Ladang Emas

Ladang Emas
Bab 2 : Nenek Tiri Jahat


__ADS_3

"Kamu.. kamu ibuku?" Lin Xiaowan tidak menyimpan kenangan apa pun dari tubuh asli ini. Namun, dia secara tidak sengaja membenturkan kepalanya, sehngga memberikan kesempatan bagus untuk berpura-pura menderita amesia. Bukankah semua novel transmigrasi seperti ini?


Wanita yang tampak lemah itu memiliki wajah yang pucat tetapi wajahnya menjadi semakin pucat. Dia terhuyung dan bertanya dengan tidak percaya, "Cao'er ada apa? kenapa kamu tidak bisa mengingat ibumu sendiri? Dokter You, apa sebenarnya yang terjadi degan putriku?"


Dokter You adaah seorang pria tua berusia ima puuhan. Dia mengelus jenggotnya den mengerutkan kening. Setlah beberapa saat mempertimbangkan, dia berkata, "Ketika saya masih muda, saya telah membaca sebuah buku media yang menyebutkan kasus serupa. Ada seorang pria yang tersandung gunung dan melukai kepalanya, kehilangan semua ingatannya. Gadis kecil, cobaah berpikir ebih keras, dapatkah kamu mengingat sesuatu?"


Lin Xiaowan, yang sekarang menjadi Yu Xiaocao, mengerutkan wajahnya dan berpura-pura berpikir lebih keras. Setelah beberapa saat, dia menggelengkan kepalanya dengan mantap dan berkata, "Pikiranku kosong sama sekali, saya tidak dapat mengingat apa pun."


"Putriku yang malang... Dokter You, dapatkah penyakit Caoer disembuhkan? Apakah ada bahaya dalam hidupnya?" Ibu baru Yu Xiaocao dalam kehidupan ini memgang tangannya dan menangis tanpa suara.


Penduduk desa di sekitar mereka mendecakkan lidah mereka, menggeengkan kepala, dan menghela nafas. Hidup Nyonya Liu agak sulit. Ibu mertuanya kejam dan kasar, sedangkan saudara iparnya pemalas dan egois. Setelah dia meahirkan putra bungsunya, dia tida bisa pulih sepenuh nya. Karena itu, dia menjadi rentan terhadap penyakit. Namun, ibu mertuanya masih menyuruhnya berkerja tanpa membiarkannya istirahat. Bahkan setelah semua itu, ibu mertuanya masih tidak puas dengannya dan terus mengganggunya.


Meskipun suaminya mampu menghasilkan uang, Nyonya Liu tidakpernah menerima satu sen pun dari ibu mertuanya, Nyonya Zhang, mengantongi semua uang itu. Putri bungsunya lahir sakit-sakitan dan diperkirakan tidak akan hidup lama. Sekarang dia bahkan melukai kepalanya, ah...


Dokter You menghiburnya, "Jangan khawatir, selama tidak ada gejala lain, kesehatannya tidak akan terpengaruh. Mungkin dia akan mulai memulihkan ingatannya setelah beberapa hari lagi.Bawa dia pulang dulu agar dia tidak masuk angin."


"Terima kasih banyak, Dokter You! kami telah merepotkanmu lagi!" kata Ibu Yu Xiaocao, Nyonya Liy, menyeka air matanya dengan ujung bajunya dan membungkuk untuk mengambil putrinya.


Namun, seorang pemuda berusia dua puluhan sudah menjemput Yu Xiaocao sebelum dia bisa bergerak dan berkata, "Kakak ipar kedua, biarkan aku menggendognya!"


Yu Xiaocao berkedip dan menatap pria jangkung dan kurus ini dengan rasa ingin tahu. Dia adalah pria muda dengan aura yang halus. Sebagai seseorang yang dengan mentalitas berusia dua puluh enam tahun, rasanya agak aneh digendong oleh seorang pemuda seperti ini.


Pemuda itu tersenyum padanya dan bertanya, "Xiaocao, apakah kamu masih ingat dengan Paman ketiga?"

__ADS_1


"Aku tidak mengingatmu!" Yu Xiaocao menggelengkan kepalanya dengan jujur. Gerakannya marik luka dan membuatnya meringgis kesakitan.


Pria muda itu mempercepat langkahnya dan membawanya ke sebuah ruangan didalam halaman. Yu Xiaocao ingin berjalan sendiri, tetapi dia kehilangan terlalu banyak darah. Diamasih terlalu pusing dan lemah, jadi dia hanya bisa digendong oleh paman ketiganya. Dia terus mengingatkan dirinya sendiri: Saya masih anak-anak, saya masih anak-anak sekarang...


