Landak Kesepian

Landak Kesepian
sey lung


__ADS_3

sesaat sey lung memperkenalkan dirinya,Ahmad pun sadar kalau sudah cukup lama ia bertemu dengan sey lung disalah satu lomba antar sekolah,dan dalam lomba itu sey lung menjadi juara cerdas cermat.


namun sangat disayangkan dulu ada sedikit musibah,tenda tempat mengumumkan juara tiba tiba ambruk dan Ahmad menahan besi besi penyanggah tenda yang ambruk mengarah ke sey lung,dengan bantuan Ahmad syukrulah sey lung tidak apa-apa,namun Ahmad mengalami luka sedikit dibagian bahu akibat menahan besi itu mengunakan badannya.


semenjak kejadian itu Ahmad dan sey lung menjadi teman,namun Ahmad bertanya kepada sey lung " bagaimana engkau tau identitas lain ku?" lalu sey lung menjawab " ingat kejadian meteor yang menimpah kampung ini,ketika itu aku tidur ditempat nenek,ketika orang ramai pergi dan melihatmu turun dari mobil untuk di evakuasi,aku mengikuti mu dan kau terlihat keren dengan memakai jubah dan ku dengar kau menyebut diri mu evolusi Drake" lalu tanggapan Ahmad " ouhh begitu" dengan masih sangat sedih Ahmad pun mulai mengambil air wudhu dan pergi keruangan layaknya seperti mushollah dan ia pun sholat disana.


dan sambil menunggu Ahmad selesai sholat sey mengatakan " Asyiah bagaimana kalau kamu ajarkan memasak kepadaku" dengan senyum tipis Asyiah mengatakan " lohh apa kamu belum pernah memasak sebelumnya?" dengan sedikit malu sey mengatakan " masak telor pernah namun gosong" dengan sedikit menahan tertawa Asyiah mengatakan " baiklah mari kita memasak untuk yang lain juga " dengan gembira sey dan Asyiah ke dapur untuk memasak,namun Asyiah meminta bantuan kepada Antonio dan Alex untuk menangkap ikan sedangkan untuk Al Fatih dan Khalid masih belum terlalu bisa bergerak karena hempasan langsung oleh si mammon kemarin.


sambil memasak Asyiah menanyakan kepada sey " apa kamu mau ikut bergabung bersama kami disini?".


sey menjawab " tentu aku mau",dengan cepat Alex mengatakan " apa karena ahmad???" dengan kesal dan canggung sey mengatakan " tentu tidakkk!" lalu Antonio yang di kolam dengan memegang satu ekor ikan yang cukup besar mengatakan " oi berhenti menganggu nya".


dan setelah itu Asyiah mengajarkan cara membersihkan ikan kepada sey,dengan ikan cukup besar,Asyiah dengan telaten membersihkan serta memotong ikan ikan itu beberapa bagian untuk dimasak pindang ikan mas,sey mengatakan " apa kau bisa masak masakan yang sulit itu???" dengan sedikit senyum Asyiah mengatakan " bukan berarti tidak bisa kan?,suatu yang susah itu karena kita tidak terbiasa" dengan senyum sey mengatakan " kamu benar".

__ADS_1


Ahmad yang telah selesai melakukan sholat dan melihat temannya yang sedang memasak,ia pun bergegas membantu temannya dan menghapus air matanya.


dengan candaan Antonio tentang ia bisa memasak layaknya seorang chef dan Alex yang dengan tatapan curiga tanpa mempercayai apa yang dikatakan oleh Antonio menyebabkan suasana terasa lebih hangat dan disaat memasak sey tidak sengaja terluka sedikit dibagian ujung jarinya namun tanpa sadar Ahmad mengambil tanganya dan mengecup jari yang sedang terluka itu.


dengan canggung Ahmad mengatakan " aku minta maaf aku hanya refleks" lalu sey hanya terdiam,dan asyiah mengatakan " hei Alex tolong ambilkan obat merah untuk mengobatinya" dengan cepat Alex berdiri dan berlari keruang penyimpanan obat obatan".


dan setelah usai mengobati Ahmad pun segera menyiapkan tempat makan dekat al-Fatih dan Khalid yang sedang beristirahat, dan mengatakan " kita akan makan pindang ikan sore ini semoga kondisi kalian cepat pulih" Khalid mengatakan " kami akan segera pulih kamu tenang saja!" lalu semua temannya berkumpul dan tidak lupa mengambil nasi dan masakan ikan yang terlihat sangat enak.


setelah makan semua terasa memiliki nutrisi yang cukup lagi,dan Ahmad yang menarik nafas panjang sambil berpikir "takdir inikah yang membuat ku seperti landak yang kesepian?".


lalu semua teman pun mulai berencana besok untuk menata ruang kerja bagi semua temannya,dan untuk sementara karena perempuan dianggota mereka telah bertambah maka tidurnya pun harus dikamar lain.


dan Ahmad pun berpikir untuk keluar sejenak setelah makan malam yang sangat nikmat,lalu dia melihat beberapa bantuan dari pemerintah datang,dan menevakuasi beberapa hewan dan mulai membersihkan rumah yang rata dengan tanah mengunakan alat berat.

__ADS_1


Ahmad yang melihat itu dari kejauhan berpikir "ibu!ayah! adikku! terlalu dalam luka ini" dan Ahmad pun berteleportasi ke atas pohon didalam hutan,pohon yang begitu besar dan tinggi sehingga perkampungan yang rata itupun terlihat dari kejauhan.


dengan tenang Ahmad duduk sambil menikmati pemandangan yang sudah sangat berubah,dan mencoba mengingat semua kenangan yang sempat ia lalui bersama orang dekatnya,namun ia pun mengingat senyum sey lung dan kata katanya,ia sadar bahwa ia sudah sampai sejauh ini dan banyak orang yang harus ia lindungi,ia masih punya anggota yang sudah seperti keluarga sendiri.


lalu dalam hati Ahmad pun bertekad " tidak akan ku biarkan mereka terluka,ku harus berjuang lebih keras lagi" dengan rembulan yang begitu indah dikelilingi oleh bintang yang tak terhitung jumlahnya.


lalu Ahmad pun langsung pulang ketempat rahasianya,melihat semua temannya sudah tertidur pulas ia pun ke lantai paling bawah,ia melihat sekeliling dan berencana untuk merenovasi sedikit untuk beberapa ruangan besok,terlebih lagi sepertinya besok kedua temannya yang lain sudah mulai membaik.


dan setelah melihat-lihat ia pun mulai beranjak untuk tidur,karena sudah larut malam,namun sey dan Asyiah tiba tiba kebawah dan menyapa Ahmad " hei kenapa kau belum tidur?" jelas Asyiah lalu Ahmad mengatakan "tidak kok,ini aku sudah mau tidur,lalu kalian sendiri kenapa blm tidur?" sey menjawab " kami sudah tidur tadi tapi aku mau kekamar mandi dan membangunkan Asyiah untuk menemani ku" lalu Ahmad mengatakan "baiklah aku akan pergi tidur duluan ya" dan sey langsung masuk kamar mandi dan Ahmad pun ke atas menuju kamar tidur tempat teman yang lain untuk tidur,dan perlahan Ahmad menutup mata tak lama kemudian ia pun tidur pulas dengan malam yang cukup dingin,membuat Ahmad sangat menikmati malamnya,


seketika keesokan hari sudah pagi terdengar suara alat berat yang sedang melanjutkan untuk membersikan daerah kemarin yang terkena bencana.


continued

__ADS_1


__ADS_2