Ladang Emas

Ladang Emas
Bab 15: Bumbu Terbaik


__ADS_3

Manajer Jiang mengambil ingot perak dari mereka sambil tersenyum dan pergi. Beberapa saat kemudian, dia kembai. Satu tangan memegang dompet polos yang terbuat dari kain goni kasar dan tangan lainnya memegang sepasang koin tembaga."Tas ini berisi potongan perak senilai sekitar 4 dan 1/2 tael. Saya mengubah sisanya menjadi rangkaian uang tembaga ini." Manajer restoran bahkan memperingatkan mereka. "Berhati-hatilah dengan cara anda menyimpan uang ini! Anda tidak ingin ada pencuri yang melihat ini!"


"Terima kasih, Manajer Jiang!" Yu Xiaocao saat dia dengan hati-hati menempatkan kantong penuh dengan perak kepakaiannya. Dia kemudian membagi untaian koin tembaga secara merata antara dia dan kakak laki-lakinya untuk persiapan perjalanan belanja mereka yang akan datang. Sebelum kedua bersaudara itu pergi, gadis muda itu pergi ke dapur belakang restoran untuk mengambil pot keramik mereka yang suah tua dan rusak. Pada saat yang sama pengiriman tiram dan ember dan ember makanan laut segar mengalir ke dapur membuatnya heran. "Wow!" Dia berseru kagum. "Retoran Zhenxiu pasti berjalan dengan sangat baik! Apakah Anda benar-benar bisa menjual semua tiram ini dalam satu hari?"


Kepala koko Wang tertawa sedih. "Sayangnya, tiram bukanlah makanan lezat yang langka untuk kota persisir seperti kami. Bagaimana mungkin kami bisa menjua tiram sebanyak ini dalam satu hari? Pasti Tuan Muda ketiga membeli lebih dari yang kita butuhkan! Makhluk terkutuk ini sulit untuk tetap hidup di luar laut dan saat ini paanas sehingga kita tidak bisa membiarkan mereka direndam terlalu lama. Kurasa aku harus mencari seseorang untuk mengubah sebagian besar dari mereka menjadi barang kering.."


Zhou Zixu juga mengikuti kedua anak itu ke dapur . Setelah melihat seikat tiram bertumpuk di ruangan itu, dia tahu dia telah membeli terlalu banyak. Merasa canggung, dia mengusp hidungnya dengan malu-malu.


"Uh..." Yu Xiaocao. "Aku akan membantu kalian karena Tuan Muda Ketiga Zhou sangat murah hati! Apakah ada gula dan anggur masak disini?" Gadi kecil itu menyingsingkan lengan bajunya seolah dia akan melakukan kerja keras.


Zhou Zixu melirik lengannya yang kurus dan terlihat lemah sebelum dia dengan cepat menjawab, " Tentu saja akan seperti apaa restoran jika kita tidak memiliki bahan dasar seperti itu? Apa rencanamu dengan tiram ini?"


Yu Xiaocao tersenyum padanya tapi memutuskan untuk membuat tatapan tegang. "Kamu akan tahu setelah aku selesai! Ambilah sebagai hadiah saya untuk Anda, tuan muda!"


Kedua pria tua itu saling bertukar pandang dengan bingung. Apa yang dilakukan gadis kecil itu? Mereka masih punya waktu luang sebelum jamuan hakim daerah, jadi mereka punya waktu untuk memuakan rasa ingin tahu mereka.


Di kehidupan sebelumnya, adik laki-lakinya suka sekali menyantap makanan yang dibumbui dengan saus tiram. Namun saus tiram yang dijual di supermarket semua mengandung banyak zat aditif. Dalam upaya untuk tidak mengganggu kesehatannya, dai menemukan resep online dan mulai membuat saus tiram sendiri dirumah.


Setelah lama bereksperimen dan mengotak-atik resep tersebut, akhirnya ia mengembangkan resep yang tidak hanya enak tapi juga lebih sehat. adik laki-lakinya menyukai saus buatannya dan berpikir bahwa sausnya lebih orisinal dan gurih darpida versi toko. Satu-satunya kekurangannya adalah saus itu cepat rusak daripada saus yang diproduksi. Tapi itu yang diharapkan. Bagaimanapun, dia tidak pernah menambahkan bahan pengawet ke dalamnya!