Matanya tidak bisa diam saat dia melihat sekeliling dengan hati-hati dan mendapat gambaran umum tentang sekelilingnya. Ini adalah desa nelayan kecil yang dekat dengan laut. Di desa itu kebanyakan rumah dengan jerami tua. Keluarga mereka memiliki lima kamar tidur dengan halaman, sehingga mereka dapat dianggap sebagai keluarga dengan kondisi hidup diatas rata-rata didesa.


Namun... jika keluarganya memiliki kondisi kehidupan yang layak, kenapa pemilik asli tubuh ini meninggal karena sepotong roti kukus yang kecil dan kotor?


"Apa yang terjadi?!" Seorang wanita tua berambut putih dengan kerutan di sekitar mulutnya keluar dari ruang utama. Ketika dia melihat menantu perempuannya yang membawa kain yang menutupi Yu Xiaocao dilengannya, dia mengerutkan kening dan mengomel. "Kamu keluar pagi-pagi sekali, kamu pergi keman? Bukankah cedera kepalanya menghabiskan banyak uang untuk di rawat? Sebuah keluarga yang penuh dengan orang-orang yang sakit dan tidak berguna. Bahkan keluarga kaya pun akan hancur oleh semua biaya pengobatan! Menantu perempuan kedua, apakah ini caramu menjada putrimu?"


"Kakak kedua tidak jatuh sendiri! Bibi tertua yang mendorognya! "Bocah kecil itu, Shitou, menjawab dengan sigap. Dia menegakkan punggungnya, mencoba melindungi kakak perempuannya yang sedang sakit dan lemah.


Kerutan di wajah tua itu semakin dalam saat dia mengerutkan alisnya. Tatapan tajamnya tertuju pada sosok gemuk yang sedang bersembunyi di belakang mereka. Dia dengan dingin berteriak, "Menantu tertua, apa yang sebenarnya terjadi?"


Kakak kembar Xiaocao, Yu Xiaolin, tidak seramah ibunya. Di berteriak pada Heizi yang gendut, yang bersembunyi di belakang ibunya, "Kakak Heizi selalu berbohong, jadi bagaimana kita masih bisa percaya dengan kata-katanya?"


Sikap yang mengesankan membuat Li Guihua sedikit mengempis, tetapi, ketika dia melihat putranya yang berharga dikeritik, dia segera bangkit kembali seperti bola karet, "Kamu anak nakal, siapa yang kamu sebut pembohong? kamu masih menyangkal untuk mengakui bahwa kamu mencuri sesuatu! Siapa yang akan melempar roti kukus utuh ke tanah ketika panen begitu buruk akhir-akhir ini? Heizi, kemarilah! cepat datang dan beritahu semua orang bagaimana gadis terkutuk itu, Xiaocao, yang mencuri roti kukus kita?!"


Yu Ge, yang di panggil Heizi, berkulit sawo mateng dan gemuk. Dia adalah anak tertua di antara generasi muda keluarga dan dimanjakan oleh ibunya. Meskipun dia biasanya menjadi penggangu di depan adik-adiknya, dia sebenarnya pengecut. Xiaocao telah dipukuli sampai dia berdarah dan hampir mati karena kata-kata yang di ucapnya. Tidak mungkin baginya untuk tidak merasa bersalah sama sekali.


Di terus bergumam tanpa benar-benar mengatakan sesuatu yang jelas sampai Nyonya Li memukulnya beberapa kali. Ketika dia akhirnya mengumpukan keberanian untuk terus berbohong, dia langsung diganggu oleh kakak laki-laki Xiaocao, Yu Hang.


"Kakak Heizi,apakah Anda ingat cerita tentang 'jiwa-jiwa yang dirugikan kembali untuk keadilan'? Juga, mitos tentang delapan belas tingkat neraka? Bibi Tertua juga mengatakan ini sebelumnya, pembohong akan dipotong lidahnya dineraka nanti!" Yu Hang yang berusia sepuluh tahun biasanya sangat pendiam, tapi dia telah melihat dengan jelas situasi saat ini.

__ADS_1


Heizi dengan perasaan bersalah menatap Xiaocao, yang sedang digendong oleh ibunya. Yu Xiaocao yang sakit-sakitan danpucat diam-diam menatapanya dengan mata kosong. Dia hampir tidak memiliki daging di wajah kecilnya, yang membuat matanya terlihat sangat besar. Pupil hitamnya hampir memenuhi seluruh bola matanya. Wajahnya juga berlumuran darah. Bukankah ini persis dengan hantu yang di rugikan disebutkan dalam cerita?


