
Terumbu karang yang sangat luas muncuk di depan anak-anak. Ketika Xiaolian dan Shitou dengan riang berlari. Yu Hnag sedikit lebih tenang. Namun, ketika dia melihat sejumlah besar makanan laut di terumbu karang, dia menjadi tidak bisa menahan diri untuk membungkuk badan untuk mengumpulkan makanan laut lebih cepat.
Yu Xiaocao diam-diam berdiri di atas karang, sambil membiarkan angin laut yang sejuk bertiup di wajahnya. Sebuah penglihatan biru yang menyambut matanya saat langit dan laut dipenuhi dengan warna biru langit murni, itu adalah warna yang transparan. Bahkan batu giok biru, dengan kuaitas terbaik, tidak bisa dibandingkan dengan kejernihan dan kecemerlangan laut dan langit.
Ini adalah laut tanpa jejak polusi sedikit pun! Yu Xiaocao jatuh kedalam kesurupan yang tidak bisa dihindari, saat terpesona oleh pemandangan didepannya.
"Cao'er, kemarilah! Pakai sepatu bot kuit hiu ini. Kakimu berbeda dengan saudara-saudaramu. Mereka sudah terbiasa nerlarian disekitartepi pantai. Jika anda berlarian di sekitar terumbu karang, maka bagian bawa kaki anda akan tercabik-cabik." Dia tidak berharap Yu Hai menjadi begitu perhatian. Dia benar-benar memikirkan bahwa kaki lembut putrinya yang bungsu tidak memiliki pertahanan terhadap permukaan yang kasar.
Yu Xiaocao yang terpesona akan pemandangan indah didepannya segera bangun mengenakan sepatu bot dengan gembira. **** sepatu botnya agak besar, tapi tetap bisa dipakai. Dia belajar dari yang lain dan membungkuk untuk mencari di sekitar terumbu karang.
Benar saja ini adalaah area yang belum ditemukan oleh orang lain! Segera, Yu Xiaocao menemukan sejenis kerang hitam. Dia dengan hati-hati mengambilnya dan memberikan kepada Yu Hai, seolah-olah itu adalah harta karun. Dia berkata dengan penuh semangat, "Ayah, saya menemukan kerang. Apakah menurutmu itu bisa dimakan?"
Yu Hai melihat dan menjawab sambil tersenyum, "Ini aalah remis. Dagingnya enak dan juga sangat bergizi. Ini juga dikenal ebagai 'Telur laut'. Ambil sebanyak yang anda bisa. Jika kita mendapatkan sebanyak mungkin, maka kita bisa mengeringkannya dan menjualnya dengan harga yang bagus di kota selama musim dingin!"
'Telur dari laut'? Bukankah itu berarti sangat bergizi? Keluarga kami memang memerlukan banyak makanan bergizi! Baiklah, dia harus mengambil yang banyak. Kami tidak akan menjualnya. Kami akan memakannya sendiri! Dia hanya bisa membayangkan kerng tumis pedas lezat yang dia makan di kehidupan sebelumnya! Xiaocao hampir ngiler saat memikirkannya.
Saya akan mengambilnya, saya akan mengambilnya semuanya!
"Hah? Kakak tertua, mengapa kamu mengetuk itu? Apakah itu juga bisa dimakan?" Xiaocao tiba-tiba disamping Yu Hang. Ketika dia mendekat untuk melihat lebih dekat, melihat dia memukul sesuatu yang sekeras batu kapur abu-abu dengan sekop, Karena dia penasaran dan bertanya.
Ini adalah pertama kalinya adik bungsunya datang untuk mengumpulkan makanan di laut, jadi Yu Hang sangat sabar saat menjelaskan kepada adik bungsunya, "Ini disebut teritip. Lihat bukankah bentuknya seperti gigi kuda? Teritip ini tidak terlihat seperti sesuatu yang istimewa, tapi sangat enak jika dagingnya direbus dengan air jernih."
Yu Xiaocao mengambil sekop yang diberikan kakak tertuanya dan mengutuknya dengan keras. Seperti yang diharapakan, dia menemukan daging lunak didalam cangkang yang hancur. Dia dengan senang hati mengambilnya dan memaasukkannya ke dalam keranjang bambu kecilnya.
"Ah! Bukankah ini tiram? Sangat enak saat dipanggang!" Tak lama kemudian, Xiaocao terkejut menemukan makanan laut jenis lain. Dia berteriak keheranan saat dia mengeluarkannya dari celah karang.
__ADS_1
Little Shitou menertawakan ketidaktahuan kakaknya, "Kakak keddua itu hailizi! Orang-orang kota menyebut mereka muli. Setelah dikeringkan, kami bisa menjualnya ke apotek."
Muli hanyalah nama lain untuk tiram, oke? itu hanya nama yang berbeda untuk hal yang sama. Yu Xiaocao memelototinya dengan kesal, lalu melanjutkaan perjalanan berburu harta karunnya di terumbu karang.
Siput? Memang agak kecil, tapi kita masih bisa memakannya! Saya juga mengambilnya!
Bintang laut? Ini terlihat cukup cantik! Apakah bisa dimakan? Terserah, aku akan mengambilnya dulu!