Dengan sikap penuh percaya diri, Yu Xiaocao memerintahkan staf dapur untuk memulai mengupas semua tiram dan meninggalkan dagingya di tong kayu terpisah. Dia mengamati dapur dan mengambil panci terbesar yang bisa dia temukan. Dia dengan cepat menghitung rasionya, lalu menuangkan air dalam jumlah yang sesuai ke dalam panci untuk mendidih.

__ADS_1


Setelah air mulai mendidih, Yu Xiaocao menuangkan semua daging tiram dan mulai mengaduk panci sangat kuat mengunakan sendok. Tong yang menahan tiram memiliki sisa ensensi didasarnya. Cairan sisa ini ternyata menyimpan banyak rasa gurih tiram, jadi dia menambahkan semua kedalam panci panas tanpa berpikir dua kali. Sayang sekali jika menyia-nyiakan sesuatu yang bisa meningkatkan rasa dan meningkatkan hasil saus.


"Hei kau! Ayo bantu aku mengaduk panci ini." Tubuh rapuh Yu Xiaocao masih terlalu lemah untuk bekerja teralu lama.


"Biar aku yang melakukannya!" Seru Kepala Koki Wang saat dia menekan pantatnya yang gemuk ke kerumunan dan mendorong staf dapur ke samping. "Haruskah saya terus mengaduk ke satu arah?"


Kepala Koki Wang telah bekerja sebagai koki selama lebih dari sepuluh tahun dan sangat tertarik untuk menemukan metode dan resep baru. Meskipun sedikit memalukan untuk mencuri keterampian dari orang lain, orang ini tampaknya tidak menjaga metodenya. Bagaimna dia bisa membiarkan kesempatan yang begitu bagus melewatinya?


Yu Xiaocao mengangguk tanpa sadar saat dia diam-daim menghitung waktu yang tersisa. Tiram perlu direbus selama dua pulu atau tiga puluh menit lagi untuk memaksimalkan ekstraksi rasa. Setelah itu daging perlu dipisahkan agar saus berkembang. Namun sisa daging tiram masih bisa dimasak atau dijemur dibawah sinar matahari nanti. Tidak sedikit pun yang terbuang saia-sia!


Setelah waktu yang ditentukan habis, Yu Xiaocao menyaring sisa daging dan padatan lainnya dari sari tiram yang sudah jadi. Dia menuangkan sedikit minyak ke dalam panci bersih untuk melapisi bagian dalamnya agar zat-zat tidak menempel padanya. Esensi tiram kemudian ditambahkan kedalam wadah bersama air tawar. Isinya dibakar untuk direbus lagi.


Saus tiram yang sudah jadi berwarna gelap dan memiliki kilau yang neggilap. Seluruh dapur dipenuhi dengan aroma gurihnya. Kepala Koki Wang dengan tidak sabar mencicipi rasa saus dan matanya terbuka lebar karena terkejut. "Ini luar biasa! Bagaimana mungkin sesuatu memiliki rasa yang pekat namun gurih? Ini penuh dengan rasa tapi sepertinya tidak berlebihan!"


Yu Xiaocao juga mencicipi sebelum tersenyum. "Masih ada kurang beberapa bahan utama yang akan membuatnya lebih enak. Meski begitu, saus ini masih cukup enak, tetap mempertahankan rasa asli dari tiram."


Zhou Zixu dan Manajer Jiang megikuti mencoba sausnya. "Saus macam apa ini? Bisakah itu ditambahkan kedaging dan sayuran yang dimasak?"


Yu Xiaocao mengangguk setuju. "Ini disebut 'saus tiram'. Saus tiram juga dikena sebagai 'esensi laut'. Mengunakannya saat memasak dapt meningatkan keseluruhan rasa dan cita rasa suatu hidangan.


Dia melihat sekeliling dapur dan kemudian menujuk ke seikat sayuran berdaun hijau. "Izinkan saya membuat ssayuran hijau yang direbus dengan ini. Ini adalah salah satu spesialisasi saya!"

