersebut.
Ia pergi mendekati suaminya.
Mas ngimana kamu setuju tidak ?." Ucapnya sambil duduk disebelah suaminya.
"setuju." Itulah lirihan pelan untuk istrinya.
"Mas kok setuju sih ?."balas nya tak kalah heran dengan pola pikir suaminya.
"kita tidak bisa menolak mah, lagian ini juga demi kebaikan kita bersama !." Ucapan yang keluar dari mulutnya sudah ia pikirkan berulang ulang kali.
Tapi tetap sama ia tak bisa memutuskan pilihan ya.Ia juga terdesak memilih keputusan itu.
Sedangkan istrinya masih mencoba menasehatinya agar mengubah pemikiran itu, tapi lihatlah suaminya seakan akan ia sedang menasihati batu yang sangat besar dan keras. Emang dasarnya suaminya itu keras kepala seperti batu.
Ia juga bingung jika dia di posisi suaminya ia harus apa dan bagaimana. Sepertinya memang ini yang terbaik untuk kita dan semua orang. Khususnya putrinya, ia tentu saja tidak ingin melihat putrinya bersedih. Atau bahkan kecewa dengan pola pikir dirinya dan suaminya.
#KATA KATA HARI INI
●TIDAK ADA KEBERHASILAN TANPA SUATU PROSES YANG MENYAKINKAN.
●MAKASIH YANG UDAH BACA KARYA PERTAMA SAYA.
●DAN BAY BAY SEMOGA BERTEMU DI BAB SELANKUTNYA 🖐🖑.
__ADS_1
●Tolong like nya ya ,jangan lupa komen