Landak laut? seperti landak. Apakag itu juga bisa dimakan? Ambil, ambil, ambil!
........
Yu Xiaocao sangat sibuk di terumbu karang dan tanpa sadar telah memenuhi ember bambunya. Namun dia terus mengali dan mengambil makanan laut dengan pernuh semangat.
Yu Xiacao sangat antusias dengan perjalanan panen pertamanya di laut. Selain itu, dia sangat senang dengan hasil yang sangat memuaskan. Tanpa sepengetahuannya, dia secara bertahap pindah semakin jauh dari ayah dan saudara-saudaranya. Dia mengikuti karang dantiba ditepi tebing.
"Ayah! Ayah! Cepat kemari!" Bahkan nada suara Yu Xiaocao telah berubah dan membawa perasaan tegang dan taku tanpa dia sadari.
Yu Hai segera mengikuti suara dan berkata. "Ada apa? Apa yang terjadi? Apakah kamu baik-baik saja, Xiaocao?"
"Ayah, lihat disana. Apakah itu mayat?" Yu Xiaocao berteriak keras saat dia menujuk ke arah benda yang mengambang di dekatnya.
Yu Hai melihat ke arah yang ditujuk putrinya. Dia benar! Apakah seorang nelayan dari desa terdekat mengalami kecelakaan kapal? Angin mulai berangin sekitar tengah hari dan ombak semakin kuat di laut. Jadi, sangat kemungkinan seseorang mengalami kecelakaan kapal!
Setelah itu dia segera membuat keputusan, dia melepas pakaian atasnya dan terjun ke laut. Sepertinyaangin lebih kencang sekarang. Suara gemuruh terdengar saat ombak menghantam tebing dan terumbu karang.
__ADS_1
Yu Xiaocao dengan gugup berteriak pada ayahnya, "Ayah, hati-hati! Ada banyak batu dibawahnya, jadi hati-hati dan jangan melukai dirimu sediri!"
Ketika Yu Hai muncul di atas air, dia sudah berada di beberapa meter dari Xiaocao. Dia masih mendengarkan kata-kata perhatian dari putrinya dan melambai padanya. Setelah itu, dia melanjutkan berenang menuju orang yang terapung di laut.
Yu Hang dan saudara-saudaranya tidak peduli lagi mengumpulkan makanan laut. Mereka semua berkumpul bersama dan menyaksikan ayah mereka berenang mendekati orang yang tidak sadarkan diri.
Yu Hai berenang melawan ombak dan menyeret orang yang terapung itu kembali ke karang. Namun dia sudah kelelahan saat mencoba kembali. Yu Hang dan Xiaolian membantu ayah mereka menarik orang itu ke karang.
Pemuda itu mengenakan pakaian serba hitam, tampaknya berusia sekitar lima belas atau enam belas tahun saat ini, wajahnya pucat dan matanya masih tertutup rapat. Bulu matanya yang panjang seperti kipas kecil yang menempel di bagian bawa matanya, sementara tidak ada jejek darah di bibir montoknya.
"Sepertinya... dia masih bernapas!" Yu Xiaocao meletakkan jarinya di bawah hidung mancung pemuda itu dan berseru karena terkejut.
Yu Hai yang masih kelelahan, mengendong pemuda itu di bahunya dengan menghadap ke bawah. Saat dia mendorong perut pemuda itu dengan ujung bahunya, semburan air laut keluar dari mulut pemuda itu. Yu Hai menyentaknya beberapa kali, sampai pemuda itu berhenti memuntahkan air laut, sebelum menjatuhkannya lagi.
"Ayah, apakah dia masih bisa diselamatkan?" Yu Xiaocao dengan cemas bertanya ketika dia melihat pemuda tampan itu masih pingsan.
Yu Hai memeriksa anggota tubuh pemuda itu dan tidak menemukannya, "Dia tidak tenggelam untuk waktu yang lama., dia masih bisa diselamatkan. Apakah ada yang membawa air? Beri dia air."
"Ayah, bukankah dia tenggelam? Kenapa kamu memberinya air saat perutnya sudah penuh dengan air?!" Yu Xiaocao melepaskan ikatan tas kulitnya yang berisi air batu mistik, dari pinggangnya dan bertanya dengan bingung.
"Saya tahu, saya tahu!" Little Shitou bertepuk tangan saat dia berbicara, "Air lautnyakan aasin. Jika anda minum terlalu air garam, Anda pasti akan haus.Tentu saja anda akan minum air saat anda haus."
Yu Xiaocao terhibur dengan ucapan kekanak-kanakan adik laki-lakinya. Dia mencubit pipinya dan tertawa, "Yah, sepertinya kamu tahu banyak!"
Yu Hai yang duduk di terumbu karang dengan letih, memandang anak-anaknya dan terkekeh, "Mmeberi minum air kepada orang yang tenggelam adalah untuk mencegahnya dari dehidrasi. Little Shitou juga benar. Berbahaya bagi tubuh untuk mengonsumsi terlalu banyak air laut."
__ADS_1
Yu Xiaocao meminta Yu Hang untuk mendudukkan pemuda itu hingga dia dengan hati-hati membuka bibir keunguan pemuda iyu dan memasukkan air batu mistik kedalam mulutnya.