__ADS_1


Kepala Koki Wang dengan antusias mulai mencui sayurannya sendiri. Sementara itu, Yu Xiaocao meletakkan panci lain yang berisi air di atas api dan membiarkan nya mendidih. Seteah itu segera direbus sayuran yang sudah dibersihkan di daam air, dia meletakkan sayuran yang sudah dimasak ke piring saji dan menaburkan sedikit saus tiram dan minyak wijen diatasnya. hidangannya sudah selesai! Dia menatap semua orang di dapur dan mengisyaratkan mereka untuk mencobanya.


"Apakah ini sudah selesai?" tanya seseorang dengan tidak percaya. Orang-orang lain di ruangan itu memandangnya dengan cemas. Bukankah ini hanya sayuran hijau direbus?


Di sisi lain, Kepala Koki Wang memiliki ekspresi serius di wajhanya. Dari pengalaman kulinernya, dia tahu bahwa semakin seerhana seuatu hidangan, semakin teruji kemampuan juru masakanya. Dia mengambil sepasang sumpit dan menggunakan untuk membawa sebatang kemulutnya. Rasa gurihnya saus tiram dan rasa segar dari sayuranya berpadi sempurna. Itu adalah seuatu yang belumpernah dia rasakan sebelumnya tetapi ilahi bagi indranya.


Ekspresi bahagia di wajah Kepala Koki Wang membangkitkan keingintahuan Zhou Zixu. Bagaimana mungkin seseorang seperti Kepala Koki, yang kemungkinan besar telah makan banyak hidangan lezat, begitu tergila-gila dengan hal seperti ini? Itu hanya sayuran durebus dengan saus diatasnya...


Setelah merenung sejenak, tuan muda itu akhirnya mencobanya sendiri. Dia juga mengambil satu batang dan dengan hati-hati memasukkannya ke dalam mulutnya. Sebagai seseorang yang diibesarkan dalam keluarga kaya, dia secara alami lebih suka makan daging darpada sayuran biasa. Ibunya telah melalui banyak upaya selama bertahun-tahun untuk membuatnya makan sayuran saat makan.


Koki keluarganya memiliki keahlian dalam memasak sayuran. Faktanya banyak bangsawan meminta keluarganya untuk menjual koki ini kepada mereka. Semua tawaran telah ditolak dengan anggun.


Namun, semua hidangan indah yang dibuat oleh koki kelas atas bahkan tidak bisa dibandingkan dengan hidangan sederhana yang dibuat oeh gadis kecil ini. Bahan rahasianya sudah jelas dalam kasus ini!


Zhou Zixu dan Kepala Koki Wang saling memandang. Pikiran dan hari mereka terhubung sebagai satu kesatuan dalam langkah selanjutnya. Cahaya keserakahan mulai bersinar di mata mereka.


"Nona muda dari keluarga Yu, apakah Anda... apakah anada berencana menjual metode anda?" Tuan Muda Ketiga Zhou dan Kepala Koki Wang bertanya pada saat yang bersamaan.


"Apa kalian berdua bertanya tentang resep saus tiram? Apa yang anda maksud dengan 'menjualnya'? Saya tidak menyembunyikan apa pun ketika saya membuatnya sebelumnya. Jika ada bagian yang membigungkan jangan ragu untuk bertanya kepada saya!" Yu Xiaocao tidak pernah berniat menjual resepnya untuk mendapatkann uang. Lebih penting baginya untuk membanun beberapa karma dan koneksi yang baik.


Zhou Zixu bukan hanya pemiik sebenarnya dari restoran terbaik di kota Tanggu tetapi juga tuan muda dari salah satu dari empat keluarga pedangang besar negara itu, Keluarga Zhou! Dimasa depan, sepertinya dia akaan membutuhkan beberapa bantuan darinya. Lebih baik meninggalka kesan yang baik sekarang daripada menjadi serakah! Semakin banyak teman yang dia miliki, semakin banyak piihan yang dia miliki dimasa depan!

__ADS_1


__ADS_2