Heizi sangat ketakutan hingga dia hampir mengompol. Dia tidak berani menatapnya lagi dan membenamkan kepalanya kepelukan iunya. Dia memekik seperti babi yang sekarat, "Bukan aku yang telah menyakitimu, jadi jangan datang mencariku! Apa yang saya katakan sebelumnya tidak masuk hitungan! Saya menjatuhkan roti kukus ke tanah dan tidak menginginkan lagi karena kotor! Waaahhhh... jangan ambil jiwaku! Saya tidak ingin pergi keneraka dan lidah saya dipotong!....


Kebenaran telah terungkap, Nyonya Li bahkan tidak isa berdebat lagi. Dia sangat marah sehingga dia memukul punggung putranya beberapa kali. Dibawah mata yang mengamat dengan cermat, dia hanya mengelus, "Anak nakal terkutuk, kenapa kamu berbohong? Kakak iparkedua, aku sudah memarahinya, jadi jangan ambil tindakan ke pada anak-anak"


Yu Lichun, yang mengikuti dibelakang mereka, berbicara saat ini, "Mengapa kamu masih memperebutkan roti kukus ketika anak itu sudah terluka seperti ini? Kakak ipar, kamu harus cepat dan memberi Dokter You biaya pengobatan!"


Yu Lichun adalah kakak tertua dari kakek Xiaocao, Yu Tua. Kedua keluarga tidak memiliki hubungan dekat karena nenek Xiaocao, Nyonya Zhang.


Ketika Nyonya Zhang mendengar bahwa dia harus membayar biaya pengobatan bocah yang tidak berguna itu, dia melebarkan matanya dan berbicara dengan gigi terkatup, "Kakak ipar, itu mudah bagimu untuk mengatakannya. Bayar biaya pengobatannya? Semua uang yang kami keluarkan untuk anak nakal itu dan ibunya setiap tahun sudah cukup untuk bisa memberi makan seluruh keluarga. Di mana saya akan mendapatkan uang untuk membayar mereka? Uang tidak jatuh begitu saja dari langit untuk keluarga kita, jadi kita tidak bisa menghabiskannya begitu saja! Ini luka kecil, jadi tutupi saja dengan abu tanaman dan itu juga akan baik-baik saja. Dia tidak membutuhkan obat apapun!"


"Dia bukan cucu kandung nya, jadi tentu saja dia tidak mau membayar!" Para penduduk desa, yang mengikuti hanya menggelengkan kepala dan mendesah.


Nyonya Zhang sebenarnya adalah ibu tiri Yu Hai, yang menikahi Yu Tua setelah ibu Yu Hai meninggal. Setelah mereka menikah, dia melahirkan putra ketiga mereka, Yu Bo, dan seorang putri, Yu Caidie. Putra tertua, Yu Dashan adalah anak yang di miliki Nyanya Zhang dari pernikahan sebelumnya. Dia telah mengubah marganya setelah ibunya menikah dengan keluarga Yu.


Yu Lichun berteriak menentang ketidakadilan untuk keponakannya, "Kakak ipar ketiga! Dahai pergi kelaut untuk menangkap ikan setiap hari sebelum fajar. Dia juga sering naik gunung untuk berburu burung pegar dan kelinci liar, lalu menjualnya di kota. Selain itu, semua uang yang dia hasilkan masuk ke keluarga. Kami sebagai penduduk desa, tidak buta. Jika Dahai tidak ada dalam keluarga anda, apakah keluarga anda bisa membangun rumah dengan lima kamar ini? Putrinya terluka parah serkarang, Anda bahkan tidak tega mengeluarkan uang? Bagaimana dia tidak kecewa?"


Nyonya Zhang kesal saat mendengar kata-kata Yu Lichun, "Kakak ipar, menurut mu, Dahai adalah satu-satunya alasan keluarga kami baik-baik saja? Biar aku beritahu kamu sekarang! Saya tidak akan membayar biaya pengobatan! Siapa yang menyebabkan kekacauan ini dan melukainya harus dia yang bertanggung jawab untuk membayar!" Setelah dia selesai berbicara, dia berbalik dan kembali masuk ke kamar dan membanting pintu dengan keras.


Tubuh berdaging Nyonya Li sedikir gemetar dan dia bergumam dengan suara rendah, "Semua uang kita ada di tangan ibu, Saya tidak punya uang..." Kemudian, dia menarik putranya kembali kekamar mereka sendiri.


Nyonya Liu memberikan senyum pahit kepada Dokter You dan berkata, "Dokter You, saya akan meminta suami saya mengirimkan biaya pengobatan ketika dia kembali..Maafkan saya!"

__ADS_1


Dibawah tatapan simpatik semua orang, Nyonya Liu mengusir Dokter You dan penduduk desa...


__ADS_2